Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
kau yang meminta nya (DillAldy)


__ADS_3

Didalam kamar hanya ada aldy dan dilla.


Kedua nya terlihat canggung karna kejadian sore tadi.


"Kalau canggung gini terus, kapan aku bisa dapet cinta nya?" Gumam dilla.


Dilla mendekati aldy. Ia membisikan sesuatu di telinga aldy.


"Apa kau tak ingin melanjutkan yang tadi?" Bisik dilla.


Belum sempat aldy menjawab, dilla sudah terlebih dahulu mencium bibir suami nya itu.


Aldy pun membalas ciuman yang diberikan dilla. Aldy mulai menggendong dilla lalu membanting nya ke ranjang.


"Kau yang memulai, kau yang memintanya dan aku yang akan mengakhiri nya. Jangan pernah menyesal dengan apa yang kau lakukan, aku tak peduli lagi walau ini akan sangat merugikan diri mu sendiri" ucap aldy tegas dan dingin yang di balas dilla dengan tatapan sendu.


Aldy pun mulai melancarkan aksi nya.


ia langsung menyambar bibir istri nya itu. ia juga menanggalkan pakaian nya yang membuat kedua nya polos tanpa sehelai benang pun.


Ia menghujam 'milik' dilla dengan sangat kasar.


"S shh sakit" kata itu selalu keluar dari mulut dilla karna memang aldy melakukan nya sangat kasar.

__ADS_1


aldy menghentak kan 'nya' dengan kasar yang membuat dilla memekik kesakitan.


dilla terus saja meraung meminta belas kasihan suami nya.


"kumohon, sudah mas,, shh sakitt" kata itu terus saja keluar dari mulut dilla.


Ini pertama kali nya bagi dilla, kata orang, dilakukan dengan lembut pun terkadang masih terasa sakit, apalagi aldy yang melakukan nya dengan kasar.


Bukan hanya sekali, aldy melakukan nya berkali kali di malam itu yang membuat dilla tak sadarkan diri.


Pagi hari.


Dilla terbangun ketika sinar matahari menerobos masuk dari balik jendela kaca di kamar itu.


Badan nya terasa remuk semua.


Dilla melirik jam yang ada di atas nakas kamar itu.


Dilla kaget saat melihat jam ternyata telah menunjukan pukul 11.00 siang.


Ia melihat aldy masih tertidur disamping nya. Dilla berusaha berdiri, namun area inti nya sangat lah nyeri.


Dilla berjalan tertatih tatih menuju kamar mandi. Ia pun mandi dengan menggunakan air hangat guna menetralkan badan nya yang terasa sakit semua.

__ADS_1


Dilla pun selesai mandi, ia melihat suami nya masih terlelap dalam mimpi.


"Mas, bangunn" dilla menggonyangkan pundak aldy.


Aldy menggeliat bangun dan melihat dilla sudah dengan penampilan segar nya.


"Cepet bangun, ini udah siang"


"Jam berapa?" Tanya Aldy dengan suara serak khas bangun tidur.


"Hampir jam 12 siang" jawab Dilla.


Aldy langsung duduk dari pembaringan nya.


Aldy menyingkap selimut nya. Ia melihat banyak sekali bercak darah di sprai kasur nya.


Pandangan nya tertuju pada Dilla yang berjalan tertatih tatih menuju depan meja rias nya.


"Sebanyak ini? Aku yakin pasti sakit" gumam Aldy ketika melihat darah berceceran itu.


Aldy pun berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan diri nya. Sedangkan Dilla langsung mengganti sprai kasur Aldy yang sudah ternodai dengan banyak bercak darah.


Sekilas Dilla melihat bercak darah yang ada di sprai itu.

__ADS_1


"Apakah aku harus jadi wanita semurah ini hanya untuk sebuah cinta? Apakah aku termasuk dalam wanita jalang yang haus akan cinta hingga aku mengorbankan mahkotaku kepada orang yang sama sekali tak mencintai ku sekalipun itu suami ku?" Dilla meneteskan air matanya.


__ADS_2