Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
sepucuk surat ara


__ADS_3

2jam lebih 50 menit kemudian,


ara telah sampai di bandara denpasar bali.


ia langsung menuju hotel yang sudah ia pesan sebelumnya melalui aplikasi online.


....


disisi lain.


tepat pukul 4 sore, rifqi sampai di mansion nya. ia langsung menuju ke kamarnya. ia tak melihat siapapun berada di kamarnya. ia membuka kamar mandi, namun hasilnya nihil.


ia langsung ke kamar yang sebelumnya disiapkan untuk qian. namun hasilnya juga nihil.


ia berlari ke lantai bawah. ia melihat ke dapur, hasilnya juga nihil.


risa mendekatinya.


" dimana ara?" tanya rifqi to the point


"nyonya ara sudah pergi tuan"

__ADS_1


"apa?!! apa maksudmu?!" bentak rifqi.


"nyonya ara bilang ia pergi sudah atas izin anda tuan. dan dia juga bilang telah meletakkan surat di atas meja nakas kamar anda" jawab risa takut takut.


rifqi langsung berlari ke kamarnya. ia langsung melihat ke arah nakas. ia melihat cincin pernikahannya dengan ara sudah ada di atas nakas itu, ada juga kalung dan beberapa perhiasan lain pemberian rifqi. ia langsung mengambil secarik kertas yang ada disana.


ia langsung membuka surat itu.


"to : rifqi


mas, mungkin saat kau membaca surat ini aku telah pergi meninggalkan rumah. sesuai perjanjian kita, setelah qian berumur satu bulan, maka aku harus meninggalkan rumah itu bersama anak kita. jangan khawatirkan qian, aku akan menjaga dan merawatnya dengan baik. jika hatiku sudah tenang, aku akan kembali membawa surat perpisahan kita mas.. kumohon jangan mencari kami berdua, biar aku sendiri yang kembali saat hatiku telah sembuh. saat hatiku telah siap melepasmu. aku juga sudah meninggalkan semua barang pemberianmu mas, cincin nikah, perhiasan, atm dan juga baju baju pemberianmu. aku juga sudah meninggalkan foto mu yang sedang menggendong qian di dalam laci. maaf aku terlalu lancang memfotomu tanpa izin darimu. dan satu lagi, terimakasih kau sudah mau menampungku selama ini mas, memberiku sedikit sayang walau hanya sementara. maaf jika selama ini aku menjadi beban bagimu. dan lihatlah sekarang, aku yang dulu kau sebut sebagai 'Sampah' kini akan pergi jauh. semoga kau akan bahagia di kehidupanmu nanti mas.. byee"


tutt


panggilan terhubung


"dimana ara dan qian?" tanya rifqi tanpa basa basi.


"seharusnya ku yang bertanya padamu, apa yang kau lakukan padanya hingga dia pergi?!!" geram aldy.


tutt

__ADS_1


tanpa menjawab rifqi langsung mematikan panggilannya.


ia langsung menyambar kunci mobilnya.


ia berjalan menyusuri jalanan kota. ia tak menemukan ara. ia langsung menelpon seseorang.


"cepat cari tau dimana istriku berada" ucapnya pada irang di seberang.


rifqi akhirnya pulang dengan muka lesu. ia tak menemukan keberadaan ara maupun qian.


ia mencoba memejamkan matanya, namun hasilnya nihil..


ia beranjak berdiri. ia membuang semua barang yang ada di dekatnya. ia meninju tembok sampai keluar darah dari tangan nya.


nampak matanya merah. antara menahan amarah, menyesal, sedih dan juga khawatir.


ia masuk ke kamar mandi. ia mengguyur badannya di bawah shower yang mengalir.


...


aldy juga khawatir dengan keadaan adiknya. ia sama sekali belum memberi tahu orang tua nya tentang kepergian ara. karna aldy takut orang tua nya akan syok, sedih dan kepikiran. ia juga sudah menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari ara.

__ADS_1


__ADS_2