
“ Kecantikan yang sesungguhnya bukan datang dari fisik, atau wajah. Kecantikan yang sesungguhnya, datang dari dalam hati seseorang ”
***
Bak putri raja, Dani mberjalan membelah keramaian di tengah pesta Daniel. Pandangan semua tamu terfokus kepada Dani. Dengan menggunakan gaun putih, yang di belikan oleh Daniel, ia terlihat anggun sekali. Dengan panjang gaun sebatas bawah lutut, menampakan sepasang kakinya yang indah tanpa lemak sedikitpun.
“Siapa gadis itu, cantik sekali..” celetuk seorang pemuda, salah satu tamu undangan Daniel kepada temanya.
“Nggak tau, tamu spesial barangkali..” jawab teman si pemuda itu.
“Sayang, lihat siapa yang datang.” Bisik Anyelir kepada Daniel.
Daniel yang tengah berbincang di temani oleh Anyelir, terkesiap melihat siapa yang datang. Mulutnya seakan terkunci, matanya terpana, melihat istrinya, gadis kampung yang selalu saja ia buat menderita, malam ini bagaikan putri raja. Sungguh, baru kali ini Daniel melihat penampilan Dani berbeda. Ia berjalan ke arah Daniel dengan tenang.
Kak Dani, cantik sekali malam ini..
Tak kalah terkesiapnya, Evan yang betdiri bersama Nathan, terkejut melihat kakak iparnya sangat cantik malam ini. Nathan tersenyum penuh sejuta makna, kala mata Dani beradu pandang denganya.
Gadis bodoh itu datang juga.
Gumam Daniel yang tak lepas pandanganya dari Dani.
“Selamat ulang tahun mas Daniel, semoga mas Daniel selalu di beri kesehatan, rizki yang lancar, dan Dani doain, semoga mas bahagia selalu. Oh iya, ini hadiah yang tak seberapa dari Dani..” Setelah mengucapkan selamat, Dani memberikan kotak kecil berisi dasi yang baru ia beli tadi siang bersama Ken. Daniel menerima kado dari Dani dengan masih bengong. Ia masih saja menatap Dani yang berdiri di hadapanya. Dengan sedikit kasar, Anyelir mencubit pantat Daniel, membuat lelaki itu tersadar.
“Oh iya, terima kasih..”
Dani tersenyum kepada Anyelir. Penuh arti sekali. Tiba-tiba seseorang menyeletuk dari belakang.
“Maaf, anda nyonya Dani kan? Istri tuan Daniel Wijaya Permana..?”
Suara itu mengejutkan Dani beserta semua hadirin. Dani menolehkan kepalanya, dan di belakangnya sudah berdiri seorang perempuan muda, berparas cantik memakai gaun maroon. Dia salah seorang tamu undangan Daniel malam itu.
“Iya nona, benar sekali..” jawab Daniel menyahut.
“Terus kenapa yang berdiri di samping tuan Daniel bukan anda..? Kenapa wanita itu? Sebenarnya ada hubungan apa tuan Daniel dengan dia..?”
“Maaf, pertanyaan anda bersifat pribadi sekali, nggak etis anda menayakan di depan umum seperti ini..” jawab Dani berusaha menjaga nama baik nama Wjaya permana.
__ADS_1
“Tapi ini di depan umum lo, suami anda mengajak wanita lain.” Cecar wanita tersebut.
Dani terdiam. Ia gantian menatap Daniel dan Anyelir.
“Maaf, saya permisi..” ucap Dani kepada nona muda tersebut.
“Tungggu..!!” ucap Anyelir menghentikan langkah Dani. Daniel menatap Anyelir heran. Dan Anyelir menghampiri Dani.
“Saya akan jawab pertanyaan anda. Saya adalah kekasih Daniel Wijaya permana yang terlebih dahulu mencintainya. Gara-gara wanita ini, saya tidak jadi menikah dengan kekasih saya. Karena perjodohan, entah sudah di rencanakan gadis ini atau tidak, saya tidak tahu. Yang pasti, dia adalah wanita perusak hubungan di antara kami. Sekarang anda mengerti bukan, jawaban atas pertanyaan anda sendiri?”
Dasar mulut kotor. Moga kamu Baik-baik saja Rani.
Tangan Nathan mengepal menahan amarah, mendengar Anyelir mempermalukan Dani di depan umum.
“Keterlaluan sekali Anyelir..” gumam Evan.
“Anye..!!” ucap Daniel dengan tegas. Dani hanya berdiri terpaku. Mendengarkan semua ocehan Anyelir. Bukanya takut, ia mempersiapkan jawaban yang tepat.
“Sudah bicaranya..?” seru Dani menyahuti Anyelir.
“Sudah saatnya saya bicara. Selama ini saya diam, hanya karena menjaga perasaan papa mertua dan nenek saya. Namun semakin ke sini, saya sudah tidak tahan lagi. Untuk mas Daniel, kamu tidak perlu lagi menutupinya. Pertama saya datang ke rumah mas, hati saya tulus ingin mengabdi sebagai seorang istri, walaupun saya tau kamu tidak mencintai saya sama sekali. Saya sadar, saya perusak hubungan di antara kalian. Saya mencoba untuk bertahan, mas mengajak wanita ini tidur di mana pun mas menginginkanya, saya hanya diam....”
