
Kini giliran Qian yang tertawa melihat papi nya mati kutu dihadapan sang mami.
Ara pun menerobos masuk ke kamar Qian.
Ia segera memilihkan baju untuk anak nya.
Qian dan Rifqi, 2 laki laki itu saling senggol menyenggol layaknya kedua budak yang sedang dimarahi majikan nya.
"Kamu sih, mami jadi marah kan" bisik Rifqi pada Qian.
"Mana ada, gara gara papi tau" sanggah Qian.
"Gara gara kamu lah, coba kalo kamu nggak pake acara ngeyel pasti mami nggak marah" Rifqi menyalahkan anak nya.
"Gara gara papi lah, coba kalau papi nggak pake ngompor ngomporin mami"
"Eh mana ada, semua gara gara kamu"
"Gara gara papi"
"Kamu!"
"Papi"
"Kamu"
"Papi"
"Kamu"
"Kamu" jebak Qian.
__ADS_1
"Papi" dengan bodohnya Rifqi menjawab.
"Diammm!!" Teriak Ara yang semakin pusing dengan 2 pria di depan nya itu.
Pilihan nya jatuh pada sebuah jas berwarna navi dengan celana dasar hitam yang terlihat elegan.
"Ini pakai" titah Ara pada anak nya.
"Tapi mii" Qian masih mencoba bernegosisasi dengan sang mami.
"Mau pakai sendiri atau mami yang pakein" Ancam Ara.
"Miiii" Qian menunjukan wajah memelas nya.
"Pakai!!" Rifqi ikut memerintah anaknya karna ia tau istrinya mudah goyah saat melihat wajah memelas anak nya.
Qian keluar dari ruang gantinya.
Ara menatap sumringah penampilan anak nya yang sangat tampan memakai pakaian apapun.
"Nahh kalo gini kan tambah ganteng"
"Qian tau mi, kalo Qian ganteng" canda Qian.
"Gantenglah, turunan siapa dulu, papi gitu looo" Rifqi berbangga.
"Cih, ganteng sih, tapi bucin akut sama mami" ledeknya.
"Kamuuu"
__ADS_1
"Hussss udah diem!. kalian berdua ini berantem mulu, pusing mami dengernya" omel Ara.
Ara melihat penampilan anak nya dari bawah ke atas.
"Sepatu matching, celana oke, kaos oke, jas oke, rambut oke, jam tangan??? Apa ini?? Kenapa pake yang ini?!" Ara kembali mengomeli anak nya.
"Kenapa lagi sih mi,? ini udah bener tu, bagus jam tangan nya"
"Kalo kamu pake yang itu nanti kamu dikira om om yang mau rapat" cetus Rifqi dengan gelak tawa nya.
"Cihh padahal dia sendiri juga om om dong berarti" cibir Qian.
"Lah, kan papi emang CEO, jadi wajar aja"
"Ganti jam tangan nya yang kemarin baru di beliin papi. Papi udah capek capek kerja buat kamu tapi malah jam tangan bagus yang dikasi papi nggak dipake. Kamu tu harus bersyukur mau minta apa apa langsung dikasih sama papi mu, bla bla bla" panjang lebar Ara mengomeli anak nya.
"Emang Qian pernah bilang kalo Qian nggak bersyukur ya mi?" Sanggah nya.
"Kamu tu harus nurut sama mami papi kamu mau jadi anak sukses atau nggak? Kalo mau ya harus nurut sama mami papi" omelnya lagi.
Mau tidak mau Qian memakai jam tangan yang kemarin baru saja dibelikan Rifqi untuk nya.
"Nah kalo gini kan tambah cakep" puji Ara pada anak nya.
Qian menghela napas nya malas.
"Ya udah, Qian berangkat sekarang ya mi, udah telat gara gara mami ngomel mulu dari tadi" ucap Qian lalu menyalami orang tua nya.
Ia buru buru lari keluar agar tidak terkena omelan sang kanjeng mami lagi.
__ADS_1
Rifqi langsung merangkul pinggang istrinya.