Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
Bantu aku (DillAldy)


__ADS_3

"Kapan anda pacaran? Kenapa kami semua tidak tau"


"Tidak semua hal tentang saya yang perlu kalian ketahui. Ini semua adalah privasi saya dan suami saya. Dan perlu saya tegaskan, saya sudah menjadi asisten pak Aldy lebih dari 3 tahun lalu, sejak pak Aldy masih bekerja di Yulandres grup" tegas Dilla.


Dilla pun pamit untuk ke ruangan Aldy.


"Maaf, liat nya sudah dulu ya, saya mau ke ruangan pak Aldy" ucap Dilla sopan yang diangguki para karyawan.


Dilla sudah sampai di depan ruangan Aldy.


Ia tak melihat sekertaris maupun asisten Aldy di meja tempat mereka biasanya.


Tanpa mengetuk terlebih dahulu, Dilla membuka pintu ruangan suami nya.


Alangkah terkejutnya saat melihat seorang wanita dengan baju minim bahan sedang duduk di pangkuan suami nya.


Dilla memelototkan mata nya tajam.


"m mas??" Ucap Dilla dengan nada bergetar menahan tangis nya.


Aldy kaget dengan kedatangan Dilla, biasanya istrinya itu mengetuk pintu terlebih dahulu.


Tanpa Ba Bi Bu, Dilla berbalik keluar dari ruangan itu.


Aldy ingin mengejar istrinya, namun sang wanita itu langsung menarik tangan Aldy agar tak bisa mengejar Dilla.


Dengan langkah cepat Dilla keluar dari kantor itu, ia berusaha memasang wajah setenang mungkin agar para karyawan tidak curiga.


Para karyawan menatap heran pada istri bos mereka yang baru saja pamit masuk tetapi sekarang keluar lagi dari kantor itu.


"Loh kok cepet banget"

__ADS_1


"Iya kok cepet banget"


Bisik bisik para karyawan kantor.


Dilla segera memberhentikan taksi.


Ia memasukan Zayn dalam taksi itu lalu memencet tombol pada stroller itu yang membuatnya otomatis terlipat dengan sendirinya.


Dilla memasukan stroller itu di jok tempat duduknya. Akan lama jika memasukannya ke bagasi pikirnya.


Di dalam taksi itu, Dilla langsung menghubungi kakak nya Bryan.


"Halo Dil, tumben menelpon kakak di jam siang seperti ini"


"Bantu aku pergi dari sini kak"


"Maksudmu?"


"Baiklah kakak akan menyiapkan villa untuk mu, besok segeralah terbang ke amerika dengan jet pribadi kakak" ucap Bryan berusaha menenangkan adik nya.


"Tidak kak, aku akan kesana hari ini juga, aku akan meminta bantuan temanku" ucap Dilla.


"Baiklah, kakak juga akan langsung ke amerika hari ini juga untuk mempersiapkan segala nya" ucap Bryan.


Tutt


Panggilan di akhiri.


Dilla beralih untuk menelpon Rendy.


"Halo Ren,"

__ADS_1


"Iya halo Dil, kenapa? Ada masalah?" Tanya Rendy saat mendengar suara Dilla yang agak bergetar.


"Bisakah kau membantuku untuk ke amerika hari ini juga?"


"Hah? Amerika? Kenapa tiba tiba"


"Aku akan cerita nanti saja, bisakah kau membantuku?"


"Baiklah, bisa Dil, kapan?"


"2 jam lagi"


"Hah? 2 jam? Sedarurat apa hal ini sampai 2 jam harus siap" pekik Rendy kaget


"Aku ingin berpisah dengan Aldy"


"Apa?!, Baiklah aku akan menyiapkan jet pribadi untukmu"


"Terimakasih Ren"


Tutt panggilan di akhiri


Beberapa saat kemudian taksi sudah sampai di mansion Argadinata.


Dilla menghapus air mata nya terlebih dahulu sebelum keluar dari taksi.


Ia segera mendorong stroller itu ke dalam mansion.


Dilla segera menuju kamar nya.


Dilla mengambil sebuah koper kecil

__ADS_1


Ia memasukan perlengkapan Zayn dan beberapa berkas. Ia sama sekali tak membawa baju ganti untuk nya karna koper kecil itu sudah di penuhi baju, selimut dan juga perlengkapan Zayn.


__ADS_2