Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
singa betina


__ADS_3

"Iyha.. aku juga nggak nyangka punya anak di umur 21 tahun"


Rifqi menarik ara ke rooftop yang sudah di siapkan rifqi sebelum nya.


"Wahhh bagus bangett" ara kagum dengan keindahan dekorasi itu.


Rifqi merogoh saku nya. Ia mengambil kotak merah dari beludru.


Rifqi langsung berjongkok di hadapan ara.


"Aku bukanlah lelaki romantis. Bagimu, Ini mungkin sudah terlalu terlambat. Tapi bagiku, ini adalah awal dari segala nya. Aku harap kita bisa bersama selama nya sampai akhir hayat nanti. Tiara zaskia, maukah kau menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak anak ku?"


Ara terharu dengan ucapan rifqi.


Ara sudah tak mampu berkata kata lagi.


"Mau mas"


Rifqi langsung berdiri lalu menyematkan cincin istimewa itu di jari tengah istri nya karna jari manis nya sudah ada cincin pernikahan mereka.


Rifqi langsung memeluk ara erat.


3 menit


4 menit


Pelukan itu belum selesai juga.


Ara melepaskan pelukan rifqi.


Baru rifqi mau bertanya kenapa dilepaskan pelukan nya, ara sudah membungkam bibir rifqi dengan bibir nya.


Ara ******* dengan agresif.

__ADS_1


Rifqi terbelalak kaget melihat tingkah gemas istri nya itu. Ia langsung membalas ciuman ara dengan lebih agresif dan menuntut.


"Sayang, kau membangunkan adikku" bisik rifqi pada ara.


"Ouhh benarkah? Mari kita rayakan mas" goda ara.


Rifqi langsung membopong ara ala brydal style.


Mereka memasuki kamar yang tadi sudah mereka pesan.


"Jangan berisik, nanti qian bangun" bisik ara pada rifqi.


Mereka pun melakukannya walaupun baru saja melakukan perjalanan jauh.


pagi hari


....


mata nya mengerjap bangun.


yang pertama ia lihat adalah wajah anak nya yang sedang duduk di sampingnya sambil menepuk nepuk wajah nya.


"qian kenapa? qian mau bangunin papi? sini papi cium dulu anak ganteng papi"


rifqi langsung memeluk anaknya di dadanya.


"qian wangi,, udah mandi yha"


qian memberontak tak mau di peluk.


tapi rifqi malah tambah mengeratkan pelukan nya.


"huaaaaaa"

__ADS_1


qian menangis kencang. seketika rifqi yang tadi nya baru mengumpulkan nyawa langsung bangun.


ia melepaskan pelukan nya kepada anak nya dan berganti menggendong nya dan menimang nya.


"cup cup, jangan nangis," rifqi berusaha menenangkan anak nya namun tak kunjung diam.


tiba tiba pintu kamar mandi terbuka. nampak ara keluar kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi.


ara melotot melihat qian menangis. ia menatap tajam ke arah rifqi. sedangkan rifqi yang di tatap tajam pun menelan saliva nya susah payah lalu berusaha cengengesan menjinakkan singa betina nya.


"kamu apain mas sampe nangis gini?"


"enggak kok, nggak aku apa apa in"


"lha terus kenapa bisa nangis gini?!"


"ehh i itu anu.."


"bawa sini qian nya!!" titah ara masih dalam mode mengamuk.


rifqi langsung menyerahkan qian pada ara. ara langsung meraih qian dan menggendong nya.


"anak mami kenapa? cup cup, papi nakal yha? nanti biar mami sentil. cup cupppp" dan akhir nya qian langsung diam.


rifqi yang mendengar kata 'sentil' langsung menelan salivanya.


"dasar anak ini!" geram nya dalam hati.


"kamu buruan mandi gih mas, kata nya mau jalan jalan"


"iyhaa ini juga mau mandi" rifqi berjalan dengan langkah gontai menuju kamar mandi.


beberapa menit kemudian, rifqi telah keluar kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi.

__ADS_1


__ADS_2