
Tak lama kemudian, Aldy datang dengan sudah memakai pakaian kasual nya.
Aldy menghampiri istrinya yang sudah duduk di sofa dengan wajah pucat nya.
Ia tau istrinya sedang menahan rasa sakit.
"Ayo kerumah sakit sekarang, yang ikut mama dan papa saja, Ara di rumah saja, aku tadi sudah menghubungi suami mu untuk menjemput mu" ucap Aldy yang di angguki Ara.
Aldy merengkuh pundak istrinya dan menuntun nya berjalan.
Tiba tiba Dilla berhenti, ia menarik napas merasakan sakit yang kembali datang.
"Mau aku gendong saja?" tanya Aldy ketika melihat istrinya meringis sakit.
Dilla menggeleng
Aldy kembali menuntun istrinya menuju mobil
Aldy membantu istri nya duduk di mobil.
Aldy melajukan mobil itu ke rumah sakit.
Setelah sampai, Aldy menuntun Dilla menuju ruang rawat nya dahulu.
Dokter segera memeriksa keadaan Dilla.
"Sudah pembukaan empat nyonya" ucap Dokter itu yang membuat mama Mela memelototkan mata nya kaget.
"Udah pembukaan empat aja, berarti kamu udah ngerasain dari tadi"
__ADS_1
Dilla tersenyum
"Tadi belum kerasa ma, tadi sebelum subuh Dilla ngerasa kram dikit. Dilla kira itu cuma kram biasa" jawab Dilla.
"Nyonya, sebaiknya anda sering berjalan agar pembukaan nya cepat" ucap dokter itu.
Dilla melakukan saran dari dokter itu. Dilla terus saja berjalan mondar mandir diruangan itu.
2 jam sudah Dilla berjalan jalan mondar mandir.
Dokter mengatakan Dilla sedang pembukaan 5.
Air ketuban Dilla belum juga pecah dari tadi. Dokter masih menunggu pembukaan sempurna dan pecahnya air ketuban.
Sakit yang dialami Dilla semakin menjadi.
Jam menunjukan pukul 2 pagi.
10 jam sudah Dilla melewati pembukaan 5. Kini Dilla baru pembukaan 6.
Tangan Dilla sudah di infus agar tubuhnya tetap kuat.
Dokter sudah menyarankan untuk operasi saja, tetapi Dilla menolak nya.
Dilla terus saja merasakan sakit yang semakin menjadi jadi.
tepat pukul 7 pagi, Dilla baru pembukaan 7.
dokter masih terus memantau keadaan Dilla yang air ketuban nya belum juga pecah walaupun sidah pembukaan 7.
__ADS_1
terlihat Bryan dan mama Gita sudah berada dirumah sakit itu.
Dilla merasakan ada yang mengalir di area paha nya.
Aldy segera memanggil dokter dan ternyata yang keluar adalah air ketuban.
Dilla menikmati sakit yang datang tiada henti. Tak lupa ia meramalkan doa dihatinya agar ia dan bayinya diberi kemudahan dan kelancaran.
Kini Dilla sudah pembukaan 9 tepat pukul 5 sore.
Matahari sudah mulai menenggelamkan dirinya . sudah 10 jam Dilla melewati dari pembukaan 7 ke pembukaan sembilan.
Dokter terus saja menawarkan untuk operasi caesar, namun Dilla selalu menolaknya. ia ingin melahirkan anaknya dengan normal.
Dilla sudah tak mampu berkata kata lagi. Hanya rintihan rintihan nya yang ia tunjukan di depan suami nya.
tetapi ketika mama Mela maupun yang lain masuk ke ruangan nya, Dilla selalu saja mencoba menahan rasa sakit itu agar sang mertua tidak khawatir yang akhirnya memaksanya untuk operasi caesar.
Dilla merasakan Rasa sakit di perut sekaligus pinggang nya.
Mata Dilla berkaca kaca
Sudah lebih dari 38 jam Dilla merasakan kontraksi mulai dari ringan sampai yang paling sakit.
Aldy selalu berada disamping istri nya itu. dalam hatinya ia meramalkan doa untuk keselamatan anak dan istri nya.
__ADS_1