Cinta Nathan

Cinta Nathan
Episode 98


__ADS_3

Plaaakkkkk


Sebuah tamparan mendarat di pipi Anyelir. Daniel begitu geram melihat Dani di siram juice oleh Anyelir. Ia tak dapat menahan kesabaran lagi.


“Ka...kamu berani nampar aku Daniel..?” ucap Anyelir yang memegang pipinya.


“Iya! Kenapa..? Dia istriku, dan kamu berani menghinanya di depanku. Suami mana yang tak marah jika melihat perempuan lain memperlakukanya dengan buruk..!! Sebaiknya kamu pergi sebelum aku bertambah marah lagi..!!”


“Dasar laki-laki brengsek..!! Aku yang lebih dulu menjadi kekasihmu, kenapa dia yang kau nikahi..!!” teriak Anyelir dengan keras dan membuat pengunjung restauran yang tengah makan menujukan pandangan ke arah mereka. Ada yang berbisik mendukung Anyelir, ada yang kasian melihat Dani, dan ada juga yang hanya menggelengkan kepala.


“Mas Daniel, mbak Anye, Dani mohon sudah, jangan bertengkar di sini..”


“Diam kamu perempuan perebut pacar orang..!! Aku muak liat kamu yang sok manis..!! Hiiihhhhhh....!!!” Di akhir ucapanya, Anyelir menjambak rambut Dani hingga membuatnya berteriak kesakitan.


“Awwww...!!”


“Anye..!! Lepaskan..!!” teriak Daniel yang spontan menolong Dani. Dengan kasar, Daniel mendorong tubuh Anyelir hingga terhuyung beberapa langkah ke belakang.


“Security...!!!” Panggil Daniel dengan keras, dan seorang security masuk menghampiri mereka.


“Iya tuan, ada apa ini..?” tanya sang security yang terengah karena habis berlari.


“Tolong usir wanita ini, karena telah membuat keributan..!” ucap Daniel dengan sorot mata yang sangat tajam kepada Anyelir.


“Tidak perlu tuan Daniel yang terhormat, saya bisa keluar sendiri...!!” ucap Anyelir tak kalah tajamnya.


Anyelir membalikan badan dan berjalan setelah berkata kepada Daniel. Gadis itu semakin memendam kebencian yang tiada tara kepada Dani. Gadis yang kini seratus persen membuat Daniel berubah sikap kepadanya. Sedangkan security, setelah Anyelir pergi, ia juga berlalu dari tempat itu.


“Dani, maafkan Anyelir yang telah membuat keributan dan membuatmu jadi begini....” ucap Daniel yang mengelap wajah Dani dengan sapu tanganya. Tak hanya itu, ia juga menutupi tubuh Dani dengan jas yang di pakainya, karena tumpahan air jiuce mengenai bajunya sehingga menjadi kotor.


“Nggak papa kok mas...”


“Mas Daniel, Rani...? Kenapa dengan kamu Ran..?” tanya Nathan yang memberondong dari belakang.


“Loh, kamu ada di sini Nath...?” ucap Dani yang kaget melihat Nathan sudah berdiri di samping Daniel.


“Nathan, kamu sudah sampai..? Maaf Dan, tadi mas merahasiakan dari kamu kalau Nathan ingin bertemu kamu dan meminta mas mengantarmu ke restoran ini..”


“Oww begitu? Ceritanya kalian bersekongkol? Oke...!”


“Kamu jangan ngambek Dan, kan sekongkolnya dalam hal kebaikan..?”


“Iya Ran, maafin kami. Kalau boleh tau, ini ada apa mas..?”


“Tadi ada sedikit keributan. Gara-gara Anyelir, Dani jadi begini. Sekali lagi maaf Dani..”

__ADS_1


“Iya mas Daniel, nggak papa, jangan minta maaf terus. Bukanya saya munafik, marah sih iya, tapi buat apa saya marah, kalau ujung-ujungnya malah bikin hati jadi sakit sendiri..”


Nathan dan Daniel tersenyum. Sungguh bijak sekali perkataan Dani.


“Emm, Nathan, karena kamu sudah datang, saya akan pergi. Titip Dani yach, kalau sudah selesai tolong antar dia pulang..” ucap Daniel yang tersenyum manis kepada Dani dan juga Nathan.


“Mas Daniel mau kemana..?” ucap Dani menahan Daniel dengan menggenggam tanganya. Nathan sempat agak merasa gimana gitu, tapi balik lagi, kepada dirinya. Dia gak boleh cemburu.


“Mau pulang Dan, kan Nathan sudah datang?”


“Mas makan bersama kami saja, lagian kan mas bilang, ini makan terakhir bersama kita di luar, selain itu, Dani ngak enak, tadi udah di liatin banyak orang..”


“Iya mas Daniel, makan bersama saja...”


“Baiklah kalau kalian memaksa..” jawab Daniel menepuk tangan Dani yang masih menggenggam tanganya.


Tahan Nathan, kamu jangan cemburu.


Gumam Nathan dalam hati yang sebenarnya cemburu dikit. Daniel kembali duduk di ikuti oleh Nathan. Setelah memesan makanan, beberapa saat kemudian, pelayan datang membawa hidangan yang telah di pesan oleh Daniel dan juga Nathan.


