
Aldy yang sedang duduk di sofa kamar nampak menelan saliva nya susah payah kala melihat istrinya menggunakan handuk kimono yang sangat minim bahan itu.
Beberapa saat kemudian, Dilla keluar ruangan itu dengan mengenakan pakaian Aldy. Ia hanya mengenakan kaos oblong milik Aldy yang kebesaran di badan nya.
Glekk
Kelakuan istri nya itu kembali membuat Aldy terbakar gelanyar aneh di tubuh nya.
Dilla menyadari bahwa dari tadi Aldy memperhatikan gerak gerik nya.
"Kenapa mas? Tergoda ya sama tubuh indahku?" Goda Dilla.
Aldy langsung memalingkan wajah nya yang sudah memerah menahan malu karna telah terpergok memperhatikan dilla.
"Pd sekali kau" jawab Aldy cuek lalu fokus ke handphone nya.
Dilla tersenyum nakal, ia mendekat ke arah Aldy. Ia duduk di pangkuan Aldy dengan tangan dikalungkan ke leher Aldy.
Aldy memelototkan mata nya antara kaget dengan kelakuan istrinya dan juga panik kalau Dilla mengetahui ada yang bereaksi dari anggota tubuh nya.
"Apa kau tak menginginkan ku mas?" Bisik Dilla tepat di telinga Aldy yang membuat tubuh nya meremang.
Dilla merasakan ada yang tidak beres dengan sesuatu yang sedang di duduki nya.
__ADS_1
Dilla menatap Aldy dengan tatapan penuh pertanyaan. Aldy yang menyadari arti dari tatapan dilla pun menolehkan pandangan nya karna kikuk. Ia merutuki kebodohan 'adik nya' yang bereaksi di saat yang tidak tepat.
"ada yang tegak tapi bukan keadilan mas" Dilla berbisik.
Dilla mendekatkan bibir nya ke wajah Aldy. Dilla mulai mencium bibir Aldy, Aldy pun tak mau kalah dan membalas ciuman yang diberikan dilla.
Ceklekk
Tiba tiba pintu kamar Aldy dibuka seseorang.
"Ups, papa ganggu ya?" Pelaku nya tak lain adalah papa Reza yang akan mengajak Aldy ke masjid guna menunaikan ibadah magrib.
Dilla maupun Aldy langsung gelagapan. Dilla langsung berlari ke walk in closet karna ia malu berpakaian sangat minim seperti itu. Sedangkan Aldy langsung menunjukan wajah datar seolah tak terjadi apa apa guna menahan malu nya.
Aldy pun pergi ke masjid bersama dengan papa Reza dan juga Rifqi.
Mereka semua berkumpul di meja makan untuk makan malam bersama.
Dilla sudah memakai pakaian yang disiapkan oleh maid dirumah itu.
Makan malam selesai, mereka semua masih berbincang bincang ringan.
"Eheemm" dehem papa Reza dengan mata melirik Aldy, namun yang dilirik masih belum peka.
__ADS_1
"Ehem ehemm" papa Reza kembali berdehem, tetapi manusia yang dituju belum mengalihkan fokus nya dari handphone nya.
"Papa kenapa sih, eham ehem ga jelas.. papa sakit tenggorokan?" Tanya mama Mela.
"Kayak nya cucu baru kita nanti malem bakal di proses ma" celetuk papa Reza.
" wahh bagus dong pa" celetuk mama Mela.
Dilla yang sadar dengan maksud mertua nya pun wajah nya langsung memerah malu.
Aldy yang merasa di sindir pun menatap tajam pada papa nya itu.
"Tuh liat pa, tatapan anak lelaki satu mu ini sangat horor" sindir mama Mela.
"Aku tunggu kabar baik nya al" celetuk Rifqi ikut nimbrung bicara.
"Semangat dilla!!!" Ucap Ara memberi semangat sahabat nya yang muka nya sudah semerah tomat itu.
Aldy langsung meninggalkan meja makan itu karna merasa kesal dengan sindiran sindiran yang ditujukan pada nya.
"Dilla ikut Mas Aldy yha ma" Dilla pamit lalu meninggalkan meja makan itu.
Kali ini Dilla menggunakan tangga karna Aldy juga menggunakan tangga.
__ADS_1
"Gilak, mau ke kamar ajha kayak mau latihan maraton" gerutu Dilla.
jangan lupa like author biar tambah semangat