
Setelah beberapa menit kemudian,Milka dan Arion sampai di rumah sakit.
Mereka langsung menuju ke ruangan dokter obgyn,karna mereka sudah daftar terlebih dahulu.
Tok
Tok
Tok
"masuk"ucap dokter obgyn tersebut.
Ceklek
"permisi"ucap Milka sopan.
"oh,nyonya Hilmawan,silahkan duduk."ucap dokter obgyn..sebut saja dokter Nita.
"iya makasih dokter"jawab Milka ramah,berbeda dengan Arion memasang wajah datar dan dingin nya.
"ada keluhan apa nyonya?"tanya dokter Nita ramah.
"tidak ada dok kalau saya pribadi..cuma,,suami saya dok yang merasa kan."ucap Milka sedikit ragu.
"ooh,,baiklah kita periksa dulu.....nyonya silahkan berbaring.."ucap dokter Nita..
Arion dengan telaten menuntun Milka,bahkan dengan possesive nya ia merangkul pinggang Milka.
Milka yang di perlaku kan seperti itu hanya mendengus pelan,karna merasa malu dengan dokter obgyn tersebut.
Sedangkan dokter Nita hanya tersenyum melihat betapa possesive nya seorang Arion.
Setelah berbaring,dokter di bantu asisten nya menaruh gel di perut Milka,dan merata kan nya.
Setelah itu,dokter Nita memasangkan alat untuk melakukan USG.
__ADS_1
Arion dan Milka tampak gugup,bahkan tangan Milka dingin saking gugup nya..
"kita lihat di layar...dan.."ucap dokter Nita terjeda,membuat pasutri tersebut penasaran.
"ada apa dok?"tanya Arion penasaran.
"lihatlah ini ada kantung calon bayi kalian,,,usia nya baru 4 Minggu."ucap dokter Nita sambil tersenyum dan melihat ke arah komputer.
"benarkah dok?"ucap Arion merasa tak menyangka dan percaya bahwa sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah,dan tanpa ia sadari ia menitikkan air mata nya saking bahagia.
Sedangkan Milka tidak dapat berkata apa-apa,ia hanya menangis terharu.
"iya,,dan juga kalian akan mendapatkan sekaligus 3 calon bayi"ucap dokter Nita
"apa???"tanya Arion kaget dengan penjelasan dokter.bahkan semakin erat menggenggam tangan Milka.
"sayang,,kita akan punya bayi,sekaligus 3."ucap Arion semangat.
Namun ia kembali terkejut saat melihat Milka menangis sesegukan.
"sayang,kamu kenapa,,apa kamu tak bahagia dengan kehamilan ini?"tanya Arion dengan raut wajah sedih.
"bukan."jawab Milka.
"lalu?"tanya Arion.
"justru aku bahagia,karna sebentar lagi aku akan jadi seorang ibu."jawab Milka senang,membuat Arion yang tadi nya sedih seketika semakin bahagia mendengar penuturan Milka.
Cup
"terima kasih sayang,aku sangat bahagia."ucap arion sambil mengecup kening Milka lembut.
"ekhem"dokter Nita berdehem.
Milka mendengar suara tersebut malu,membuat pipi nya merona.
__ADS_1
"maaf dokter."ucap Milka pelan.
"tidak apa-apa,saya sudah terbiasa melihat ini."ucap dokter Nita tersenyum.
"baiklah sudah selesai,silahkan bangun."ucap dokter Nita.
"dokter aku ingin bertanya.."ucap arion.setelah mereka kembali duduk.
"silahkan"ucap dokter Nita.
"apa saja yang harus dan tidak boleh dilakukan ibu hamil,dan apa saja yang harus di makan?"ucap Arion datar.
Setelah cukup lama bertanya ini dan itu,Arion dan Milka ingin berdiri namun,Arion kembali bertanya.
"tunggu dulu satu lagi pertanyan.dan ini penting...apakah boleh kalau melakukan hubungan suami istri?"tanya Arion tanpa malu menanyakan itu,berbeda dengan Milka yang wajah nya sudah bak kepiting rebus.
Saking malu nya ia mencubit paha Arion.
"awws,,sayang kenapa mencubit ku.?"tanya Arion sambil mengusap paha nya yang terasa panas karna cubitan istri nya.
"malu.."bisik Milka pelan.
"ish kau ini,kenapa malu,kau tidak tau saja ini sangat penting untuk ku"ketus Arion.
Entah bagaimana sekarang wajah Milka,setelah mendengar ucapan vulgar suami nya.
Karna sudah puas dengan jawaban dokter mereka segera keluar.
Namun saat akan berjalan ke tempat obat,Yuda memanggil mereka.
"Ar,,bagaimana hasil nya.?"tanya Yuda penasaran.
"kepo kamu"jawab Arion ketus.
"aku kan pengen tau,kenapa kau ketus begitu."ucap Yuda tak kalah ketus.
__ADS_1
"sudah sana pergi,mengganggu saja kau,kau menghalangi jalan saja berdiri di situ"ucap Arion sebal.
"huhh,,dasar kutub Utara."gerutu Yuda sambil pergi ke arah lain.