
Visual Nathan
Visual Dani
Visual Daniel
Visual Anyelir
Visual Evan
Ketakutan Dani belum juga hilang. Tubuhnya masih gemetaran. Kata-kata dan kehadiran Nathan sedikit menenangkanya. Entah kenapa, setiap kali Dani berada di dekat Nathan, hati Dani merasa tenang. Perlahan Dani berdiri di bantu oleh Nathan. Terlihat jelas sekali di wajah Dani kalau ia sangat takut. Tanganya yang gemetaran, di rasakan oleh Nathan.
“Non yang tenang yach? Nggak usah takut lagi. Mas Daniel nggak akan menyakiti non Dani kok..” ucap Nathan yang kini membimbing Dani ke ranjangnya.
“Saya permisi dulu Non, sebaiknya buat istirahat saja, kalau masih takut, kunci saja pintunya...” ucap Nathan.
“Na...Nathan, terima kasih..” ucap Dani lirih. Nathan mengangguk, melangkah meninggalkan kamar Dani.
Sungguh suami yang tak waras. Kenapa sama istri sendiri bersikap kasar. Gua nggak habis fikir, apa kurangnya non Dani, manis iya, sabar lagi. Dunia sudah terbalik.
Nathan yang memasuki kamarnya, segera merebahkan tubuhnya. Fikiranya masih kepada Dani, majikan mudanya. Seandainya saja tadi ia tak mengetuk pintu tepat pada waktunya, mungkin Daniel sudah bersikap kasar kepada Dani.
Nathan menghela nafas panjang. Di satu sisi, ia adalah seorang pengawal, yang harus patuh kepada Daniel, di satu sisu, ia kasihan kepada Dani, istri majikanya yang di sia-siakan. Harus bagaimana ia menyikapinya, membuatnya bingung.
Dani yang sudah mengunci pintu kamarnya, dan sudah berganti baju, segera menyembunyikan dirinya di balik selimut. Mengistirahatkan badan dan hati serta fikiranya yang penat.
“Hallo, iya pah, kenapa...?” ucap Daniel yang menelfon papanya balik.
“Daniel, bagaimana bulan madu kamu?”
“Menyenagkan pah. Terima kasih atas hadiah kecil dari papa..?” jawab Daniel sambil nyinyir.
“Kamu udah ajak dia jalan-jalan..?”
“Belum pah. Daninya masih capek katanya. Rencananya besok, Daniel ajak dia mengunjungi tempat wisata di Phuket..”
__ADS_1
“Baguslah. Ya sudah kalian istirahat saja. Ngomong-ngomong, Daninya ke mana?” tanya tuan Wijaya.
“Oh, Daninya sudah tidur pah. Kecapekan...”
“Ya sudah kalau begitu...”
Tuan Wijaya menutup telfonya. Sementara Daniel, merebahkan tubuhnya di ranjang.
Cuupp
Kecupan dari bibir Anyelir, membangkitkan gairah Daniel.
“Berarti besok kita jalan-jalan dong..?” kata Anyelir yang rupanya menguping pembicaraan antara Daniel dan papanya.
“Iya. Terpaksa deh aku ajak gadis sialan itu. Untuk jaga-jaga saja, kalau-kalau papa pengen liat foto aku sama dia. Tapi cuma pas foto aja aku bersamanya, selain itu, ogah deket sama dia.”
“Ooohhh, sayang, emmmffhhh...” ucap Anyelir yang kemudian memainkan bibir Daniel. Malam itu kembali adegan mesum antara Daniel dan Anyelir kembali terjadi. Keduanya sama-sama bergumul, bercumbu dan terbang ke awang-awang dengan nafas yang memburu dan keringat yang membasahi tubuh mereka. Dan akhirnya terkulai lemas karena kelelahan.
Pagi di Phuket.
“Nathan, tolong kamu bilang sama Dani, kalau hari ini saya akan mengajaknya berkeliling Phuket..” ucap Daniel yang menelfon Nathan, pengawalnya.
“Baik mas Daniel, saya akan sampaikan...”
Tok tok tok
Suara pintu kamar Dani di ketuk, membuat gadis itu terkejut dan turun dari ranjangnya untuk melihat siapa yang mengetuknya.
“Nathan? Ada apa?” Begitu manis dan cantik alami saat ia bangun tidur. Bahkan dalam keadaan tidak berdandan sama sekali.
