Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
Reaksi Aldy (DillAldy)


__ADS_3

"Loh nak, kamu tadi kemana? Tadi Aldy nyariin kamu" tanya mama Mela


Dilla malah cengengesan


"Tadi Dilla ada urusan sebentar ma" jawab Dilla yang membuat mama Mela mengangguk karna tetap ingin menjaga batasan privasi menantunya.


Setelah selesai makan malam, Dilla kembali ke kamarnya dan Melihat Aldy sedang duduk bersandar kepala ranjang sambil fokus dengan handphone nya.


Dilla ikut naik ke ranjang itu.


"Mas, aku mau ngomong penting"


" Hmm" seperti biasa, hanya itu yang keluar dari mulut Aldy.


Dilla pun merebut ponsel di genggaman tangan Aldy.


"Dengerin aku dulu mas" rengek Dilla.


"Cepatlah bicara" jawab Aldy dingin.


Dilla membuka laci nakas di samping ranjang itu.


Ia mengeluarkan sebuah kotak yang sudah ia persiapkan sebelum nya.


Ia menyerahkan kotak berwarna biru itu kepada Aldy.


"Apa ini?" Tanya Aldy.

__ADS_1


"Bukalah mas" ucap Dilla sambil tersenyum manis.


Aldy membuka kotak itu.


Ia mengambil beberapa barang di dalam nya.


Barang pertama berupa sebuah surat yang bertuliskan 'positif'


Barang kedua berupa sebuah testpack yang menunjukan 2 garis merah. Barang ketiga berupa sebuah foto USG, sedangkan barang ketiga berupa sebuah kertas yang dilipat.


Aldy mengernyitkan dahinya ketika melihat barang barang itu.


Aldy membuka lembaran kertas terakhir. Ia membaca tulisan yang tercetak jelas di kertas itu.


"YOU WILL BE DADY"


"Aku hamil mas" ucap Dilla dengan wajah berbinar.


Aldy langsung memelototkan matanya tajam.


"Bagaimana bisa? Bukankah kau meminum pil itu?"


Dilla kaget dengan reaksi Aldy yang tak menunjukan rasa bahagia sama sekali.


"A a aku ti tidak meminum pil itu mas" jawab Dilla menunduk.


"Bukankah sudah kubilang bahwa aku tak mau punya anak darimu!" Teriak Aldy.

__ADS_1


Dilla ikut tersulut emosi karna Aldy berteriak kepadanya.


"Jika kau tak mau anak dariku kenapa kau selalu saja menyentuhku"


"Sudah kubilang kan dari awal bahwa pernikahan kita terpaksa. Kau kira aku tidak tau kalau pernikahan ini adalah rencanamu dan orang tua ku" teriak Aldy.


Degg


Dilla terkejut dengan perkataan Aldy


"Berarti selama ini mas Aldy tau semuanya?" Batin Dilla.


"Lalu kau menganggapku apa selama ini mas? Apa kau hanya menjadikanku budak nafsumu? Hah?! Disaat pasangan lain bahagia dengan kehadiran anak kenapa kau sebaliknya?! Aku sudah cukup muak dengan segala perlakuanmu padaku. Apa kau tidak cukup puas menggantung cintaku. Setidaknya terimalah anak ini, dia juga darah dagingmu" teriak Dilla emosi.


"Tapi aku tak ingin anak itu. Kenapa kau selalu mengambil keputusan dengan gegabah? Kenapa kau tidak memikirkanku?!" Teriak Aldy lagi.


"Hah?! Memikirkanmu? Memangnya kau pernah memikirkanku mas?! Kau selalu bertindak semaumu tapi aku hanya diam. Apa itu kurang cukup?"


" Itu semua karna keputusanmu sendiri masuk ke kehidupanku. Bukankah dari awal aku sudah mengatakan untuk menjauhiku. Tapi kau malah mengikuti rencana licik orang tuaku!"


Aldy keluar dari kamarnya dan membanting pintunya. Aldy berjalan menuju ruang kerjanya. Ia mengacak ngacak isi yang ada di dalam nya.


"Argghhh kenapa bisa begini?!" Teriak Aldy sambil memukul tembok di depan nya.


Btw setiap ruangan di rumah argadinata kedap suara yhups guys.. jadi mama Mela, papa Reza maupun para pelayan tidak mendengar pertengkaran keduanya.


Dilla menangis terisak di lantai dekat ranjang. Ia menelungkupkan wajahnya di antara kedua lututnya.

__ADS_1


__ADS_2