
Tiinngggg
satu pesan masuk ke ponsel Dani. Gadis itu terlihat menghentikan obrolanya dengan tante Ema, dan melihat sebentar layar ponselnya.
Nathan..? Ada apa dia mengirim pesan kepadaku..?
Dani segera membuka pesan tersebut.
- Rani, aku ingin memberitahu kabar gembira. Coba tebak, berita apa yang akan aku sampaikan..?
- Nathan, mana aku tau?
- Ya, asal tebak saja Ran, siapa tau kamu benar menebaknya...
- Mm.., kamu dapat undian barangkali..?
- Salah, coba denger baik-baik ya, hari ini aku di terima kerja di hotel mas Evan, sebagai sekertaris pribadinya, sebentar lagi, aku bisa membahagiakan kamu, gadis yang sangat aku sayangi..
Dani tersenyum sendiri. Itu membuat tante Ema menjadi penasaran.
“Dani, kamu baik-baik saja kan?” Dani menoleh ke arah tante Ema sejenak.
“Hehe, gak papa kok tante..”
Dani melanjutkan mengirim pesan kepada Nathan.
- Selamat ya, atas pekerjaan kamu, sekali lagi saya ucapkan selamat dan semangat..
Tak lupa Dani menambahkan emoji tersenyum di akhir pesanya. Itu membuat Nathan semakin bersemangat saja untuk meraih cita-citanya. Demi Dani, Nathan rela melakukan apapun untuk kebahgiaanya.
- Terima kasih Rani, tunggulah aku, dan aku akan menunggu kamu sampai waktunya tiba nanti. Jangan lupa makan yach?
- Oke. Selamat bekerja kembali..
Keduanya segera mengakhiri pesan mereka. Nathan tersenyum simpul, lalu kembali melanjutkan pekerjaanya. Balasan pesan dari Dani bagaikan vitamin penambah energi buatnya, apalagi bila bertemu dan melihat senyum di wajah gadis itu, ibarat orang yang sekarat, itu menjadi sebuah obat yang bisa menyembuhkanya dari sakit kronis.
Hari itu menjadi hari yang bersejarah dalam hidup Nathan. Untuk pertama kalinya, ia bekerja sesuai dengan jurusan yang ia tekuni saat kuliah. Sudah beberapa pekerjaan ia lakukan, namun semuanya tidak sesuai dengan apa yang di pelajarainya. Semua itu terpaksa ia lakukan demi menyambung hidupnya. Kini, ia bertemu dengan orang yang tepat. Dengan senang hati, ia mulai melakukan pekerjaanya.
Tok tok tok
“Masuk, Laras...”
__ADS_1
Sekertaris Evan masuk. Dengan langkah yang agak centil, ia menghampiri Evan, bosnya.
“Ada apa Bapak memanggil saya..?” Dengan sedikit gaya menggoda, Laras berusaha mencari perhatian Evan.
“Setengah jam lagi, umumkan kepada semua staf hotel, ada rapat pleno..”
“Setahu saya, nggak ada klien yang akan datang, Pak..?”
“Bukan soal klien, tetapi tentang karyawan baru..” Jelas Evan, sembari menunjuk Nathan yang ada di ruang kerjanya.
“Owhh...” sahut Laras sambil membulatkan bibirnya.
“Sebaiknya segera kamu laksanakan mulai dari sekarang Laras, saya segera ingin memperkenalkanya..”
“Baiklah pak, saya permisi..”
Evan mengangguk, Laras segera keluar meninggalkan ruangan yang sangat luas dan elegant itu. Dengan hitungan jari saja, Laras sudah mengonfirmasikan tentang rapat pleno yang akan di adakan setengah jam lagi. Tentang kedatangan Nathan di hotel tersebut, tak banyak yang tau. Kini tibalah saat yang di tunggu. Semua staf hotel, berkumpul di ruang meeting dan duduk di kursi yang telah di sediakan mengelilingi meja yang biasa di gunakan untuk rapat. Ac ruangan mulai di nyalakan. Evan masuk, di ikuti oleh Nathan di belakangnya.
“Silakan duduk Nathan..” ucap Evan mempersilakan Nathan duduk di kursi yang ada di sebelahnya. Sedangkan Evan, berdiri untuk memimpin jalanya rapat.
“Selamat siang saudara-saudara. Maaf, saya telah mengganggu sedikit waktu kalian. Bukan apa-apa, dan bukan menyangkut soal hotel. Siang ini, hotel kita telah kedatangan seorang karyawan baru, dan dia adalah saudara Nathan Arjuna, orang yang saya rekrut langsung menduduki sekertaris pribadi saya, untuk saudara Nathan, silakan anda memperkenalkan diri...” Dengan tenang, Nathan berdiri dari duduknya. Ia mulai memperkenalkan diri di depan semua staf hotel yang ada di dalam ruangan itu.
