
Aldy mengambil bayi itu dari box nya lalu mendekatkan nya pada Zayn.
Cup
Zayn mencium pipi adik barunya itu.
"Yeayyy Zayn punya Queen" teriaknya girang.
"Zayn sayang kan nanti sama adek?" Tanya Dilla.
"Pasti dong mom"
Beberapa saat kemudian, mama Mela dan Zayn kembali ke kediaman Argadinata.
Sekarang hanya tersisa Aldy dan Dilla saja.
Dilla sedang menimang anak yang baru saja lahir itu.
"Cantik ya mas" puji Dilla pada Anak nya.
Hidung mancung, kulit putih dengan bibir tipis nya.
"Tapi kok muka nya masih banyakan kamu lagi sih mas" gerutu Dilla saat melihat wajah anak nya yang memang mirip dengan sang suami.
Hidung Dilla memang mancung, tetapi tak semancung Aldy suaminya. Dan hidung suami nya menurun pada kedua anak nya.
Yang berbeda dengan anak kedua nya terletak pada mata dan alis nya. Mata bayi mungil itu seperti Dilla. Alis nya pun seperti Dilla yaitu tipis.
Sedangkan bulu matanya seperti Aldy, yaitu memiliki bulu mata yang panjang dan lentik.
__ADS_1
Sisanya persis seperti ayah nya.
Aldy dan Dilla sendiri pun tak memiliki perbedaan yang spesifik. Mereka berdua sama sama memiliki kulit putih mulus, bibir tipis dan hidung mancung nya.
"Kamu kasih nama siapa mas?" Tanya Dilla pada suami nya.
"Alvira Zeyyana Argadinata, gimana? Bagus nggak?"
Dilla mengangguk setuju
"Bagus mas, panggilannya siapa?"
"Zee, gimana?"
"Kok Zee mas? Kenapa ngga zana atau ana?"
"Aku pengen 'zee' kan lucu kalo manggil 'zayn, zee'" jawab Aldy sambil terkekeh.
Dilla mengangguk setuju
"Lihatlah mas, Zayn 100% persis kamu, zee 95 % mirip kamu juga. Zayn sama zee beda nya cuma di mata sama alis doang" gerutu Dilla.
Aldy terkekeh mendengar gerutuan istrinya.
"Ya udah, nanti kita buat lagi biar mirip sama kamu" godanya.
"Enak aja, kalo bisa 2 aja cukup mas" omel Dilla.
"Buatnya sih enak, ngelahirin nya susah" gerutunya.
__ADS_1
"Iya, aku juga maunya 2 anak cukup. Aku nggak tega liat kamu kesakitan kayak tadi" ucap Aldy lalu mencium kening istrinya.
Beberapa hari kemudian, baby zee dan juga Dilla sudah pulang ke kediaman Argadinata.
Aldy mengadakan acara syukuran sekaligus aqiqahan secara besar besaran.
Semua anggota keluarga juga nampak merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh pasangan Aldy dan Dilla itu.
Kebahagiaan mereka bertambah saat mendengar berita kehamilan Ara.
Lagi lagi Rifqi lah yang mengalami morning sickness yang begitu menyiksa nya.
Ia bahkan sering kali mengerjakan pekerjaan nya dari rumah karna kadang mood nya yang berubah ubah.
Ketika berada disamping Ara, Rifqi tak lagi menjadi arogan. Justru ia berubah menjadi kucing imut yang membutuhkan belaian sang majikan nya.
Beberapa bulan kemudian,
Ara merasakan perutnya sangat sakit.
Ia sama sekali tak tahu rasanya kontraksi karna saar ia hamil Qian, ia terjatuh dari tangga dan saat itu juga harus melakukan operasi caesar.
Ara menelpon suami nya yang kebetulan hari tiu sedang bekerja.
"Mas, buruan pulang, perutku sakit" keluhnya melalui telepone.
"Iya, aku langsung pulang sekarang" ucap Rifqi.
Ia segera menyambar kunci mobil nya lalu melajukan nya ke rumah nya.
__ADS_1
setelah sampai di rumah, Rifqi melihat Ara yang sedang duduk di sofa dengan wajah pucat nya.