Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
bertemu ara


__ADS_3

30 menit berlalu..


mobil rifqi telah terparkir sempurna di parkiran kebun binatang itu. ia segera membeli tiket masuk. ia mengirim sebuah pesan pada aldy.


[dimana kau? aku sudah sampai]


*pesan dari rifqi.


tingg


[datanglah ke area burung di kebun binatang]


*balasan pesan dari aldy.


rifqi langsung menuju tempat yang dimaksud aldy.


matanya memutar mencari keberadaan aldy dan juga ara. matanya menatap seorang wanita yang sedang mendorong stroler bersama seorang pria yang menurutnya adalah aldy.


ia langsung menghampiri orang itu. dan benar saja, yang dilihatnya adalah ara yang sedang mendorong stroler baby qian. aldy yang melihat kedatangan rifqi pun langsung mengerti keadaan.


"kakak beli minum dulu disana" ucap aldy lalu beranjak meninggalkan ara.


rifqi yang masih dibelakang ara pun memanggilnya.


"ar?" panggil rifqi lirih.


ara membelalakan matanya kaget.


"m maaf anda salah orang" ucap ara lalu mendorong stroller qian menjauh.


dengan sigap rifqi menarik pergelangan tangan ara.

__ADS_1


"kumohon bicaralah padaku sebentar saja ar" pinta rifqi.


"maaf, aku sedang buru buru" jawab ara.


"mohon lepaskan tangan anda dari tangan saya" ucap ara dingin.


"enggak ar, ku mohon bicaralah padaku sebentar saja"


ara menghempaskan tangan rifqi. ia berjalan meninggalkan rifqi.


" aku mencintaimu ar, sungguh" ucap rifqi yang membuat ara menghentikan langkahnya.


" cinta?? bukan kah terlalu terlambat jika kau mengatakannya sekarang?" sinis ara.


ara melanjutkan langkahnya menuju sang kakak.


" ayho kak kita pulang"


rifqi diam mematung melihat ara melenggang pergi.


sekian detik kemudian, ia baru tersadar dari lamunan nya. ia segera berlari ke parkiran. ia menyalakan mobilnya mengikuti mobil yang dikendarai aldy.


beberapa saat kemudian, mobil yang ditumpangi ara tekah sampai di parkiran hotel. begitu pun mobil rifqi. mereka memasuki lift. rifqi segera menyusulnya sebelum kehilangan jejak ara.


"kenapa kau mengikutiku tuan rifqi yulandres?" tanya ara tajam.


"a aku..." belum sempat rifqi berbicara, lift sudah terbuka.


ara melangkahkan kakinya menuju kamarnya dengan rifqi dan aldy mengekor dibelakangnya.


ara menghentikan langkahnya sejenak.

__ADS_1


"berhenti disitu tuan rifqi yulandres atau kau tak akan bisa bertemu denganku sampai kapanpun"


ara masuk ke kamarnya. sebelum menutup pintu, rifqi menahan pintunya.


mata ara menatap tajam bagai elang.


"apa yang kau cari? perjanjian kita telah usai"


"aku mencintaimu ar, kumohon kembalilah kepadaku" mohon rifqi.


ara menunjukan senyum mengejek nya.


"seorang rifqi yulandres sedang memohon pada seorang gadis sampah sepertiku? ck ck wah wah wah.. pasti akan menjadi berita masa yang bagus" senyum smirk masih terpampang jelas dimata ara.


"kenapa kau berbeda ar? " tanya rifqi.


"kenapa kau bilang??!! bukankah kau sendiri yang menyerahkan perjanjian itu.. laku dimana letak salahku?"


" iyha memang itu dulu ar, tapi kumohon, kembalilah padaku ar.."


"apakah kurang jelas dengan yang kutulis di surat itu? aku akan kembali dengan surat perceraian kita"


" aku tak ingin kita bercerai ar, aku mencintaimu.. sungguh.. kumohon kembalilah" ucap rifqi yang matanya mulai memerah menahan tangis.


"apakah semudah itu? tenang saja, aku akan memberi semua yang qian mau tanpa harus meminta padamu"


"termasuk kasih sayang seorang ayah?" tanya rifqi.


degg


pertanyaan itu begitu menyentuh hati ara.

__ADS_1


"dia punya aku. suatu hari nanti ia akan tau bahwa dia tak butuh seorang ayah. ada kak aldy yang siap memberinya kasih sayang yang utuh tanpa harus mengorbankan hatiku sendiri"


__ADS_2