Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
melahirkan (DillAldy)


__ADS_3

"Ihh dady kok cium cium Zayn sih" protes Zayn sambil mengusap bekas ciuman sang dady di pipi.


"Oh berarti Zayn nggak sayang dady?" Selidik Aldy.


"E eh, sayang dad. Apalagi kalo di beliin mainan, pasti Zayn makin sayang" rayu Zayn.


Aldy mencium gemas pipi Zayn


"Jangan di usap, kalo diusap nanti dady ngga bakal beliin kamu mainan" ancam Aldy karna tau anak nya pasti akan mengusap bekas ciuman yang diberikan nya.


Zayn pun menurut.


"Ya udah dad, ayo sekarang beli mainan" Zayn menarik narik tangan Dady nya.


"Iya iya" dengan malas Aldy mengikuti langkah anaknya menuju garasi mobil.


Kedua laki laki itu menuju ke toko mainan langganan Zayn. Disana Zayn memilih mainan kesukaan nya.


Zayn selalu senang bila membeli mainan bersama sang Dady. Apapun dan berapapun yang ia minta pasti diberi.


Sedangkan jika dengan sang momy pasti Zayn hanya boleh memilih 2 mainan saja.


Tak disangka, mereka bertemu dengan Rifqi yang juga sedang mengantarkan anaknya membeli mainan.


"Hay bro, kau juga sedang mengantarkan anak mu membeli mainan?" sapa Rifqi.


"Cih, adik ipar tidak ada sopan sopan nya padaku. Minimal ciumlah tanganku dulu" cibir Aldy.


"Apa kata orang Rifqi yulandres mencium tangan Aldy Argadinata. Kan ga lucu" kesal Rifqi yang membuat Aldy tertawa.


"Tadi mama Mela nelpon Ara, katanya Dilla hamil lagi ya?" Tanya Rifqi.

__ADS_1


"Iya, udah 6 minggu"


"Selamat ya Al" Rifqi mengucapkan pada sabg kakak ipar.


"Kamu kapan nih?? Qian juga udah 7 tahun lho"


"Belum ada rencana lagi Al, Ara masih trauma karna keguguran kemarin, apalagi keguguran nya di umur kandungan udah 7 bulan" Rifqi sedikit menjelaskan.


Aldy mengangguk mengerti


"Sering sering ajak Ara bicara berdua. Kasih dia dukungan biar dia mau hamil lagi" Sang kakak ipar memberi saran.


...


4 bulan kemudian, Bryan sudah resmi menjadi seorang ayah.


Dilla sempat menengok keadaan istri Bryan dan juga keponakan baru nya.


Usia kandungan Dilla sudah 39 minggu.


Aldy menjadi suami siaga dan protektif. Ia selalu menuruti perintah aneh aneh Dilla. Kadang juga dirinya sendiri yang mengidam.


Malam hari,


Dilla merasakan perutnya agak tidak enak.


Rasa ini sama persis seperti yang ia rasakan saat akan melahirkan Zayn dulu.


Ia membangunkan suami nya.


"Mas, bangun" Dilla menggoyangkan lengan suaminya.

__ADS_1


Aldy mengerjapkan mata nya bangun.


"Kenapa?"


"Perut ku agak mules mas, kayaknya mau lahiran deh" ucap Dilla.


Degg


Pikiran Aldy langsung melayang pada saat pertama kali Dilla melahirkan.


Ia tak akan sanggup melihat wanita yang dicintainya merasakan sakit yang serupa.


"Mas, kok malah bengong sih" tegur Dilla yang melihat wajah suami nya yang sudah pias.


"E engak kok, emmmm.. gimana kalau operasi aja yank? Aku takut kalo harus liat kamu kesakitan kayak dulu" usul Aldy.


Dilla memukul pelan lengan suami nya


"Itu udah kewajiban aku mas, lagi pula operasi itu ada resiko jangka panjang. Aku nggak mau" tolak Dilla.


Aldy menghembuskan napasnya pelan


"Kita langsung kerumah sakit?" tanya Aldy.


Dilla menggeleng


"Bantu aku packing barang barang dulu mas, soalnya aku belum sempet packing"


Aldy mengangguk


Ia langsung menyiapkan segala sesuatunya. Dilla menyebutkan nama barangnya sedangkan Aldy lah yang menatanya di tas karna memang Dilla sudah merasakan kontraksi yang lumayan sakit.

__ADS_1


__ADS_2