
Setelah ke adaan kembali hening,penentuan akan segera di buka..
"baiklah,karna semua sudah aman,maka saya akan memberikan kejutan pada semua nya"ucap Lina.
"sebelum nya,apakah kalian tau siapa saya?"tanya lina.di balas anggukan oleh beberapa orang ada juga yang menggelengkan kepalanya.
"hmm,kalau begitu,biar semua orang tau saya akan mengenal kan diri saya dulu."ucap Lina,sambil berdiri dari duduk nya.
"saya Liliana Pramesti,saya asisten dari pemilik perusahaan ini,dan selama beberapa bulan ke depan saya yang akan mengurus perusahaan ini."ucap Lina sedikit tegas.
"ma,,maaf memang nya kemana pemilik nya.?"tanya seseorang dengan nada gugup.
Bagaimana tidak gugup Digo menatap nya datar.
"pertanyaan yang bagus."
"pemilik nya sedang liburan,dan kemungkinan dia akan kembali setelah masa liburan nya selesai."ucap Lina cuek.
Semua orang yang ada di sana menganggukkan kepala nya.
"apa ada pertanyaan lagi.?"tanya Lina serius.
Semua orang saling tatap dan menggelengkan kepalanya serentak.
"baiklah....sekertaris Digo,tolong ambil kan map itu.!"ucap Lina pada Digo.
"baik."ucap Digo.
"silahkan."ucap Digo datar.
Orang-orang di sana saling lirik dengan gugup,siapa yang berhasil memenangkan proyek ini.
"karna waktu saya tidak banyak,sekarang saat nya memanggil nama perusahaan untuk maju kesini dan menandatangi berkas kontrak."ucap Lina tegas.
__ADS_1
Sedangkan di sebuah ruangan,seorang wanita menatap ke arah layar,yang menampilkan bagaimana jalan nya acara itu.
Namun pandangan nya hanya pada satu objek,bahkan ia meng zoom nya supaya lebih puas menatap wajah nya.
"kau sangat tampan,dan kau tidak akan pernah lepas dari genggaman ku."ucap wanita tersebut dengan senyum bahagia nya.
Kita kembali ke tempat acara berlangsung.
"baiklah,..."ucap Lina menghembuskan nafas panjang.
"kepada perusahaan yang bergerak di bidang kontruksi,makanan,pembangunan dan masih banyak lagi,saya persilahkan untuk maju ke depan."ucap Lina menjeda ucapan nya,karna bagai mana pun ia juga merasa gugup.
"silahkan perusahaan Hilmawan group untuk datang ke tempat saya."ucap Lina.
Semua orang yang mendengar itu bertepuk tangan,namun ada seseorang yang mengepalkan tangan nya.
Karna ia merasa gagal dan terutama iri dengan keberhasilan nya.Siapa lagi kalau bukan Dani Gunawan.
Setelah nama perusahaan nya di panggil,Arion maju ke depan dengan tatapan datar dan dingin nya.
Orang-orang melihat itu hanya diam bahkan dalam hati mereka ada yang mengumpat,ada juga yang memuji.
"silahkan tanda tangani berkas kontrak ini."ucap Lina sopan.
"hmm."Arion hanya berdehem.
Membuat Lina mendengus kesal.
"terimakasih karna sudah mempercaya kan proyek ini pada saya dan perusahaan saya."ucap Arion dingin.
"sama-sama,dan semoga dengan kerja sama ini,dapat memberikan sesuatu yang berbeda dari sebelum nya."ucap Lina sopan.
"pertemuan hari ini selesai,saya pamit karna saya masih ada urusan."ucap Lina,sambil melirik ke arah Digo dan menganggukan kepala nya.
__ADS_1
Setelah Lina dan Digo keluar dari ruangan tersebut, orang-orang segera berdiri memberi selamat pada Arion.
"selamat tuan."ucap semua orang secara bergiliran.
"selamat tuan,semoga proyek ini berjalan lancar."ucap Dani dengan senyum ramah nya,namun di balik itu tidak ada yang tau.
Karna sudah merasa bosan dan jenuh,Arion dan Rey pergi meninggal kan ruangan tersebut.
"sayang."panggil Arion menghampiri Milka yang sedang duduk di tempat tadi.
Mendengar itu Milka hanya tersenyum dan memeluk Arion.
Entah kenapa ia merasa rindu dengan suami nya,bahkan ini baru satu setengah jam di tinggal kan.Tapi terasa lama.
"apa lama,?..."tanya Arion.
Milka menggeleng.."tidak bahkan aku tadi jalan-jalan melihat-lihat perusahaan ini."ucap Milka dengan menggandeng tangan Arion,dan pergi meninggal kan perusahaan ini.
Sedangkan di tempat lain,seseorang sedang mengamuk di kamar nya.
Prang
Brak
"akh,,mengapa harus dia yang mendapatkan nya...akh sial."teriak Dani di dalam kamar nya.
Bahkan kamar nya bagaikan kapal pecah,barang-yang tadi tersusun pun sudah berserak di atas lantai dengan mengenaskan.
"aku tidak akan membiarkan nya berhasil dengan proyek ini,aku akan membuat nya rugi besar."gumam nya dengan penuh amarah.
Seluruh siaran televisi menayangkan acara,bagaimana hebat nya seorang Arion Hilmawan,bisa memenangkan proyek tersebut.
Bahkan dengan gagah nya berdiri tanpa rasa ragu.
__ADS_1
Di kota lain,yang jauh dari kota tersebut,seorang pria paru baya,menatap televisi dengan senyum bangga nya.
"kau sudah besar,dan kau sudah bisa memimpin perusahaan dengan baik,bahkan semakin berkembang pesat selama 3 tahun terakhir."gumam nya dengan senyum bangga.