
Beberapa saat kemudian dokter Farah datang. Ia mulai memeriksa keadaan Dilla.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ia hanya perlu istirahat untuk memulihkan tenaga nya yang lemah. Mungkin 2 atau 3 jam lagi ia akan sadar" ucap dokter Farah.
Aldy mengangguk, dokter itupun keluar.
Tak lama kemudian, mama Mela dan papa Reza datang menjenguk Dilla.
"Dilla belum sadar Al?" Tanya mama Mela.
"Belum ma, kata dokter kondisinya masih lemah" jawab Aldy.
2 jam sudah papa Reza dan mama Mela menunggu menantunya sadar. Aldy meminta kedua orang tuanya untuk pulang saja dan menjenguk lagi saat Dilla telah sadar.
Akhirnya papa Reza dan mama Mela pulang.
Aldy sudah merasa jenuh menunggu i istrinya yang tak kunjung sadar.
Jam menunjukan pukul 12 siang.
Dilla mengerjapkan mata nya. Ia menyesuaikan matanya dengan cahaya yang ada diruangan nya. Ia langsung tau dimana ia sekarang.
Bau obat obatan yang menyengat bertambah dengan ruangan yang berdominasi warna putih.
Matanya menyapu ke sekelilingnya. Netranya terpaku saat melihat Aldy suaminya yang sedang tertidur dengan posisi duduk disofa.
Hati Dilla menghangat saat tau bahwa suami nya menunggu i nya di rumah sakit.
__ADS_1
Tenggorokan Dilla terasa sangat kering. Tangan nya berusaha menggapai gelas berisi air putih di nakas samping brankar nya.
Pyarrr
Tangan nya yang masih lemas membuat gelas itu jatuh pecah berserakan di lantai. Seketika Aldy terbangun dari tidurnya saat mendengar suara gelas pecah.
Netranya menatap kepingan gelas yang sudah tak berbentuk. Matanya mendongak ke arah brankar rumah sakit. Ia melihat Dilla yang juga sedang menatapnya dengan tatapan takut.
Dilla takut jika suami nya akan marah padanya karna sudah menjatuhkan gelas dirumah sakit.
"Ma maaf mas sudah membangunkan mu" ucap Dilla sedikit takut.
Aldy berjalan mendekati Dilla. Ia mengusap rambut istrinya itu.
"Mana yang sakit? Katakan padaku" tanya Aldy dengan kata kata halus.
"Maaf telah menjatu----" belum sempat Dilla meneruskan ucapannya, Aldy lebih dulu meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Dilla.
"Biar officeboy yang membersihkannya" ucap Aldy.
"Kau ingin minum?" Tanya Aldy halus.
Dilla mengangguk
Aldy segera keluar dari kamar rawat Dilla. Beberapa saat kemudian, Aldy masuk ke ruangan Dilla dengan membawakan sebuah plastik yang berisi sebotol air mineral, beberapa kotak susu hamil instan, susu hamil bentuk bubuk, beberapa roti dan macam macam buah.
Aldy menyerahkan botol air mineral yang sudah diberi sedotan terlebih dahulu. Dilla menerima botol itu dan meminum nya.
__ADS_1
"Jangan banyak banyak" ucap Aldy lalu meminta botol mineral itu dan menyerahkan sekotak susu hamil instan yang dibeli nya.
"Minumlah ini dulu untuk bayi mu" ucap Aldy.
Ada rasa kecewa di mata Dilla ketika mendengar Aldy mengatakan "bayimu" kenapa suami nya yak mengatakan "anak kita"
Dilla menerima susu instan itu dan mulai me minum nya.
"Kau tidak merasa mual?" Tanya Aldy.
Dilla menggeleng
"Ya sudah cepatlah habiskan susu itu, lalu segera makan buah ini" ucap Aldy sambil mengupas buah apel dengan pisau.
"Tapi aku sudah kenyang mas" bantah Dilla.
"Tapi kau belum makan dari semalam" tegas Aldy.
"Aku nggak pengen makan buah itu mas" rengek Dilla.
Aldy menghela napasnya.
Beberapa saat kemudian, ada pengantar makanan masuk ke ruangan Dilla.
Ia membawa makanan khas rumah sakit.
__ADS_1