
Hati Dilla merasa teriris mendengar suara Aldy tadi.
Benar yang dikatakan kakak nya
Sudah tak ada lagi suara arogan seorang Aldy Argadinata, sekarang hanya ada suara mengiba meminta hal yang sebenarnya bisa saja ia berbuat nekat untuk menculik Zayn.
Tapi dia memilih jalan untuk mengiba pada Dilla.
Dilla segera masuk ke kamar nya,
Ia menangis sendirian di kamar itu.
Rasa rindu menyiksanya selama bertahun tahun. Rasa benci yang ia tanamkan dalam dirinya, tapi kenapa luntur seketika saat mendengar suara Aldy diseberang sana?
Tiba tiba pintu kamarnya diketuk, Dilla segera menghapus air matanya.
Ia membuka pintu itu,
"Maaf nyonya, ada tamu yang mencari anda" ucap sang maid.
Dilla mengangguk, ia turun ke lantai bawah melihat siapa tamu nya.
Deggg
Jantungnya terhujam melihat siapa yang datang.
Laki laki yang baru saja ia tangisi.
__ADS_1
Laki laki yang telah menggoreskan luka di hatinya.
"Dilla..." panggil Aldy dengan suara lembut nya.
Dilla masih mematung tak bergeming dari tempatnya berdiri.
"Kenapa setiap melihat wajah teduhnya rasa benciku tiba tiba luntur" batin Dilla.
"Maaf, ada keperluan apa tuan Aldy Argadinata? Jika tidak ada yang penting silahkan anda meninggalkan rumah ini" ucap Dilla.
Begitu sakit rasanya mencoba seolah olah tak mengenal orang yang sudah mengambil cinta nya.
Aldy mendekat ke arah Dilla. Ia langsung memeluk tubuh mungil yang ia rindukan selama lima tahun terakhir ini.
Dilla diam membeku. Lidahnya terasa kelu untuk beteriak menolak. Badannya terasa kaku untuk menolak pelukan hangat itu.
Perlahan Aldy melepaskan pelukan itu. Aldy bersimpuh tepat di hadapan Dilla yang masih menatap depan dengan tatapan kosong nya.
"Maafkan aku Dil, aku benar benar minta maaf atas semua yang terjadi pada hidup mu. Maafkan aku yang telah membuat luka dihatimu. Maafkan aku yang telah membuatmu pergi dari ku"
"Berdirilah!!" Ucap Dilla dengan nada dingin.
Aldy menggeleng
"Aku tak akan berdiri sampai mendapat maafmu Dil" ucap Aldy meneteskan air mata nya.
Kini adalah kedua kalinya Dilla melihat Aldy meneteskan air matanya.
__ADS_1
Pertama saat menemani nya melahirkan dan kini saat Aldy meminta maaf dari nya.
"Pergilah sebelum aku murka" ucap Dilla dingin.
"Enggak Dil, kumohon maafkan semua kesalahan ku padamu. Apa kau tau, aku menderita selama 5 tahun terakhir ini. Aku memikul beban rindu yang berat padamu dan Zayn. Apa kau tau, semua yang kau lihat bukanlah kenyataan nya. Andrew menjebakku Dil dengan memasukan ****** itu ke ruang kerja ku" Aldy berusaha menjelaskan.
"Katakan apa maumu lalu pergilah dari sini" Dilla mulai emosi.
"Aku hanya ingin maaf darimu"
"Cih, lihatlah seorang Aldy Argadinata sedang memohon ampun padaku" sinis Dilla.
"Aku tidak peduli Dil, kumohon beri aku maaf mu Dil"
Lama kelamaan Dilla mulai luluh, air mata nya ikut menetes seiring permohonan maaf dari Aldy.
"Berdirilah"
Aldy menggeleng
" Tidak sebelum kau memaafkanku"
"Berdiri atau aku tak akan pernah memaafkanmu" bentak Dilla.
Seketika Aldy berdiri
"Kau memaafkanku?"
__ADS_1
"Hati yang sudah terlanjur terluka memerlukan waktu untuk menyembuhkannya. Berusahalah untuk mendapatkan maafku, yang perlu kau tau aku tak akan menghalangimu untuk bertemu Zayn. Bagaimana pun dia anak mu dan dia tau jika kau Dady nya