Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
mulas (DillAldy)


__ADS_3

Setelah sarapan, ia mem packing apa saja kebutuhan nya jika melahirkan nanti.


Dilla merasa perutnya merasa mulas tapi hanya sebentar lalu lagi dan lagi.


Setelah selesai mempacking, Dilla ke lantai bawah bergabung dengan mama Mela, papa Reza dan Ara yang kebetulan datang.


"Baru sampe Ar? Qian mana?" Tanya Dilla pada Ara.


"Iya aku baru sampe, Qian ikut ke kantor lagi sama mas Rifqi"


Dilla mengangguk tanda mengerti.


Mama Mela sadar dengan wajah Dilla yang pucat.


"Wajah kamu kok pucat nak? Kamu sakit?" Tanya mama Mela.


Dilla menggeleng.


"Dilla nggak papa kok ma" jawab Dilla menenangkan mertua nya.


Semakin dirasa, mulas yang dialami Dilla semakin menjadi.


Dilla berjalan menuju dapur, karna tadi handphone nya ia taruh disana setelah ia mengambil sesuatu dikulkas tadi. Ia ingin mengabari suami nya terlebih dahulu.


"Halo mas,"


"Halo ada apa?"


"Mas, bisa anter aku kerumah sakit bentar nggak? Perutku agak mules"

__ADS_1


Wajah Aldy langsung pias, tak sanggup membayangkan jika istrinya benar benar akan melahirkan hari ini.


"Aku sedang ada meeting penting, aku janji 30 menit lagi akan sampai rumah"


"Baiklah mas tidak papa, lagian belum mules banget kok" jawab Dilla lalu mematikan telepon itu.


Dilla kembali berjalan menuju ruang keluarga tempat Papa Reza, mama Mela dan Ara berada.


Langkah Dilla sempat terhenti.


Ia menarik nafasnya perlahan, merasakan rasa sakit yang di alami nya. Setelah mereda, ia kembali melanjutkan langkah nya.


Dilla berjalan mondar mandir di ruang keluarga itu.


"Duduk sini nak" ucap mama Mela.


Dilla menggeleng


"Wajahmu pucat lo nak, perut kamu sakit?" Tanya mama Mela curiga karna dari tadi menantunya berjalan mondar mandir sambil memegangi perut nya.


Dilla mengangguk


"Tapi tadi pagi, Dilla ada flek dikit. Terus ini perut Dilla kadang mules gitu dari tadi pagi" ucap Dilla dengan nada tenang agar mertua nya tak heboh.


"Hah? Kok kamu ngga bilang mama dari pagi tadi sih"


Dugaan Dilla benar, Mama Mela langsung heboh.


"Mama tenang aja, Dilla nggak papa kok" Dilla berusaha tenang.

__ADS_1


"Gak papa gimana? Wajahmu udah pucet gitu kok" omel mama Mela.


"Kamu udah telpon Aldy?" Tanya papa Reza.


"Udah pa, tadi mas Aldy bilang 30 menit lagi pulang, paling sebentar lagi sampai" ucap Dilla.


Ia berusaha setenang mungkin agar mertuanya tidak heboh. Ia menahan sakit yang semakin menjadi di perut nya.


"Ma, boleh minta tolong nggak?" Tanya Dilla.


"Kamu mau apa?"


"Tolong panggilin pelayan buat bawain tas yang udah Dilla siapin dikamar, sama bawain tisu dan segelas air putih" ucap Dilla.


Mama Mela mengangguk, ia memanggil pelayan untuk mengambilkan apa yang Dilla minta.


Dilla menerima air putih yang diberikan. Ia duduk di sofa ruang keluarga.


Ia meminum air itu


"Yang sabar ya nak, semoga semua lancar dan baik baik saja nanti, kamu sehat, bunda juga sehat" gumam Dilla sambil mengusap usap perutnya.


Mama Mela menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah menantunya yang berusaha tetap tenang.


Ia tau menantunya seperti itu agar ia tak heboh.


Dilla kembali berdiri dan berjalan mondar mandir sambil menunggu suami nya datang.


Saat merasakan sakit, Dilla kembali duduk di sofa itu lagi.

__ADS_1


__ADS_2