“Maaf non, saya di suruh mas Daniel untuk memberitahu non bahwa hari ini, mas Daniel akan mengajak non mengunjungi tempat wisata di Phuket. Mengingat besok, adalah hari terakhir non dan mas Daniel berada di sini. Sekarang juga, non di suruh bersiap-siap..”
“Maaf Nathan, tolong katakan padanya, aku nggak mau ikut.”
“Nona yakin?” tanya Nathan memastikan.
“Iya, saya akan tinggal di kamar saja...”
“Baiklah kalau begitu. Saya akan sampaikan kepada mas Daniel. Saya permisi, Non..”
“Silahkan..”
Setelah Nathan pergi, kembali Dani menutup pintu kamarnya. Sedangkan Nathan, mengetuk pintu kamar Daniel, untuk memberitahu kalau Dani menolak untuk ikut berwisata hari itu.
“Apa..? Dia menolak untuk ikut? Memangnya siapa dia?” ujar Daniel yang terlihat geram karena penolakan Dani.
__ADS_1
Mengerti akan suasana hati tuanya, Nathan memberikan saran kepada Daniel.
“Kalau mas Daniel bersikeras mengajaknya, sebaiknya mas Daniel membujuk non Dani, tapi dengan halus, supaya mau ikut...”
“Baiklah. Boleh juga saran kamu Nathan..”
“Kalau tidak ada yang saya kerjakan lagi, saya permisi dulu mas Daniel..”
“Iya Nathan, silahkan.”
Setelah Nathan pergi, Danriel segera pergi ke kamar Dani.
Sesuai saran Nathan, ia mengetuk pintu kamar Dani dengan pelan terlebih dahulu.
“Mas Daniel..?” ucap Dani ketika tau siapa yang mengetuk pintu kamarnya.
“Boleh saya masuk?” tanya Daniel dengan sopan.
Kenapa lagi mas daniel. Tadi malam begitu, sekarang begini? Benar-benar membuat aku bingung. Kesambet apa dia sekarang.
“Silakan mas Daniel...” Agak ragu, Dani mempersilakan suaminya masuk.
“Kalau boleh tau, ada apa mas datang ke sini?” Daniel tak menjawab. Ia berdiri di depan Dani dan menatap wajah gadis. yang berstatus istrinya itu.
“Kenapa kamu gak patuh? Apa alasanya kamu menolak aku ajak jalan-jalan hari ini?”
“Maaf mas Daniel, saya tidak ingin ke mana-mana. Saya di sini saja..”
“Pokoknya kamu harus ikut, Jangan membantah...!”
“Tapi mas...” Jawaban Dani membuat Daniel jengkel dan kesal. Lalu ia mendekati Dani.
“Kalau kamu tidak mematuhi perintah saya, aku akan ajak kamu pulang sekarang dan aku akan bilang di depan nenek kamu, aku akan menceraikan kamu, karena kamu istri tidak berbakti. Mau...?” Mendengar ancaman Daniel, Dani tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti apa mau dan perintahnya. Karena perasan neneknya yang menurutnya lebih penting dari segalanya.
Dan akhirnya, hari itu Dani ikut Daniel mengunjungi tempat-tempat wisata di Phuket. Walaupun melihat tempat-tempat yang bagus, namun hati Dani tidaklah bahagia. Selain karena terpaksa, juga ada Anyelir.
Pertama, mereka mengunjungi wisata Big Budha. Sebuah tempat wisata dengan pemandangan sebuah patung Budha yang sangat besar sekali. Untuk menunjukan kepada papanya kalau ia mengajak Dani jalan-jalan, ia memaksa Dani berfoto bersamanya. Setelah dari Big Buda, Daniel menuju Karon View Point. Sebuah wisata yang merupakan tempat melihat keindahan pantai Karon dan pantai Kata dari ketinggian. Sangat bagus untuk mengabadikan momen indah dan berfoto.
Dani terlihat capek sekali. Mengikuti Daniel hari itu. Selama itu pula, ia harus melihat kemesraan antara Daniel dan Anyelir. Setelah dari Karon View Point, Daniel melanjutkan ke Phi phi island. Sebuah pulau kecil yang sangat indah, dengan sajian teluk dengan pantai yang berpasir putih, yang bernama Maya Bay, menambah keindahan pulau itu. Rasa lelah Dani terobati sudah melihat keindahan pulau itu.
Nathan yang melihat nona mudanya tersenyum, entah kenapa hatinya begitu lega.
Tempat terakhir yang mereka kunjungi adalah Phuket Weekend Market. Sebuah kawasan wisata belanja dan kuliner yang sangat terkenal.
BERSAMBUNG
__ADS_1