
Mereka berdua tak mampu membantu banyak. Hanya Rifqi yang terkadang memberi nasehat kepada kakak iparnya itu agar tak memiliki kisah buruk serupa dengan dirinya dulu. Namun apa daya, Aldy tetaplah Aldy yang arogan dan keras kepala.
Sedangkan Ara hanya bisa menyemangati sahabat nya itu. Ia tau bahwa kehidupan yang dijalani Dilla lebih berat dari nya. Sekejam kejamnya Rifqi pada nya dulu, suaminya tetap mengakui anaknya bahkan memanjakannya layaknya ibu hamil pada umum nya.
Acara makan malam telah selesai, momy Rina dan dad Bayu kembali ke kediaman nya. Sedangkan Ara dan Rifqi memutuskan untuk menginap.
Pagi hari
Matahari belum menunjukan sinar nya.
Dilla terbangun kala merasakan ingin muntah. Ia langsung berlari ke kamar mandi memuntahkan makanan yang dimakan nya semalam.
Hoekkk
Hoekkk
Semua makanan yang dimakan nya semalam dan belum diproses oleh tubuhnya keluar.
Hoekk
Hoekk
Hoekkk
__ADS_1
Kini sudah tak ada lagi yang bisa dikeluarkan karna isi perutnya sudah terkuras habis.
Tubuh Dilla seketika melemas. Tulangnya seakan tak mampu menopang tubuh nya. Pandangan nya mulai kabur di ikuti dengan tubuhnya yang merosot ke lantai dengan mata terpejam.
Ya, Dilla pingsan di kamar mandi.
Aldy baru saja masuk ke kamar. Ia tak melihat istrinya dikasur. pikiran Aldy acuh tak ingin menghiraukan menghiraukan. Tapi hati nurani nya bergerak untuk mencari istri nya.
"Dimana dia, tumben tidak ada dikamar jam segini" batin Aldy bertanya tanya.
Aldy membuka pintu walk in closet, hasilnya nihil. Tidak ada siapa pun disana.
Aldy baru sadar bahwa pintu kamar mandi tertutup.
"Kenapa tidak ada suara gemricik air jika dia sedang mandi?" Batin Aldy lagi.
Aldy mendorong pintu kamar mandi itu. Baru mengintip sedikit, sudah menampakan pemandangan kaki yang selonjor di lantai.
Aldy semakin membuka pintu itu lebar.
Nampaklah pemandangan istrinya yang tengah terkulai tak sadarkan diri di lantai kamar mandi itu.
Aldy mendekat ke arah Dilla. Ia menepuk nepuk pelan pipi istrinya.
__ADS_1
"Hei bangun, Dill, bangun" panggilnya pelan. Tapi tidak ada respon sama sekali dari sang pemilik nama.
Aldy langsung membopong Dilla dan membaringkan nya di ranjang. Ia segera menelpon dokter kandungan di rumah sakit argadinta yang tak lain adalah dokter Farah, yaitu dokter tempat Dilla konsultasi sekaligus dokter andalan dirumah sakit itu.
Tak lama kemudian, Dokter itupun sampai dikediaman Aldy. Mama Mela dibuat terlejut dengan kedatangan dokter itu.
"Loh dok, memangnya siapa yang sakit?" Tanya mama Mela.
"Tuan Aldy tadi menelpon saya, katanya istrinya pingsan"
"Hah? Kok nggak bilang saya" geram mama Mela kepada putranya yang tidak memberitahu nya terlebih dahulu.
"Mari dok saya antar ke kamar nya" ucap mama Mela lalu berjalan menuju kamar Aldy diikuti oleh dokter Farah dibelakang nya.
Dokter itu pun memeriksa keadaan Dilla. Ia memeriksa tensi darah Dilla yang ternyata sangat rendah. Dokter itu juga memperhatikan wajah Dilla yang sudah pucat.
"Bagaimana keadaan menantu saya dok?" Tanya mama Mela mendahului Aldy.
"Keadaan janin nya tidak apa apa nyonya, tapi keadaan nyonya Dilla sangat menghawatirkan. Hal ini disebut dengan hiperemesis gravidarum, yaitu kondisi dimana ibu hamil mengalami muntah berlebih yang menyebabkan Tubuhnya kekurangan cairan maupun energi dan juga faktor lain pemicu nyonya Dilla pingsan yaitu tekanan darah yang sangat rendah. Sebaiknya nona Dilla di infus" ucap dokter itu.
"Lakukan yang terbaik dok" dokter itu mengangguk.
YHOK ... KOMEN TEMBUS 50 AUTHOR BAKAL UP LAGIIIII.... YHOKK RAMAIKAN YHOKKKKK
__ADS_1