Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
Secarik kertas (DillAldy)


__ADS_3

Rendy menggeleng


"Tidak sama sekali Dil, kita kan teman" ucap Rendy.


Pesawat itupun langsung terbang menuju amerika.


...


Di kediaman Argadinata.


Sore hari


Aldy pulang dari kerja nya


Sampai rumah, ia melihat kedua orang tuanya yang berdiri di ruang keluarga.


Aldy mendekat untuk menyalami keduanya.


Belum sempat Aldy menyentuh telapak tangan mama Mela lebih dulu menampar wajah putra nya itu keras hingga menimbulkan memar bekas tamparan.


plakkk


"Ma- mama kenapa tampar aku"


"Kenapa katamu?!! Seharusnya mama yang tanya kenapa, kenapa kau menyia nyiakan Dilla? Kemana otakmu selama ini?! Kau anak laki laki satu satu nya yang mama banggakan, tapi kenapa kau mengecewakan mama?! Apakah mama pernah mengajarkanmu untuk tidak menghormati wanita" teriak mama Mela murka.


"Maksudnya ma?" Tanya Aldy masih bingung.

__ADS_1


"Dilla pergi meninggalkan rumah bersama Zayn" ucap papa Reza.


Aldy tersentak kaget


"Apa?! "


Aldy langsung berlari ke kamar nya.


Kamar nya sepi tak berpenghuni. Ia membuka lemari,


Kosongg


Aldy ke kamar Zayn, lalu membuka lemarinya.


Kosong juga


"Siall! " Umpat Aldy saat tau nomornya telah terblokir oleh Dilla.


Aldy menelpon Angga sang asisten untuk mencari keberadaan Dilla.


Aldy keluar kamar Zayn dengan wajah frustasi.


"Sudah puas kamu? Tunggulah, seminggu lagi surat ceraimu dengan Dilla akan datang" ucap papa Reza lalu meninggalkan ruang keluarga bersama mama Mela.


Aldy semakin dibuat frsutasi dengan ucapan papa nya.


Aldy masuk ke kamar nya. Ia membanting barang barang yang ada di nakas.

__ADS_1


Mata Aldy menangkap sebuah kertas putih yang terjatuh.


Aldy membuka kertas itu


"Teruntuk mas Aldy


Kini aku pergi, membawa semua luka yang pernah kau beri. Dilla yang dulu yang tak kenal menyerah sekarang sudah pasrah. Aku sudah mengaku kalah.


Aku pergi dengan membawa anak kita mas, mungkin ini yang terbaik untuk kita berdua. Lakukanlah semua semau mu tanpa ada aku sebagai penghalangmu.


Ternyata benar seperti yang dikatakan kakak ku, aku hanyalah sekedar budak nafsumu. Tuhan menggariskan mungkin jodoh kita hanya sampai disini.


Aku pergi membawa luka yang menumpuk menjadi ribuan sayatan di dalam hatiku. Aku bukan kembali ke orang tuaku. Aku hanya akan memulai kehidupan baruku bersama Zayn.


Jangan pernah cari aku maupun Zayn, biarkan dia menjadi tanggung jawabku sekarang. Jangan pernah juga mencari Zayn dengan alasan tanggung jawab mu sebagai ayah.


Aku tak mau terjebak dalam situasi yang sama. Bersyukurlah tuhan memberimu kesempatan untuk melihat wajah anak kita secara langsung.


Tidak,!! Bukan anak kita, sekarang hanya ada Zayn anak dari Ardilla andriani. Bukankah kau senang sekarang? Kau tak perlu malu mengakuiku sebagai ibu dari anak mu.


Ini sesuai dengan permintaanmu dulu. Kau tak mau menerima anak ini sebagai darah dagingmu, dan kini aku mewujudkan nya.


Aku pasti kembali, dengan status yang berbeda. 'mantan istri'. Jika hatiku telah sembuh, aku akan membawa Zayn pada mu.


Tenanglah, aku akan tetap memperkenalkan kamu sebagai ayah nya. Jika suatu hari nanti dia bertanya sebab perpisahan kita, aku ingin kau yang menjawab nya.


Surat cerai kita akan datang 1 minggu lagi. Aku tak akan menuntut sepeserpun hak ku maupun Zayn. Aku hanya meminta satu hal, tanda tangani lah surat cerai itu, biarkan aku hidup dengan lembaran baruku

__ADS_1


Ard****illa Andriani"


__ADS_2