Cinta Nathan

Cinta Nathan
Episode 110


__ADS_3

Kediaman Felix Carrington


Sebuah mobil terlihat memasuki halaman rumah dengan pintu pagar besi yang otomatis membuka dan menutup sendiri. Sebuah rumah mewah nan megah dengan arsitektur bangunan yang sangat modern, tak lain dan tak bukan milik orang tua Nathan Arjuna Carrington, yang Dani tau dan orang lain memanggilnya dengan Nathan saja. Beda lagi dengan kedua orang tuanya yang sejak dulu memanggilnya Juna. Panggilan kesayangan.


Seorang lelaki muda turun dari mobil tersebut. Dia adalah supir keluarga tuan Felix.


“Terima kasih Ferdi...”


Ferdi hanya tersenyum sembari membungkukan badanya sedikit. Ia begitu sangat menghormati tuanya. Tidak heran tuan Felix beserta istri sangat sayang kepada supir pribadinya. Hampir tujuh tahun Ferdi bekerja di rumah itu, menggantikan ayahnya yang telah meninggal karena sakit. Pernah tuan Felix bilang kalau ia menikah, ia menyuruh Ferdi untuk menempati paviliun yang ada di sebelah rumah, karena tempatnya kosong nggak ada yang menempati.


Tuan Felix terlihat sedang memberi makan ikan kesayanganya, ketika istrinya memasuki rumah. Ada beberapa ekor ikan koi yang menempati kolam ikan yang sengaja di bangun di ruang tengah yang sangat luas sekali. Bahkan ukuran ruangan tersebut tak kalah besar dengan ruang tamu. Tuan Felix begitu asyik melihat ikan-ikanya yang begitu gesit bergerak kesana kemari, hingga tak tahu kalau istrinya sudah berada di belakangnya.


Cuuupppp


Nyonya Felix memeluk suaminya dari belakang dan tengkuk suaminya.


“Eh mama, ngagetin aja. Dari mana mah..?” tanya tuan Felix yang menolehkan kepalanya.


“Ayo coba tebak, kabar apa yang akan mama sampaikan, pah...?” ucap nyonya Felix dengan wajah berbinar.


Tuan Felix meletakan makanan ikan yang ia bawa. Lalu meraih tubuh istrinya ke pangkuanya. Memang mama dan papa Nathan sangatlah romantis. Walaupun usia sudah tidak muda lagi, namun keromantisan dan kehangatan dalam hubungan mereka tetaplah selalu di jaga. Itulah kunci kebahagiaan hidup yang selalu menjadi pedoman beliau berdua.


“Emmm pasti kabar baik, iya kan..? Kalau di lihat dari ekspresi wajah mama sih, menurut papa..”


“Yupz, betul syekali. Coba tebak lagi, tadi mama ketemu siapa pah..?”


“Emmm.....” tuan Felix berpikir sejenak, lalu menatap wajah istrinya yang masih senyum-senyum.


“Juna kah..?”


“Iiiihhh, kok papa tau sih..?” seru nyonya Felix yang kagum karena tebakan suaminya benar.


“Ya felling seorang suami tu selalu tepat kalau kepada istrinya..”


“Kalau boleh tau alasanya, kenapa papa bisa jawab seperti itu..?”


“Alasanya, tidak ada yang bisa buat mama sebahagia ini, kecuali itu yang ada hubunganya dengan papa, atau anak-anak kita..”


“Hemmm..” nyonya Felix manggut-manggut.


“Kapan dia akan pulang, Ma..?”


“Katanya sih bentar lagi. Daaaann, katanya lagi, dia akan pulang bersama calan mantu kita pa..”


“Calon mantu..? Gadis mana yang bisa membuat anak itu bisa takhluk. Mama masih ingat kan bagaimana ia dengan tega meninggalkan pesta pertunanganya dengan Keisya, dan membuat kita sangat malu..”


“Iya sih pah. Itu juga salah kita. Karena kita tak memberitahunya. Hanya bilang kalau kita mengadakan jamuan makan malam saja..”


“Iya juga sih. Apakah dia kurus, Mah...?”


“Enggak. Kelihatanya ia sangat bahagia. Mama semakin penasaran, ingin cepat bertemu dengan gadis yang di cintai oleh Juna..”


“Apalagi papa, lebih penasaran lagi..”


“Semoga saja anak kita cepet pulang pah...”

__ADS_1


Tuan Felix tersenyum. Dengan lembut mencubit pipi istrinya. Sungguh suatu contoh yang sangat baik untuk pasangan suami istri. Sampai mereka berumur pun masih tetap mesra.


**


Di rumah Sakit


“Kak Daniel tau nggak, kemarin kak Dani pingsan...” ujar Evan.


“Apa..? Dia kenapa..? Bagaimana keadaanya sekarang..? Van, tolong anterin kakak ke sana sekarang...?”


“Kak Dani nggak papa kak. Kemarin pas Evan ke ruang kak Dani, dia udah sadar..”


“Terus sekarang siapa yang nungguin dia..?”


“Hmmm, ternyata masih tetap kak Dani yang menempati posisi pertama di hati kak Daniel.”


“Ya tentulah. Number one only. Heeehhh, di tanya kok, siapa yang nungguin Dani...?”


“Tenang kak, ada Nathan kok yang nungguin kak Dani..”


