Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
ke dokter (DillAldy)


__ADS_3

"Aku hanya bisa berdo'a semoga nasib yang sama sepertiku dulu tidak akan terulang kedua kali nya oleh sahabatku" batin Ara berdo'a.


"Mari saya cek dulu nyonya" ucap dokter perempuan itu.


" Keluar darah saat pertama kali berhubungan memang hal biasa, namun di kasus anda darah terus menerus keluar dari area inti. Hal ini disebabkan karna ada sedikit luka di area rahim anda. Saya akan meresepkan obat untuk mengurangi rasa sakit nya. Tapi sebaiknya, jika berhubungan dilakukan dengan lembut dahulu karna mengingat luka yang ada pasti akan menimbulkan rasa nyeri" ucap sang dokter.


Setelah selesai berkonsultasi, Ara dan Dilla pulang kerumah.


"Aku tau betul rasa nya dil, bahkan dulu aku sampai dirawat di rumah sakit" ucap Ara yang hanya dibalas Dilla dengan kekehan kecil.


Mereka telah sampai kediaman argadinata.


"Ar, boleh kau tunjukan kamar terdekat di lantai satu? Rasanya aku tak kuat berjalan lagi sekalipun menggunakan lift" ucap Dilla.


Ara pun menunjukan salah satu kamar yang terdekat dengan pintu luar.


Dilla segera masuk ke kamar itu dan mulai mengistirahatkan badan nya.


Jam menunjukan pukul 18.30


Saat ini Dilla sedang bermain bersama Qian keponakan nya di ruang tengah.


Area inti Dilla sudah tidak terlalu nyeri lagi.


Ara dan Rifqi akan pulang besok sore, jadi hari ini Qian masih di ruamah argadinata.

__ADS_1


Hanya ada Qian dan Dilla di ruang tengah itu. Sedangkan Ara dan Rifqi entah kemana tak ada yang tau.


Mungkin sedang proses membuat adik untuk Qian, pikir Dilla.


Papa Reza bersama mama mela turun tangga bersama.


Mereka melihat interaksi menantu baru nya dengan sang cucu.


" Main apa tuh? Kelihatan nya seru banget" celetuk papa Reza lalu ikut bergabung bermain bersama Dilla dan Qian.


"Aldy mana Dil?" Tanya mama Mela.


"Di ruang kerja ma, kayak nya baru nyelesai in urusan kantor" jawab Dilla yang dijawab mama Mela dengan 'oh' ria.


"Terus kok ini Qian sama kamu? Ara sama Rifqi mana?" Tanya mama Mela.


"Ih mama kaya nggak pernah muda ajha" celetuk papa Reza yang membuat Dilla dan mama Mela tertawa kecil.


"yang Pengantin baru nya siapa, yang sibuk dikamar malah siapa" celetuk mama Mela lagi.


"Sabar Dil, punya mertua gesrek semua" batin Dilla.


" Ya udah kamu panggil Aldy buat makan malem" ucap mama Mela.


Dilla menggendong Qian dan mengajak nya ke lantai 2 dimana ruang kerja Aldy berada.

__ADS_1


Ceklek


Dilla membuka pintu ruangan itu. Aldy yang tadi nya fokus ke laptop nya langsung mendongakkan kepala nya.


"Ayo makan malam mas" ajak Dilla.


"Hmm" jawab Aldy.


Aldy langsung menutup laptop nya.


Sejenak ia memandang Dilla yang sedang menggendong Qian.


Aldy mendekati Dilla.


"Sini gendong sama uncle" Aldy mengulurkan tangan nya ke arah Qian.


Qian pun menyambut uluran tangan sang uncle.


Dilla dan Aldy yang sedang menggendong Qian turun melewati tangga.


Mereka berjalan menuju meja makan. Maid sudah menyiapkan sebuah kursi khusus untuk Qian.


Aldy mendudukan qian di kursi itu. Sedangkan Dilla menyiapkan makanan untuk Aldy.


Aldy segera menyantap makanan itu, sedangkan Dilla menyuapi Qian terlebih dahulu.

__ADS_1


"Lohh kamu kok nggak makan nak?" Tanya mama Mela.


"Iya nanti aja ma, biar Qian duluan" jawab Dilla lalu melanjutkan kegiatan nya yaitu menyuapi Qian.


__ADS_2