“Selamat siang semuanya, pertama-tama, perkenalkan, nama saya Nathan Arjuna, saya karyawan baru di hotel milik bapak Evan, saya di rekrut langsung oleh beliau, dan di tempatkan menjadi skertaris pribadi beliau, untuk itu, saya mohon bimbingan dan kerja sama dari saudara-saudara sekalian..” ucap Nathan dengan hormat dan sedikit membungkukan badanya kepada semua yang hadir di dalam ruangan tersebut. Tak lama, setelah Nathan selesai berbicara, tepuk tangan yang sangat meriah menyambutnya.
“Terima kasih...” jawab Nathan. Begitulah, perkenalan Nathan berlangsung kurang lebih selama satu jam. Selain karyawannya terkenal ramah, mereka juga welcome kepada karyawan baru, tidak membedakan sama sekali. Mereka menganggap keluarga bagi siapa saja yang bekerja di situ. Itu yang selalu Evan ajarkan dan terapkan kepada semua karyawanya tanpa terkecuali.
Tak heran, selama di pegang oleh Evan, Beverly Hils hotel mengalami peningkatan saham yang cukup drastis. Amazon Hotel yang di pegang oleh Daniel saja sampai kalah. Benar-benar suatu kerja keras yang optimal. Bagi Evan, dan prinsip dalam hidupnya, ia tak akan pernah mengecewakan orang yang benar-benar memberikanya sebuah kepercayaan, yaitu papanya, tuan Wijaya Permana. Dan ia tak akan mencemarkan nama baik papanya yang sangatlah tersohor di kalangan bisnis perhotelan.
Amazone Hotel
“Hallo yank, ada apa..?” Terdengar suara Daniel menjawab telefon dari Anyelir, sang kekasih.
Siang itu sengaja Anyelir mengingatkan tentang pesta ulang tahun Daniel, karena ia ingin segera membuktikan bahwa cinta Daniel hanyalah untuknya seorang, terlebih kepada Dani. Anyelir berniat mempermalukan Dani di depan teman-teman Daniel, dan membuatnya kalah secara telak. Rupanya dendam dan kebencian Anyelir sudah mendarah daging kepada Dani. Karena Dani, kini ia gagal menikah dengan Daniel, orang yang sudah menjadi pacarnya, dan menerima kesucian dirinya berulang kali.
“Kamu nggak lupa kan hari ulang tahun kamu? Pesta kamu dan janji kamu kemarin?” Cecar Anyelir secara membabi buta.
“Engga lah, kamu yang tenang dong Anyelir sayang, aku udah siapin semuanya, sedetail-detailnya, bahkan gaun yang akan kamu pakai pun, aku sudah membelinya..”
“Waaoowww..!! Amazing..!! Love u Danielku sayang..!!”
“Siapa dulu dong, Daniel Permana Wijaya..., hahah..”
__ADS_1
Iya, Daniel permana Wijaya yang bodoh, gampang sekali masuk jebakan rayuanku, sebenernya, kalau kamu nggak kaya, aku nggak bakalan ngejar kamu juga kali, cuma karena harta kamu saja, aku rela menyerahkan kesucianku, demi Ega, lelaki yang sangat aku cintai, dan tak lain adalah sahabat kamu sendiri
Anyelir menyeringai, mendengar ucapan Daniel yang terdengar sombong.
Puas-puaslah tertawa, sebelum tawa itu sirna dari bibir kamu Daniel.
“Hallo, Anyelir? Kamu masih di situ kan?”
“I...iya Daniel, aku masih di sini kok. Eh ngomong-ngomong, besok acara ultahnya, kamu adain di mana, sayang?”
“Di hotel aku sendiri lah, sekalian promosi, biar orang-orang tau akan Amazone Hotel...”
“Mmm, bener juga. Baiklah kalau begitu. Sampai besok malam sayang....”
“Iya sayang, Love u, emmuachh...” Anyelir membalas hal serupa, tak berselang lama, mereka saling mengakhiri bertelefonan.
Kamu pikir aku sebodoh itu? Enggak Anyelir, aku hanya ingin menggunakan kamu untuk membuat Dani cemburu. Karena kamu sama saja dengan cewek matre lainya, yang hanya menginginkan uangku saja.
Tuuuuutttt
“Clara, ke ruanganku sebentar..!”
“Baik, pak Daniel..” Sekertaris Daniel segera bergegas menuju ruangan bosnya. Karena panggilan mendadak, sang sekertaris tanpa bertanya ada perlu apa gerangan, langsung mengiyakan perintah atasanya.
Tok tok tok
“Masuk...” Perintah Daniel, dan kini munculah Clara di ruang kerjanya.
“Maaf pak, ada apa bapak memanggil saya?” tanya Clara agak heran. Karena setahunya, tak ada hal penting dalam buku agenda Daniel.
“Duduklah, saya ingin minta pendapat kamu saja..”
“Kalau boleh tau, tentang apa pak Daniel..?”
“Gaun pesta..”
“Untuk..?”
“Istri saya..”
“Oh iya pak, saya mengerti..”
__ADS_1
Daniel menghidupkan laptopnya, dan menampilkan beberapa gaun pesta hasil rancangan beberapa perancang busana terkenal.
BERSAMBUNG