
30 menit kemudian,mereka sudah sampai di perusahaan NF group.
"silahkan tuan,nyonya."ucap Rey sopan.Membukakan pintu mobil untuk majikan nya.
Keadaan sekitar sudah ramai dengan orang-orang yang menghadiri acara ini.
Namun tatapan Milka terpaku pada seseorang,orang itu yang menculik nya.
Namun Milka kembali tenang,karna tak ingin orang itu tau kalau ia adalah yang menculik nya.
"selamat pagi."sapa orang itu,dengan ramah.
"selamat pagi"ucap Milka,karna suami dan asisten nya tak menjawab.
Orang itu berpura-pura tidak mengenal Milka,dan Milka tau itu.
"ini istri saya,Milka Pramudya."ucap Arion dingin.
Arion tak suka dengan cara orang tersebut melihat istri nya.
"oh ya,saya Dani Gunawan."ucap Dani ramah,sambil mengulurkan tangan nya ke arah Milka.
Namun belum saja bersentuhan,Arion sudah membawa istri nya pergi dari sana.
"kami duluan tuan."ucap Rey sopan.
"cih,sombong sekali dia,awas saja akan aku kasih pelajaran kau."geram Dani melihat Arion.
Sampai di depan lift Arion langsung saja mendorong Milka,memojokan nya di dinding lift.
"sudah ku katakan jangan tersenyum pada orang lain,apalagi bersentuhan dan bicara..kau paham sayang."ucap Arion lembut.
Cup
"ini hukuman karna kau sudah melanggar perintah ku."ucap Arion sambil sambil menatap Milka dalam.
Karna orang-orang yang akan masuk,dan tak mau berdesakan Arion keluar lift untuk menuju lift khusus.
"sayang,kenapa kita menaiki lift ini.?"tanya Milka heran.
"ck,,aku tidak mau kau dekat-dekat dengan orang asing,kau paham."ucap Arion.
"ish,kenapa dia possesive sekali."gerutu Milka pelan.tapi masih di dengar Arion.
"jangan mengumpat ku,sayang..atau..."ucapan Arion menggantung sengaja ingin menggoda istrinya.
__ADS_1
"si,,siapa yang mengumpat ku aku hanya..."
"hanya apa,hmm?"ucap Arion malah semakin menggoda nya.
Rey yang jengah pun bertindak.
"apa kalian tidak bisa tidak bermesraan di depan ku?"geram Rey melihat tingkah pasutri tersebut.
Milka mendengar itu pun segera menyembunyikan wajah nya ke dada Arion karna malu,sedang kan Arion berdecak kesal.
"kau mengganggu saja,makan nya cari istri sana,jangan jadi jomblo terus."sindir Arion.
"kau pikir gampang cari istri,di kira nya beli gorengan langsung dapat."gerutu nya sepanjang lift bergerak.
Ting
Lift telah sampai di tujuan.
"sayang kau tunggu di sini saja,apa mau ikut masuk.?"tanya Arion lembut.
"aku tunggu di sini saja."ucap Milka tak kalah lembut.
"ya sudah jangan kemana-mana,kalau ada apa-apa telpon aku saja....Cup."ucap Arion sambil mengecup kening Milka.
Milka hanya menganggukkan kepala nya tanda meng iya kan.
Di ruangan lain,tepat nya di ruangan Lina,
"ayo,semua sudah datang,dan sedang menunggu kita."ajak Digo.
"hmm,ayo."ucap Lina.
Belum juga sampai depan pintu handphone nya berdering.
Kring
Kring
Kring.
"hallo?"jawab Lina.
"..."
"masuklah selagi nggak ada orang."ucap Lina.
__ADS_1
"..."
Tut
Tut
Tut
"siapa?"tanya Digo.
"orang gila."ketus Lina.
Sedangkan Digo yang mendengar itu hanya menggelengkan kepala nya.
Ceklek
Semua orang yang ada di ruangan itu berdiri menyambut pemimpin rapat ini.
Kenapa gak di bilang pemimpin perusahaan?,karna pemilik perusahaan nya entah kemana..haa
"silahkan duduk kembali,dan selamat datang di perusahaan ini kembali."ucap Lina cuek.
Digo mempersilah kan Lina duduk dan ia berdiri di samping nya.
"baiklah karna,waktu saya tak banyak,saya akan segera mengumum kan perusahaan mana yang pantas memegang proyek ini."ucap Lina sambil mberi anggukan pada sekertaris nya Digo.
"baiklah,kami sudah mendapatkan perusahaan yang menerima proyek tersebut,namun..saya harap semua nya tidak ada yang protes,karna keputusan ini di ambil oleh pemilik perusahaan ini."ucap Digo tegas.
Semua orang yang berkumpul di ruangan itu berbisik-bisik.siapa kah perusahaan yang beruntung itu?.
"aku yakin,aku pasti yang mendapat kan proyek ini."ucap seseorang yang ada di sana,dengan suara gumaman.Melirik sinis pada Arion.
Rey yang melihat orang itu melirik ke arah tuan nya,merasa geram.kalau bukan demi menjaga nama baik perusahaan hilmawan.ia akan menghajar orang tersebut.
"aku harus menyelidiki orang ini."gumam nya dalam hati.
Brak
"berhenti,kalau kalian masih berisik,silahkan keluar dari ruangan ini."ucap Digo tegas dan dingin.
Digo yang merasa kesal pun menggebrak meja dengan keras,seketika semua orang yang berbisik pun segera menghentikan nya.
Semua orang tau,bahwa sekertaris tersebut terkenal dingin dan tegas,namun itu lebih baik dari pada pemimpin nya langsung,yang beredar kabar kalau orang tersebut begitu dingin tak tersentuh.
Bukan hanya sikap nya yang dingin,bahkan tatapan nya pun bisa membuat orang yang melihat nya menciut sebelum bertindak.
__ADS_1
Berbeda dengan Digo,Lina begitu santai menanggapi nya,karna ia sudah tau seringai sekertaris nya itu.
"ternyata dia orang yang begitu dingin dan tegas,tapi..kalau di bandingkan dengan orang di sebelah ku,hiii.."gumam orang tersebut dalam hati.