
Dengan hanya melihat ekspresi wajah Daniel, Anyelir tau, bahwa yang ia tanyakan benar adanya.
“Owhh, ternyata benar dugaan saya, gelang ini memang untuk gadis bodoh itu..”
“Jangan panggil dia gadis bodoh..!! Hanya aku saja yang boleh memanggilnya seperti itu. Kamu tidak ada hak untuk itu..”
“Ternyata hati kamu sudah berubah ya..? Apa pelet gadis itu sudah merasuk ke tubuhmu Daniel Permana Wijaya..? Apakah kamu tak mengingat momen saat kamu menghempaskan perasaan puas ketika mengarungi lautan gairah yang membuatmu bagai cacing kepanasan dan ikan yang kehabisan nafas, menggelepar-nggelepar saking nikmatnya. Kamu ingat nggak...!!” teriak Anyelir sambil melotot di depan Daniel.
Suara Anyelir terdengar sangat keras. Ia mulai menarik urat-urat lehernya. Karena gelang berlian yang ia temukan di kamar Daniel, ternyata bukan untuknya. Daniel berusaha menahan emosinya. Sebisa dan sekuat mungkin, ia menghindari dari rasa terpancing amarahnya sendiri.
“Anye, tolonglah, kamu jangan memancing emosi aku. Maaf sebelumnya, jika tindakan aku membuatmu tak suka. Tapi dia istriku, aku berhak memberinya hadiah atau yang lainya, dan kali ini, aku minta kamu jangan ikut campur masalah pribadiku denganya, please Anye...?”
Anye tersenyum nyinyir. Ia memperlihatkan betapa ia sangat membenci tindakan Daniel yang akan memberikan hadiah kepada Dani. Dua langkah ia menjauhi Daniel, dan membelakanginya. Dengan lagak seolah-olah ia menguasai Daniel sepenuhnya, ia mulai berkata.
“Kalau aku mau pakai gelang ini, kamu mau apa..? Kamu nggak akan bisa menahan keinginan dan kemauanku..!!” Dengan senyum penuh keyakinan dan kemenangan, Anyelir menolehkan kepalanya tanpa membalikan badanya.
“Anye, please..!! Kamu jangan begitu. Itu sudah seminggu yang lalu aku memesanya, dan hanya itu gelang satu-satunya yang di buat oleh perancangnya. Aku mohon, aku akan membelikan kamu yang lebih mahal dari itu, please Anye...?”
“Tapi sayangnya, aku tidak mau. Aku tetap mau gelang ini..” ucap Anyelir sambil membelai gelang tersebut dan menatap Daniel dengan penuh ejekan.
“Anye...!! Lepaskan gelang itu, atau...!!”
“Atau apa..?? Cepat katakan, atau apa..?? Haaahhhh...!! Dasar manusia tak tau balas budi. Udah berapa tahun aku menemanimu, berada di sampingmu setiap waktu, saat kamu ingin ini ingin itu, aku selalu ada buat kamu. Kamu berani membentaku hanya karena gadis bodoh dan sialan itu...!!”
__ADS_1
Semakin lama omongan Anyelir membuat kuping Daniel panas. Dadanya bergemuruh. Giginya geretak menahan amarah yang bisa saja meledak, bagai bom waktu yang hanya menunggu beberapa detik saja.
“Kenapa..? Kamu nggak terima aku mengatai istri kamu seperti itu...? Silakan kalau mau pukul atau apa, aku nggak akan takut sama kamu..”
“Diam..!! Aku bilang diam..!!” teriak Daniel yang tiba-tiba mendorong tubuh Anyelir ke tempat tidur. Dengan posisi menindih Anyelir, Daniel mengunci kedua tangan Anyelir yang tengah berposisi terlentang itu.
“Lepaskan...!!! Apa mau kamu Daniel...!!” teriakan Anyelir begitu keras. Karena kamar pribadi Daniel kedap suara, mau sekeras apa pun Anyelir berteriak, tak mungkin ada orang yang mendengarnya. Dengan gusar, Daniel melepas dasi yang ia kenakan. Dan dengan segera mengikat kedua tangan Anyelir yang berada di bawahnya sambil meronta-ronta.
Dengan hati-hati dan tentunya masih menindih tubuh Anyelir, Daniel melepaskan gelang yang di pakai gadis itu.
“Daniel....!! Aku mau gelang itu..!! Awas kamu, berani mengabaikan aku...!! Aaarrggggghhhhhh....!!!”
Teriakan Anyelir tak di gubris oleh Daniel. Setelah berhasil melepaskan dari tangan Anyelir, buru-buru ia measukanya ke dalam saku jasnya dan melepas kembali ikatan tangan Anyelir.
“Brengsekkk....!!” Anyelir mendorong tubuh Daniel hingga tersungkur ke lantai. Saat Anyelir akan menghantamnya dengan Vas bunga yang sempat ia raih, Daniel selangkah lebih cepat meringkusnya kembali setelah bangun dati jatuhnya. Dengan posisi melingkarkan tangan kanan Anyelir dan meringkus tangan kirinya ke belakang, Daniel berbisik di telinga gadis itu.
