Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
baby Queen (DillAldy)


__ADS_3

"Aku juga mencintaimu mas, sangat. Berkali kali aku mencoba keluar dari kubangan cintamu, namun nyatanya aku tak bisa keluar dari labirin cintamu. Aku sudah terjebak selama lama nya disini" tunjuk Dilla pada hati Aldy.


Aldy langsung memeluk Dilla erat.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita rayakan malam ini?"


"Hah? Gimana caranya?" Dilla bingung.


"Membuat baby queen seperti permintaan Zayn" bisik Aldy.


Seketika pipi Dilla merona merah


Aldy semakin gemas dengan istrinya itu.


Ia segera mencium bibir istrinya dan memulai membuat baby queen untuk Zayn.


Wkwk


Skip


Skip


Beberapa bulan kemudian,


istri Bryan, kakak Dilla dikabarkan telah hamil setelah satu bulan menikah.


pernikahan Bryan di hadiri Rifqi, Ara, Qian, Dilla, Aldy, Zayn, Mama Mela, papa Reza, momy Rina, Dady bayu, ayah Johan dan Lia, ibu tiri Dilla juga turut hadir dalam acara itu.


(Nanti ada kisah nya gaes)


Mereka memberi selamat pada pasangan pengantin baru itu.


1 minggu kemudian,


Matahari masih malu malu untuk menampakan sinarnya.


Di dalam sebuah kamar besar nan megah masih nampak sepasang suami istri yang masih tidur dibalik selimut sambil berpelukan.

__ADS_1


Sepasang manusia itu tak lain adalah Dilla dan Aldy.


Dilla mengerjapkan mata nya bangun. Ia mengusap wajah tampan suami nya itu.


Aldy yang merasa tidurnya terusik pun mengejapkan matanya bangun.


Yang pertama kali ia lihat adalah wajah cantik istrinya yang juga sedang memandangnya.


Cupp


"Morning kiss" Aldy mencium bibir istrinya sekilas.


Tiba tiba Aldy merasakan perutnya bergejolak. Ada sesuatu yang mendesak ingin keluar melalui tenggorokannya.


Aldy langsung bangun dan berlari menuju kamar mandi.


"Huekkkk"


"Hoekkkk"


Dilla langsung mengikuti suaminya ke kamar mandi. Dengan sigap ia memijat tengkuk sang suami.


Aldy menggelengkan kepalanya


"Mungkin ini cuma masuk angin biasa Dil"


"Tapi mas..."


"Udah, aku gapapa" potong Aldy.


Merekapun membersihkan dirinya masing masing lalu turun ke lantai bawah untuk sarapan.


"Wajah kamu kok pucet gitu Al?" Tanya mama Mela kala melihat wajah anak nya yang pucat.


"Nggak papa ma, cuma masuk angin biasa aja" jawab Aldy yang dijawab oh ria oleh mama Mela.


"Udah minum obat?" Tanya mama Mela.

__ADS_1


"Udah ma" jawab Aldy.


Aldy pun berangkat bekerja


Keesokan harinya lagi,


Aldy merasakan mual itu lagi. Dilla memaksa suaminya agar mau ke dokter untuk memeriksakan kondisi suaminya itu.


Hari ini Aldy memutuskan untuk tidak ke kantor karna ia akan memeriksakan tubuhnya ke rumah sakit.


Aldy melajukan mobilnya menuju rumah sakit Argadinata.


Beberapa saat kemudian, mobil sudah terparkir sempurna di parkiran rumah sakit.


Mereka berdua menuju ruangan dokter terbaik dirumah sakit itu.


"Keluhannya apa tuan Aldy?"


"Setiap pagi saya mual muntah dan kadang kepala saya pusing. Tapi setelah melewati jam 9 rasa mual itu tiba tiba hilang dengan sendirinya"


Dokter itupun tersenyum


"Sepertinya anda salah masuk ruangan tuan"


"Maksudnya dok?" Tanya Aldy bingung.


"Seharusnya anda keruangan dokter obygyn"


"Hah??!" Aldy dan Dilla semakin dibuat bingung.


"Seperti nya istri anda hamil dan anda lah yang mengalami morning sicknes"


"Oh hamill" ucap Aldy dan Dilla santai.


jangan lupa tinggalkan jejak


kisah Bryan ngga bakal yang sedih sedih guys.. sedihh tapi ngga banget. gimana ya jelasin nya. karna Bryan mengaca kehidupan adik nya

__ADS_1


okayyy next


__ADS_2