Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
Aldy junior 2 (DillAldy)


__ADS_3

Ia langsung menyiapkan segala sesuatunya. Dilla menyebutkan nama barangnya sedangkan Aldy lah yang menatanya di tas karna memang Dilla sudah merasakan kontraksi yang lumayan sakit.


Dilla masih terjaga sampai pukul 6 pagi, Aldy menemani istrinya.


Pagi itu juga Aldy membantu istrinya untuk ke rumah sakit.


Mereka sengaja menunda agar tidak terlalu lama berada dirumah sakit.


"Loh, kalian mau kemana?" Tegur mama Mela saat melihat Aldy membantu istrinya berjalan.


"Kerumah sakit ma, Dilla mau melahirkan" jawab Aldy.


Mama mela pun heboh. Ia meneriaki sang suami.


"Papa!!!! Papaaaa!!!" Teriaknya.


Papa Reza langsung tergopoh gopoh mendekat ke sang kanjeng ratu.


"Ada apa ma, pake teriak teriak segala"


"Papa bantu Aldy siapin mobil. Dilla mau kerumah sakit" ucap nya.


Papa Reza pun mengangguk


Mama mela dengan sigap mengambil tas yang sedang dibawa Aldy.


Aldy yang tau bahwa istrinya kesakitan pun segera menggendong nya.


"Mas turunin, aku masih kuat jalan" Dilla memberontak.


"Enggak boleh, kamu harus hemat tenaga buat nanti" ucap Aldy.


Mobil mereka pun melaju menuju rumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit, Dilla langsung di tempatkan di ruang persalinan vip.

__ADS_1


"Sudah pembukaan 6 nyonya" ucap Dokter yang memeriksa Dilla.


Dokter itu mulai memasangkan infus dan mempersiapkan kemungkinan terburuk karna pengalaman Dilla saat melahirkan pertama pembukaan nya sangat lambat.


"Sudah merasakan kontraksi dari jam berapa?" Tanya dokter itu.


"Sekitar jam 10 malam dok, terus semakin pagi semakin sakit" jawab Dilla.


Aldy menemani Dilla mulai dari Dilla berjalan jalan sampai dimana Dilla mengalami kontraksi dahsyat.


Aldy terus saja mengusap pinggang dan juga perut istrinya yang sedang berbaring merasakan sakitnya tiap kontraksi yang dialami nya.


"Bismillah, semoga lancar ya nak. Jangan nyusahin momy, kasian. Cepet keluar, dady udah nggak sabar liat kamu" ucap Aldy mengusap usap perut istrinya.


Beberapa jam kemudian, dokter mengatakan bahwa pembukaan nya sudah sempurna.


"Arghhhhhhh" Dilla mengejan sekuat tenaga nya.


Aldy terus saja menggenggam tangan istrinya.


Dilla sudah kehabisan tenaga nya. Nafasnya tersengal senggal.


Dokter segera memberikan selang oksigen di hidungnya.


"Aku udah lemes mas" keluh nya.


"Semangat sayang, bentar lagi kita bakal liat wajah anak kita" Aldy memberi semangat pada istrinya.


Dilla mengangguk


"Arghhhhh"


"Oekkkkk"


"Oekkkkk"

__ADS_1


Bayi yang baru saja lahir itupun menangis.


"Perempuan pak" ucap sang dokter.


"Alhamdulillah"


Aldy mengecup dahi istrinya berkali kali.


"Makasih udah ngasih aku sepasang malaikat" ucapnya tulus.


"Sama sama mas" jawab Dilla lirih.


Area keluarnya janin harus dijahit karna mengalami kerobekan yang disebabkan bayi yang Dilahirkan Dilla beratnya 3,9 kilogram.


Beberapa saat kemudian bayi itu diserahkan pada Aldy untuk di adzani.


Setelah selesai, Dokter menyerahkan bayi itu pada Dilla agar di susu i. Dengan lincah bayi itupun mencari letak sumber minuman nya.


Beberapa saat kemudian, Dilla dan bayi nya dipindahkan ke ruang rawat.


Para keluarga melihat anggota keluarga baru itu.


"Wahhh cantik banget"


Puji para anggota keluarga.


2 jam kemudian, para anggota keluarga sudah pulang ke kediaman nya masing masing.


Hanya tersisa Aldy, Dilla, Zayn dan mama Mela saja.


"Dad, Apa Zayn boleh cium adik?" Tanya bocah 6 tahun itu.


"Boleh dong" jawab Aldy.


Aldy mengambil bayi itu dari box nya lalu mendekatkan nya pada Zayn.

__ADS_1


__ADS_2