Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
mau apa?! (DillAldy)


__ADS_3

15 menit kemudian Dilla sampai disebuah gedung kosong.


Dilla di arahkan untuk masuk, dan ia sudah melihat kedua mertua dan suaminya sudah terikat.


Dilla menatap wajah suaminya yabg terlihat memar. Tetapi wajah kedua mertuanya utuh tanpa lecet sedikitpun.


Kedua tangan Dilla di pegang oleh 2 orang pria berbadan kekar di setiap lengannya masing masing satu orang.


"Mau apa kau?" Dilla berteriak.


"Diam!!"


"Apa hakmu menyuruhku diam!!"


"Kau bertanya apa hak ku? Aku bisa saja membunuh kedua mertuamu sekaligus suami mu" jawab sang pengawal itu.


"Cepat katakan apa maumu? Tapi lepaskan mereka bertiga" teriak Dilla.


Disini lah Dilla menunjukan sisi keberaniannya.

__ADS_1


Tiba tiba seorang pria bertopeng berjalan mendekati Dilla.


"Lepakan tangan wanita ini" ucap si pria bertopeng, sang pengawal itupun melepaskan tangan Dilla.


Pria bertopeng itu mendekat ke Dilla. Ia melepaskan topeng yang ia kenakan.


"Rendy?!!" Pekik Dilla saat melihat siapa pria bertopeng di depan nya.


"Pengawal, lepaskan kedua mertua gadis ini, tapi jangan kau lepaskan suaminya cukup buka saja plaster dimulutnya" titah Rendy.


"Berikan wanita ini kursi" titah Rendy lagi.


"Kau pasti bertanya tanya kenapa aku disini. Aku ingin bertemu dengan mu Dil. Kau ini sangat susah untuk ditemui" ucap Rendy terkekeh.


"Lihat lah, padahal aku tak berniat membuat suamimu babak belur. Tapi dia sendiri yang malah menghajar para pengawalku jadi aku tidak salah kan membuatnya seperti itu" tanya Rendy terkekeh kecil.


"Apa maumu?!" Teriak Aldy yang sudah dibuka plaster mulut nya.


"Diamlah!! Aku hanya ingin bicara dengan wanitaku" ucap Rendy.

__ADS_1


"Hei apa maksudmu!!" Sungut Aldy.


"Dilla adalah pacarku" jawab Rendy dengan santai.


"Tutup mulutmu Ren, kau sudah menjadi mantan saat 2 tahun lalu kau meninggalkanku tanpa alasan" bela Dilla pada dirinya sendiri.


"Aku tidak pernah meninggalkanmu Dil, saat itu aku dipaksa ayahku untuk melanjutkan study ku di luar negeri"


"Tapi kau bisa kan menghubungiku"


"Akses ku saat itu ditutup rapat oleh Ayahku" bela Rendy.


"Lalu kenapa kau malah menculik mertuaku"


"Hehehe, pengawal, lepaskan laki laki itu" titah Rendy pada pengawalnya agar melepaskan Aldy.


"Jangan banyak basa basi cepat katakan kenapa kau menyulik mertuaku!" Teriak Dilla.


"Hehehe sebenarnya aku hanya ingin minta maaf pada kalian semua. Untukmu Aldy, maaf aku pernah berniat mencelakai mu dengan menyabotase rem mobil yang kau kendarai bersama Rifqi saat itu. Dan untuk kau Dilla, aku meminta maaf karna aku menjadi lelaki pengecut yang meninggalkanmu begitu saja. Kalian semua pasti bertanya tanya ada hubungan apa aku dengan Dilla. Kami dulu adalah sepasang kekasih, namun keegoisan ayahku membuat aku harus melepas Dilla tanpa kata dan meninggalkan nya begitu saja. Lalu aku tau yang ada dibenak kalian kenapa aku tak datang langsung kerumah mu (tunjuk Rendy pada Aldy) kau tau kan jika aku datang langsung kerumah mu pasti aku akan mati dihajar para pengawalmu itu, dan sebenarnya aku sudah mengikuti kalian sejak lama, tapi aku tak pernah melihat Dilla bersama denganmu (tunjuk Rendy pada Aldy lagi) dan saat itu aku melihat Dilla ikut bersamamu, tapi saat ku dekati Dilla malah berlari masuk ke dalam kantor. Dan satu lagi, aku tau perlakuan burukmu pada Dilla selama ini, aku sudah mengiklaskan nya untukmu tapi bukan berarti kau bebas untuk menyakitinya. (Rendy memegang tangan Dilla) jika kau merasa tersakiti oleh nya atau kau sudah muak dengan perlakuan nya, kabari aku. Aku akan membantumu untuk lepas dari nya" ucap Rendy tulus.

__ADS_1


__ADS_2