“Sialan, Dasar lelaki perhitungan...!! Ciihhh...!!”
“Apaa...? Aku perhitungan..? Kamu gadis matre..!! Kamu pikir aku nggak tau skandal perselingkuhan kamu dengan Ega, teman aku..? Sedetailnya aku tau semua..!! Kamu pernah tidur di hotel kan, bahkan beberapa kali dan di hotel mana saja aku tau. Kamu mau aku sebarin vidio kamu..??”
Anyelir kaget mendengar penjelasan Daniel. Ia sedikit menciut nyalinya, dan sedikit menurut.
“Kalau iya memang kenapa..? Apa kamu mau meminta kembali semua yang pernah kau berikan kepadaku..?” Sambil mendelik, Anyelir mengeluarkan kata-kata sangkalan kepada Daniel.
__ADS_1
“Tidak. Itu bukan sifat aku. Anggap saja aku membeli keperawanan kamu. Cuuupppp...” Usai berkata, Daniel mengecup nakal pipi Anyelir, namun lebih mengarah ke ejekan kepadanya.
“Tak sudi aku kau cium lagi...!! Lelaki keparat...!! Lepaskan..!!”
“Benar nggak mau aku cium lagi..? Yakin nggak nyesel..? Kamu kira aku nggak bisa kasar sama kamu, mentang-mentang selama ini aku selalu nurut sama omongan kamu, terus kamu bisa seenaknya kepadaku, iya...?”
Anyelir sangat benci kepada Daniel saat ini. Ia memalingkan wajah dan membuang muka dari tatapan Daniel.
“Heeyy.., kamu mau aku tunjukin sifat aku yang sebenarnya..?” Lagi-lagi Anyelir tak menjawab. Dengan satu kali hentakan, kedua tangan Anyelir berada di atas kepalanya dan dengan cepat Daniel mengikat tangan Anyelir kembali.
“Mau apa kamu...!!”
“Biasa, kayak nggak tau aja, kamu kan sering meminta dan memancing aku kaan....??” Setelah kedua tangan Anyelir terikat kencang, dengan kasar Daniel meghempaskan tubuh kekasihnya di ranjang. Lalu dengan kasar membuka kancing baju Anyelir. Tumben gadis itu meronta. Kini terlihat bra berwarna hitam berenda yang masih membungkus kedua bukit gadis itu. Seakan risih di pandangi Daniel seperti itu, Anyelir berusah memiringkan badanya, agar bisa tengkurap. Namun secepat kilat tangan Daniel menahanya.
“Eitss..., aku belum membelainya cantik, kita bermain sebentar yach....?”
“Nggak sudi..!! Lepasin..!!”
“Tenang saja, ini yang terakhir kali kok, oke cantiku...”
Perlahan Daniel mulai melepas satu persatu pakaianya. Dan kini, ia telanjang tanpa sehelai pakaian menutupinya. Dengan sangat kasar sekali, ia menggoyang tubuh Anyelir, membuat gadis itu meronta, namun akhirnya menikmati permainan Daniel juga. Siang itu, terjadi pergulatan beberapa kali, hingga membuat Anyelir pingsan karena kecapekan. Setelah usai bermain dengan Anyelir, Daniel pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Sedangkan Anyelir masih pulas karena kelelahan. Danil kembali melepas dasi yang masih mengikat tangan Anyelir, dan memakainya lagi.
“Kini kamu tau siapa aku yang sebenarnya kan, sayang..? Makanya, kamu jangan menyulut emosiku, atau memprovokasiku, begini kan akibatnya, kamu jadi sasaran empuk aku..” Daniel berkata sambil memakai dasinya dan berdiri di depan Anyelir yang masih tertidur tanpa seheIai pakaian pun. Dengan sombongnya, sebelum keluar dari kamar tersebut, Daniel melemparkan uang 30 juta di samping Anyelir. Lalu berpesan kepada salah seorang pelayan kepercayaanya, kalau gadis yang berada di kamar pribadinya sudah keluar, ia harus membersihkan kamar tersebut.
__ADS_1
Keterlaluan..? Sedikit sih, agar Anyelir tak lagi berbuat seenaknya. Daniel segera meluncur meninggalkan hotelnya. Karena kini tujuanya adalah salon langgananya. Rupanya tanpa sepengetahuan Anyelir, Daniel sudah menjadi langganan Felly's Salon beberapa bulan ini. Selain palayananya memuaskan, para karyawan di salon itu sangat ramah dan sopan. Tentu saja itu didikan dari sang pemilik salon, Fellyana Andaresta. Wanita yang sudah berusia hampir menginjak kepala tiga itu, masih hidup melajang. Hidup berumah tangga sepertinya tak bisa membuatnya berpaling dari karirnya yang sedang naik daun, dan ia sangat ambisius sekali memiliki salon yang sangat besar dan terkenal suatu saat nanti. Pada tahap ini, Felly tengah serius dan optimis merintis salonya. Tak sia-sia dengan usahanya, kini salonya sudah terkenal, dan hampir puluhan ribu orang menjadi langganan tetapnya.
BERSAMBUNG