“Gimana kabarnya tuan Wijaya mas..?” tanya Nathan tiba-tiba.


Mendengar nama yang di sebutkan oleh Nathan, membuat Dani terdiam tiba-tiba.


“Liburan..?”


“Iya liburan. Tentu saja saya akan mengajak Evan juga, apa kamu setuju Dani..?”


“Terserah mas saja. Saat ini Dani juga butuh ketenangan. Liburan adalah ide yang tidak buruk..”


“Kalau mas Daniel dan Rani setuju, saya ikut saja..” ucap Nathan tersenyum.


Acara makan bersama siang itu lancar. Karena Daniel berhasil mengalihkan pembicaraan, sebab ia paham akan isi dan suasana hati Dani. Melihat Dani tidak murung lagi, itu cukup membuat hati Daniel lega dan bahagia.


“Hallo, lu di mana Mon..?”


Terlihat Anyelir sedang berbicara dengan seseorang. Saat ini, ia berada di dalam mobil yang ia parkirkan di pinggiran jalan yang terletak di depan sebuah taman bermain.


“Gua di rumah temen, kenapa Nye, dari nada bicara kamu, kamu lagi memendam amarah..? Jangan bilang lu abis berantem..”


“Semua ucapan kamu benar. Bisa kita ketemu? Aku mau bicara penting sama kamu..”


“Bisa sih, di mana dan kapan..?”


“Sekarang juga, kita ketemu di cafe biasa, oke...?”

__ADS_1


Lelaki yang di telfon Anyelir, yang bernama Ramon, langsung saja mengiyakan perintah Anyelir. Ramon tak lain adalah teman Anyelir sejak kecil. Hingga sampai saat ini, bila Anyelir sedang memerlukan bantuan, Ramon akan siap sedia pasang badan membantunya.


Deru mobil yang seakan berpacu dengan waktu, meluncur menuju cafe yang di sepakati oleh Anyelir dan Ramon. Bagaikan kerasukan, Anyelir melajukan mobilnya dengan kencang. Hatinya panas. Balas dendam. Itulah kata dan niat yang saat ini memenuhi fikiranya.


Kepada Daniel dan Dani tentunya. Entah apa yang sudah terencana di otaknya. Sesekali Anyelir tersenyum menyeringai sendiri selama dalam perjalanan.


Tunggu saja, kalian akan menerima balasan atas perbuatan kalian. Karena telah mempermalukan aku di depan orang banyak. Kalian akan tahu sedang berhadapan dengan siapa. Jangan sebut nama Anyelir bila tidak bisa membuat kalian berdua bertekuk lutut memohon ampun kepadaku.


Ciiiiiiiiiiiiiiiitttttttt


Seketika Anyelir menginjak rem secara mendadak. Bagaimana tidak, tiba-tiba saja ada pengendara sepeda motor yang hampir ia tabrak. Dengan geram Anyelir berteriak kepada si pengendara tersebut, sambil melongokan kepalanya melalui kaca jendela mobil yang ia buka.


“Wooii...!! Bisa naik motor nggak sih..?? Liat kanan kiri dong..!!! Dasar sialan..!!!”


Sang pengendara yang mengerem motornya tepat waktu, menoleh ke arah Anyelir. Ia turun dari motor balapnya dan menghampirnya dengan masih memakai helm balapnya.


“Sudah tau salah, kenapa berteriak seolah orang lain yang salah. Sungguh pintar sekali anda membalikan fakta nona cantik..”


“Dasar pengendara ugal-ugalan. Kalau ngomong sama orang tu helmnya di buka. Nggak sopan tau..!!”


“Buat apa saya sopan kepada anda, sedangkan anda saja tak tau cara bersikap sopan kepada orang lain..”


“Bener-bener ya, bikin jengkel saja...!!” Dengan gusar, Anyelir keluar dari mobilnya.


“Sekarang mau di buka atau aku lempari helm kamu pakai sepatu aku..!!”


“Rupanya anda fans berat saya? Hingga begitu penasaranya ingin melihat wajah saya ini..? Baiklah..!”


Dengan coolnya si pengendara membuka helm balapnya. Anyelir begitu terhenyak melihat sosok wajh tampan yang berada di hadapanya. Belum pernah ia melihatnya.


Anjiirrr, ini manusia apa dewa sih..? Daniel aja kalah telak tampanya. Kenapa mataku tak bisa berkedip menatapnya.


“Woi....!! Kenapa bengong..?”


Anye tersadar saat cowok itu menyadarkan dengan suara kerasnya.


“Aku nggak tuli..!! Sekarang kamu minta maaf sama aku, karena kamu salah..!” Hardik Anyelir yang berusaha menutupi malunya, karena ketahuan kagum menatap cowok itu.


“Orang aneh...!!” kata cowok itu yang kembali memakai helmya dan dengan cepat naik ke atas motornya lalu meluncur meninggalkan Anyelir.


“Woii...!! Woii...!! Dasar cowok nggak sopan..!! Awas kalau nanti ketemu..!!”


Dengan gusarnya, Anyelir kembali masuk ke mobilnya dan menutup pintu mobilnya dengan suara yang sangat keras, dan kembali melajukan mobilnya dengan kencang untuk ketemuan dengan Ramon


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2