Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
bergelanyut manja


__ADS_3

deggg


ara teringat bahwa ia harus melahirkan di usia kandungan 8 bulan.


" ehh itu mas, nanti kalau perutku sudah terlalu besar aku akan kesulitan berjalan. ini ajha aku udah nggak bisa jalan jauh jauh"


" oh gitu, oke deh nanti aku anterin"


" oke mas, makasih.. oh yha nanti siang aku mau ke kantor, mau dibawain makanan apa mas?"


" terserah kamu ajha"


" oke deh kalau gitu.. bye mas.. see u"


klik


panggilan di akhiri.


ara sedikit merenung. ia berjalan mendekati cermin tempat dia merias diri.

__ADS_1


" brarti umurku tinggal 1 bulan lagi? apakah secepat itu?" tanya ara dalam hati nya kepada dirinya sendiri.


setitik air mata lolos dari matanya. seketika ia langsung menghapusnya dengan telapak tangannya.


" kau harus tetap semangat ar, demi bayi mu"


ucap ara lagi sambil tersenyum di depan cermin.


ara pun bersiap siap ke kantor rifqi sekalian pulang bersama rifqi dan membeli perlengkapan untuk calon baby mereka.


ara sudah siap dan ia berangkat dengan diantar supir pribadi di mansion rifqi.


beberapa menit kemudian, ara sudah sampai di perusahaan yulandres grup. ia berjalan menuju lobi. banyak karyawan yang berbisik bisik. mereka sekarang sudah tau bahwa ia adalah istri seorang rifqi yulandres.


"duduklah disitu dulu" ucap rifqi yang matanya masih menatap ke arah laptop.


ara pun duduk di sebuah sofa di ruangan rifqi. ia menata makanan untuk rifqi.


"mas buruan makan, ini udah kelewat jam makan siang lho"

__ADS_1


rifqi hanya diam.


ara yang merasa dicueki pun mulai kesal. ia mengambil makanan untuk rifqi. ia mendekat ke arah rifqi. ia menyodorkan sesendok nasi ke mulut rifqi dan tanpa penolakan rifqi menerima suapan itu.


suapan demi suapan ara berikan kepada rifqi. makanan di piring telah tandas. namun rifqi belum juga memperhatikannya. matanya masih menatap ke arah laptop dengan headset bluetooth khusus laptop di salah satu telinganya.


ara langsung meletakkan bekas makan tadi dimeja. ia berjalan mendekati rifqi lalu duduk dipengkuannya dengan tangan yang dilingkarkan di leher rifqi. ia mengecup pipi kanan rifqi.


cupp


"maass.. dari tadi kok ngga liat aku" ucap ara manja.


rifqi pun menghela napasnya. rifqi menunjuk layar laptopnya yang memperlihatkan panggilan videocall untuk meeting para investor karna rifqi tak bisa meninggalkan ara di keadaan ara yang sedang hamil tua.


ara seketika membelalakkan matanya melihat orang orang yang sedang terhubung dalam panggilan berusaha menahan tawanya karna melihat tingkah gemas ara yang sedang bergelanyut manja dengan seorang bos yang terkenal arogan yang tak lain adalah suaminya.


ara langsung berdiri dengan wajah memerah menahan malu. ia kembali duduk di kursi sofa di ruangan rifqi.


jam 3 sore..

__ADS_1


entah sudah berapa lama rifqi melakukan meeting virtual akhirnya sekarang selesai juga. ia menutup laptopnya dan sedikit meregangkan badannya yang kaku. ia melihat ara sudah tidur meringkuk di sofa panjang itu. rifqi memajukan langkahnya mendekati ara. ia mengelus perut buncit ara yang didalamnya sudah ada calon anak nya.


tak terpikirkan oleh rifqi bahwa ia akan menjadi ayah secepat ini. dulunya ia berencana akan menikah di umur 28 atau 29 tahun. tetapi di umurnya yang hampir ke 23 tahun ia sudah akan memiliki seorang baby yang berarti tanggung jawabnya semakin bertambah.


__ADS_2