“Oohhh, syukurlah..”


Tok tok tok


“Selamat pagi mas Daniel...?” sapa hangat dari Dani yang masuk bersama Nathan.


“Ehh Dani, Nathan, pagi juga. Kamu sudah sehatan Dan, aku denger dari Evan kamu pingsan kemarin...”


“Cuma kelelahan samaaaa.....”


“Sama apa...?”


“Maaf Dani, gegara aku, kamu jadi di sekap oleh Anyelir..”


“Enggak mas, itu bukan salah mas Daniel. Dia saja yang gila...”


“Aku senang kamu sudah sehatan. Kamu akan pulang hari ini...?”


“Iya mas, hari ini mau pulang. Tapi sebelum pulang, Dani ingin melihat kondisi mas dulu...”


“Aku udah baikan Dan, kamu lihat kan, tinggal nunggu pulih aja...”


Dani berjalan lebih dekat lagi ke arah Daniel. Menatap lelaki yang terbaring di hadapanya.


“Mas, Dani minta maaf, karena melindungi Dani, mas jadi begini. Mas terkena peluru...”


Daniel meraih tangan Dani. Menggenggamnya erat. Nathan yang melihat hal itu. sedikit agak cemburu, namun buru-buru ia menepisnya.


“Daan, mas yang harusnya minta maaf. Karena selalu membuat kamu menderita dan susah. Selama kamu hidup menjadi istri mas, tak pernah membuatmu bahagia, maafkan mas...” Dani hanya mengangguk, tak sanggup menjawab kata-kata Daniel, karena kedua matanya telah di genangi air mata.


“Nathan, kemarilah...” Nathan segera mendekat dan berdiri di samping Dani.


“Iya mas, ada apa...?”


Daniel meraih tangan Nathan dan di persatukan dengan tangan Dani.

__ADS_1


“Nathan, aku titipkan Dani kepadamu. Aku tahu, hanya kamulah orang yang bisa menjaganya, mencintai dan menyayanginya dengan segenap jiwa dan raga. Buatlah dia bahagia, jangan sampai dia meneteskan air mata lagi. Jadikanlah ia seorang ratu dalam hidup kamu...”


“Maaaass....” bisik Dani tertahan. Karena suaranya tertahan di tenggorokan. Dadanya kian sesak, saat Daniel mengucapkan kata-kata itu.


“Mas Daniel, sebaiknya mas istirahat dulu saja. Jangan bebani fikiran mas dengan hal-hal seperti ini..”


“Tidak Nathan, rasanya hati ini belum lega kalau belum mengatakan semuanya. Aku sudah lebih cukup dari bahagia jika melihat Dani bahagia dan bisa tersenyum.. ”


“Terima kasih mas Daniel. Saya akan menjaga semua amanah dari mas Daniel. Saya akan menjaga, mencintai dan menyayangi Rani dengan setulus hati..”


“Rani..?” kata Daniel agak heran.


“Maaf mas, itu panggilan saya kepada Dani, saya lebih suka memanggilnya dengan nama itu..”


“Oh iya saya paham..”


“Sekarang, jangan bersedih lagi Dan, kini sudah ada yang akan menjagamu, dan tidak akan menyia-nyiakan kamu. Aku percaya sepenuhnya kepada Nathan...”


Dani dan Nathan saling berpandangan. Lalu berganti menatap Daniel yang terbaring dengan bibir tersenyum. Perlahan Daniel bangkit di bantu oleh Nathan.


“Jangan bersedih lagi yach..?” ucap Daniel sembari mengusap air mata Dani yang membasahi pipinya.


“Iya mas Daniel..” jawab Dani mengangguk.


“Kalau begitu, kami pamit dulu mas...?”


“Iya, tolong antarkan Dani sampai ke rumah ya...?”


“Kalau itu sich, jangan di tanya lagi mas, saya akan antarkan dia sampai ke rumah dengan selamat dan tidak kurang satu apapun..”


“Siiippp...”


“Kak Daniel, Evan juga pulang dulu yach, biar Ken yang nungguin kak Daniel dulu...”


“Iya, kmu pulang mandi sana...”


“Ken, titip kak Daniel ya...?”


“Baik mas Evan...”


“Mari kak Ken...” Dani pamit begitu juga dengan Nathan. Bertiga mereka berjalan keluar dari kamar Daniel. Meninggalkan Daniel dan Ken. Setelah sampai di parkiran, Evan masuk mobilnya sendiri. Sedangkan Nathan masuk mobilnya bersama Dani.


“Kalian hati-hati yach...?”


“Iya mas, Evan...”


“Kamu juga ati-ati, Van..?”


“Siip kak Dani...”


Ketiganya segera menuju tujuan masing-masing. Karena lelah, selama dalam perjalanan, Dani tertidur di samping Nathan. Nathan tidak mengantarkan Dani pulang ke rumahnya, melainkan mampir ke rumahnya dahulu.


“Uuuhhhhh.....” Dani menggeliat. Ketika ia membuka mata, ia sampai terperanjat


“Ayang, ini di mana...?” ujar Dani yang heran karena asing dengan tempat tersebut.

__ADS_1


Nathan tersenyum melihat tingkah Dani kalau sedang kaget atau panik. Membuatnya semakin jatuh cinta saja karena kepolosan gadis itu.


BERSAMBUNG


__ADS_2