“Kalau saya jadi istrinya, saya akan labrak tuh kekasihnya..” celetuk seorang ibu-ibu.
“Sungguh wanita dan istri yang sangat sabar sekali nona Dani..” Begitulah pujian yang di tujukan kepada Dani.
Mendengar komentar para tamu yang tak mengenakan, hati Anyelir semakin panas. Ia berjalan mendekati Dani.
Plaaaakkk
Sebuah tamparan mendarat di pipi Dani yang di layangkan oleh Anyelir.
“Raannn...!!” teriak Nathan namun tertahan dan masih berusaha tetap berdiri di tempatnya.
“Anye...!!” Dengan spontan Daniel berteriak melihat Dani di tampar seperti itu. Bukanya marah, Dani malah membalas dengan senyuman.
“Terima kasih Anyelir. Seumur hidup, saya belum pernah di tampar seperti ini. Kejadian hari ini, akan saya ingat semur hidup saya. Dan kamu mas Daniel, saya punya perasaan, sabar juga ada batasnya. Dapatkah mas membayangkan, betapa tersiksanya hati Dani dengan semua kelakuan mas? Cinta yang dulu sempat ada, kini musnah lah sudah. Untuk cemburu kepada kalian berdua saja sudah tidak ada. Untuk kamu Anyelir, saya akan kembalikan mas Daniel kepada kamu. Kamu nggak usah khawatir, secepatnya aku akan pergi dari sisinya, supaya tidak ada lagi beban di hati aku..” Dani berkata dan tersenyum.
__ADS_1
“Bicara apa kamu!!” Bentak Daniel kepada Dani.
“Sudah cukup mas, ini kan yang mas mau..?”
“Kalau saya tidak mau bagaimana?” ucap Daniel dan mengganggam tangan Dani.
“Lepaskan tangan saya mas..!” Dani menepis tangan Daniel dan membalikan badanya untuk pergi meninggalkan pesta Daniel. Merasa kekasihnya di permalukan seperti itu, Anyelir mengejar Dani yang berjalan. Dengan sekuat tenaga, Anyelir menarik tangan Dani, membawanya ke pinggir kolam, dan semua orang kaget menyaksikan peristiwa tersebut.
Byuuuurrrrrrr
Anyelir mendorong tubuh Dani, dan terceburlah Dani. Karena tak bisa berenang, tubuh Dani langsung tenggelam. Banyak air yang tertelan olehnya, karena ia sangat panik. Tak tinggal diam, Nathan segera menceburkan diri ke kolam untuk menolong gadis pujaanya. Bersamaan dengan itu, Daniel juga akan menolong Dani, namun keduluan oleh Nathan. Daniel hanya bisa menatapnya.
“Nathan...?” ucap Daniel dan Evan lirih secara bersamaan.
“Whaaattt...!!” teriak Anyelir kaget melihat Nathan menolong Dani.
Tanpa babibu lagi, Nathan yang berhadil meraij tubuh Dani, membopong tubuh gadis itu dan membawanya ke atas kolam. Ia berjalan membawa Dani melewati Daniel yang berdiri di pinggir kolam.
“Berani-beraninya kamu..!!” Hardik Daniel dengan ketus saat Nathan berhenti tepat di hadapanya. Sedangkan Dani sedikitpun tak menatap Daniel. Ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Nathan, karena kepalanya sedikit pusing.
“Saya berani berbuat seperti ini karena kamu Daniel. Saya akan lebih nekat lagi jika melihat dia kamu sakiti, mengerti..!?” jawab Nathan yang membawa Dani pergi dari hotel milik Daniel tersebut. Acara ulang tahun pun kacau. Daniel dengan geram meninggalkan ruangan itu, di ikuti oleh Anyelir mengejar Nathan.
“Berhentii...!!” teriak Daniel dan Nathan menghentikan langkanya.
“Kamu istri aku, pulang bersamaku sekarang juga..!!” teriak Daniel.
“Nathan, bawa aku pergi dari sini..” ucap Dani pelan.
“Iya, Rani..” jawab Nathan dengan lembut, dan tanpa menghiraukan Daniel, Nathan pergi meninggalkanya. Daniel menjadi geram. Ia menghantam tembok dengan tanganya.
Semua tamu undangan bubar. Dengan sedikit membanting, Daniel membuka dan menutu pintu kamar hotel pribadinya.
“Kenapa sih kamu seperti itu. Kamu nggak melihat aku, hargain dong kalau aku ini orang yang sudah menemani kamu selama ini..?” ucap Anyelir yang sudah berada di dalam kamar Daniel.
“Diamm...!!! Gara-gara kamu semuanya jadi kacau balau begini, kamu sadar nggak sih? Haahh...!!” Bentak Daniel sambil menunjuk wajah Anyelir.
“Bukanya berterima kasih malah meneriaki aku seperti itu..!! Mau kamu apa..!!” Gantian Anyelir yang berteriak kepada Daniel.
__ADS_1
BERSAMBUNG