Cinta CEO Kejam

Cinta CEO Kejam
Episode 91


__ADS_3

Berbeda dengan keadaan di kediaman pak Rendra,yang penuh canda tawa,sedangkan di tempat lain,tepat nya di sebuah lapas,seorang ayah mengunjungi anak nya yang sudah beberapa bulan menjadi penghuni nya.


Mereka sedang merencana kan sesuatu.


"ayah,,aku ingin keluar dari tempat ini,rasa nya aku sudah muak berada di sini"ucap anak nya kesal.


"sabarlah,sebentar lagi kamu akan keluar dari tempat ini,asal kamu mengikuti semua perkataan ayah"ucap seorang ayah pada anak nya.


"tapi kapan,aku sudah tidak sabar,untuk menghancurkan orang-orang itu"ucap anak itu geram,bahkan ia sampai menggebrak meja,membuat penjaga di tempat itu melihat ke arah nya.


"Jenny,ayah bilang sabar,kenapa kau tidak mengerti,kalau kelakuan mu begini terus,semua rencana kita akan berantakan"ucap nya dengan penuh penekanan.


Ya,mereka adalah ayah dan anak,siapa lagi kalau bukan Danu dan Jenny.


Bahkan,beberapa bulan yang lalu,ia hampir berhasil mencuri berkas penting di perusahaan pak Rendra,namun semua gagal karna ada seseorang misterius yang menggagal kan rencana nya.


Bahkan,ia sempat membuat ketegangan di perusahaan tersebut,namun,kejadian itu tak lama,karna pak Rendra bisa mengatasi nya.


kalian pasti ingat donk,tentang kejadian tersebut.


"baiklah,kalau begitu ayah pulang dulu,dan ingat jangan membuat kekacauan"ucap nya memperingati anak nya,ia bahkan tak lupa menyelipkan kertas di tangan anak nya.


Jenny menerima itu,hanya mengangguk patuh,karna ia tak ingin mengecewa kan ayah nya.

__ADS_1


Kembali lagi di tempat pak Rendra,setelah lama bersenda gurau,sekarang Bu Mita merubah wajah nya dengan serius.


"kak,,sebenar nya aku ke sini,ingin memberikan sesuatu pada mu"ucap Bu Mita sambil merogoh tas nya,ia mengeluarkan sebuah kalung berliontin berbentuk kotak.


Pak Rendra melihat itu mengerutkan kening nya,


"apa ini?"tanya nya bingung.


"ck,,apa om tidak lihat kalau itu sebuah kalung,apa om lupa,atau tidak tau"celetuk Dani membuat semua orang menatap nya horor.


Berbeda dengan Sinta,yang berusaha menahan tawa nya,membuat pak Rendra melihat ke arah nya,dan mendelik.


"hey bocah,aku tau ini kalung,tapi maksud ku untuk apa?,,,,dasar bocah tengik"gerutu pak Rendra kesal.


"hey,bocah,apa kau bisa diam,atau kau ingin ku pecat jadi anak?"sentak Bu Mita,menatap kesal pada putra nya.


"silahkan saja,,lagi pula,kalau pun ibu memecat ku jadi anak,aku masih punya ibu lain nya..wlee"ucap Dani malah meledek ke arah ibu nya,sambil memeluk Bu Sinta.


"ish,,dasar bocah ini.."gerutu Bu Mita sambil memijit pelipis nya.


Sedangkan Bu Sinta tersenyum,menanggapi perkataan mereka.


Bugh

__ADS_1


Pak Rendra melempar bantal sofa,ke arah Dani.


"jangan peluk istri ku"ucap pak Rendra menatap Dani sengit.


Membuat Dani berdecak kesal,"kenapa sih om,aku kan hanya memeluk nya,bukan mengajak nya tidur"jawab Dani dengan senyum sinis nya.


"apa kau bilang,,apa kau sudah bosan hidup,hah?"ucap pak Rendra dengan menahan marah.


"ck,,sudah lah kenapa kalian selalu saja bertengkar jika bertemu,apa kalian tidak cape"decak Bu Sinta.


"tapi..."ucap Dani dan pak Rendra berbarengan,tapi keburu terpotong oleh ucapan Bu Sinta.


"sudahlah,,kalian berdua sama saja,sama-sama keras kepala"ucap Sinta pergi ke arah dapur.


Di tempat lain,Arion dan Rey sedang berada di depan sebuah rumah,yang tidak terlalu besar,namun terlihat megah.


"apa benar ini tempat nya?"tanya Arion dengan dingin,tanpa melihat orang yang di tanya nya.


"benar,bahkan menurut mata-mata kita,orang itu ada di dalam"ucap Rey dengan gaya santai nya.


Tanpa bicara sepatah kata pun ia masuk ke dalam nya,membuat satu keluarga itu berjengkit kaget.


Brak

__ADS_1


...


__ADS_2