
"cucukuuuu" teriak momy rina dan juga mama mela heboh yang membuat sang bayi menangis.
rifqi langsung menenangkan anak nya yang menangis dengan menimang nimangnya. masing masing dari mereka memberi kepupan sayang di wajah bayi yang baru lahir itu.
"apa kau sudah memberinya nama?" tanya mama mela
"sudah ma.. namanya Arqian yulandres. artinya bangsawan pelajar yang sederhana dari keluarga yulandres. selain itu arqi diambil dari potongan namaku dan ara. ara, rifqi" ucap rifqi panjang lebar sambil memandangi wajah anaknya yang identik dengan nya.
"bagaimana keadaan ara?" tanya dad reza membuka suara.
"saat ini ara sedang operasi transplatasi sumsum tulang belakang. kata dokter kemungkinan ara kembali sangat sedikit." ucap rifqi bergetar menahan tangis nya.
sang dady pun menepuk pundak rifqi.
"tenanglah, disini sudah ada anakmu yang bisa menyemangati mu. berdo'a saja semoga semua berjalan lancar"
momy rina sudah menangis sesenggukan sambil memeluk suaminya. sedangkan mama mela sudah menangis tersedu sedu di dada bidang papa reza. baru kemarin rasanya mereka bertemu. apakah secepat itu tuhan mengambil anaknya?
__ADS_1
sedangkan aldy? matanya sudah nampak merah menahan tangisnya. karna dia tau betapa kerasnya hidup adiknya dulu.
tak lama kemudian, suster datang.
"mari bayinya pak. kasihan jika terlalu lama berada di suhu luar. biar saya bawa ke ruang bayi pak" ucap sang suster kepada rifqi.
rifqi memandangi wajah anaknya.
" bantu papi buat do'a in mami yha, supaya mami bisa cepet kumpul sama kita" ucap rifqi pada anaknya. ia mengecup sayang pipi gembul anaknya itu.
anak rifqi pun di bawa ke ruang bayi.
4 jam berlalu..
lampu sudah berubah menjadi hijau yang menandakan operasi telah selesai.
dokter keluar dari ruangan operasi.
__ADS_1
"bagimana keadaan istri saya dok?" tanya rifqi cepat.
"alhamdulillah, operasi berjalan lancar tuan. tapi, keadaan nyonya ara saat ini sangat lemah karna memang penyakitnya sudah parah. kami tim dokter tak bisa menentukan kapan nyonya ara akan sadar. dan nyonya ara akan dipindah ke ruang rawat dengan perawatan extra"
"baiklah dok, lakukan yang terbaik"
nampak ara sedang terbaring tak berdaya di brankar yang sedang di dorong para suster ke ruang rawat dengan tubuh yang dipenuhi alat medis.
sampai di ruang rawat, para suster keluar ruangan.
rifqi mendekat ke brankar ara. ia menarik kursi untuk duduk di dekat brankar itu. ia menggenggam tangan ara.
"sayang, bertahanlah.. kumohon. apa kau tau, anak kita sangat tampan. bahkan di kelahirannya yang bisa dibilang prematur, ia lahir dengan sehat dan normal seperti bayi pada umumnya. dan apa kau tau? aku sudah memberinya nama. arqian yulandres.. bagus kan? kata arqi gabungan dari nama kita, ara dan rifqi. cepatlah bangun. anak kita butuh gendongan mu.
maafkan segala kesalahanku padamu ar, aku memang laki laki pengecut yang hanya tau cara menyiksamu saja. aku berjanji akan merawat dan menyayangi anak kita dengan sepenuh hatiku ar. aku ingin merubah semuanya. aku merubah keputusanku ar, tetaplah bersama ku disini. kita rawat anak kita bersama sama"
ucap rifqi yang kembali meneteskan air matanya.
__ADS_1
hari sudah larut malam. rifqi tertidur disamping ara dengan posisi duduk. malam yang gelap bersamaan dengan kenyataan yang pahit. sungguh, hari ini adalah hari yang membingungkan bagi rifqi. dimana dia tau bahwa istrinya menderita selama ini karna penyakitnya dan dia bahagia atas kelahiran anaknya.