Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
piknik bersama


__ADS_3

Rifqi langsung merangkul pinggang istrinya.


"Udah mi, jangan marah marah terus. Wajar kan Qian gitu. Dia kan masih remaja juga" Bela Rifqi pada putra nya.


"Kamu sama Qian emang sama aja. Sama sama harus di omel i dulu baru nurut" sungut Ara.


Rifqi hanya terkekeh mendengar omelan demi omelan yang di lontarkan Ara setiap hari nya.


Qian, Anna maupun Rifqi sendiri pun tak pernah merasa keberatan karna mereka tau hal itu adalah hal yang baik untuk mereka.


Sedangkan di rumah Argadinata


"Mom, Zee pengen main kerumah nya Anna" pinta Zee.


"No, !! Nggak boleh, ini udah malam Zee, nggak baik ganggu orang tidur" tolak Dilla.


"Dad" Zee mengiba pada sang ayah.


Aldy dibuat bingung dengan situasi ini. Disatu sisi ia takut dengan tatapan tajam istri nya.


Tetapi disisi lain ia juga tak tega dengan wajah memelas Zee putrinya.


"Kak Zaynn" Zee menunjukan wajah terimut nya pada sang kakak.


Zayn juga sama seperti Aldy. Disatu sisi ia takut dengan sang momy disisi lain ia tak tega dengan sang adik.


"Besok aja Zee main nya. Mereka pasti udah tidur, lagi pula malam ini Qian ada prom night pasti mereka semua sibuk" jawab Zayn lembut pada adiknya.

__ADS_1


Zee hanya mampu mencebikan bibirnya kesal.


"Kamu boleh minta yang lain selain main kerumah Anna" usul Aldy pada putrinya.


Zee berpikir sejenak


"Kalo gitu Zee pengen tidur sama momy dan Dady aja deh kalo gitu" cetus nya.


Glegg


"Ah tau gitu nggak usah aku bujuk dia" batin Aldy berteriak.


Aldy melirik istri nya sekilas


"Ya udah, nanti Zee tidur sama Momy Dady" Dilla menjawab dengan sumringah.


"Tapi, Zee harus belajar dulu" ucap Dilla yang diangguki Zee.


"Masak ke kamar aja harus dianterin sih?" Gerutu Zayn.


"Kakkk" Zee memelas.


Zayn menghela napasnya, mau tidak mau ia harus menuruti keinginan adik satu satunya itu.


"Iya, my princess"


Zayn mengantarkan Zee ke kamar nya. Lalu Zayn sendiri masuk ke kamar nya sendiri untuk belajar.

__ADS_1


"Tuh liat, anakmu mas, kebanyakan kamu manja sih jadi gitu kan" Dilla menyalahkan suami nya karna sikap manja Zee.


"Ya nggak papa dong yank. Anak perempuan satu satunya. Nanti kalau udah besar dia udah nggak manja manja lagi sama kita" bela Aldy.


Dilla mencebikan bibirnya kesal. Ia kadang kesal dengan putri nya yang sangat manja dan keras kepala itu.


Dan anehnya lagi, Zayn dan suaminya pasti menuruti semua keinginan sang princess. Dilla takut jika anak nya tumbuh menjadi gadis manja nantinya.


Pagi hari,


Hari ini adalah hari libur.


Aldy dan keluarga kecilnya beserta keluarga kecil Rifqi merencanakan untuk piknik di taman kota.


Dilla maupun Ara sudah mempersiapkan segala sesuatu nya.


Mereka semua berangkat dengan menggunakan 2 mobil.


Sesampainya disana, Ara dan Dilla langsung menata sebuah tikar panjang dan juga menata makanan yang mereka bawa.


tampak Qian dan Zayn mengobrol entah apa yang diobrol kan.


sedangkan Anna dan Zee sedang bermain lari larian di taman.


"eh, mas Aldy sama Rifqi kemana?" tanya Dilla kala menyadari suami nya tak ada disana.


"eh iya, mereka kemana ya?" tanya Ara balik.

__ADS_1


"Qian, Anna" panggil Ara pada anak nya.


"Zayn, Zee kesini!" teriak Dilla.


__ADS_2