Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
Alasan logis (DillAldy)


__ADS_3

"Baiklah, berarti targetku saat ini adalah bisa hamil anak mas Aldy" jawab Dilla yakin.


Ara menepuk punggung Dilla.


"Semangat dil" ucap Ara.


Mereka berdua kembali ke kamar masing masing.


Dilla melihat kamar nya kosong tak berpenghuni.


Dilla berjalan menuju ruang kerja Aldy.


Ceklek


Dilla membuka pintu nya.


Nampak Aldy masih fokus dengan laptop nya.


Dilla mengunci pintu ruangan itu, lalu mendekat ke arah Aldy. Ia sudah memantapkan hati nya agar ia bisa hamil anak Aldy. Ia juga tidak meminum pil penunda kehamilan yang diberikan Aldy pada nya.


Ia siap menerima resiko terburuk sekalipun bila dia melanggar perintah yang sudah di tetapkan oleh suami nya itu.


Aldy melihat Dilla berjalan ke arah nya.


"Kemarilah" titah Aldy.


Dilla berdiri di samping aldy yang sedang duduk. Aldy langsung menarik. pinggang istri nya itu hingga Dilla terduduk di pangkuan Aldy.

__ADS_1


Belum sempat Dilla protes, Aldy sudah membungkan bibir Dilla dengan bibirnya. Aldy langsung menggendong Dilla menuju kamar yang ada di dalam ruang kerja nya.


Merekapun melakukan pergerumulan panas disana.


Pagi hari


Dilla mengerjapkan mata nya bangun. Ia melirik jam menunjukan pukul 4 pagi.


Ia sudah tak melihat Aldy disamping nya. Ia mendengar suara gemericik air menandakan suami nya sedang mandi.


Beberapa saat kemudian, Aldy sudah keluar dari kamar mandi.


"Segeralah mandi, aku akan ke masjid kau sholat lah di rumah saja" ucap Aldy lalu berlalu ke walk in closet.


Dilla segera beranjak dari ranjang itu dan berjalan menuju kamar mandi dan mulai membersihkan diri nya.


Saat ini mereka semua ada di meja makan. Hanya tersisa Aldy, Dilla dan juga mama Mela.


"Ma,pa, Aldy ingin pindah ke mansion Aldy sendiri ma, pa"


"Kenapa memang nya? Bukankah rumah ini sudah lebih dari cukup untukmu?"


"Aldy hanya mau hidup mandiri ma"


Papa Reza nampak berfikir sejenak.


'jika aku membiarkan mereka hidup sendiri, aku tak bisa terbayang bagaimana nasib Dilla nantinya. Aku takut menantuku akan memiliki nasib yang sama seperti Ara' batin papa Reza.

__ADS_1


"Tidak nak, lebih baik kau tinggalah disini untuk satu tahun kedepan" jawab papa Reza.


"Tapi pa, Aldy hanya mau hidup berdua dengan Dilla agar lebih saling mengenal"


"Papa memiliki pertimbangan yang matang untuk kalian berdua" lanjut papa Reza.


"Mama juga setuju dengan papa mu Al, mama juga punya alasan tersendiri untuk tidak mengizinkanmu tinggal berdua"


"Tapi ma, bisakah kalian memberiku alasan yang logis untuk ku?" Tanya Aldy disela makan nya sedangkan Dilla hanya memperhatikan perdebatan di depan nya dengan mulut yang terus saja mengunyah makanan nya.


"Apa kau mau jawaban yang jujur dari papa?" Tanya papa Reza.


Aldy mengangguk


" Papa hanya trauma bila menantu ku akan mendapat perlakuan yang tidak baik seperti yang dilakukan Rifqi pada Ara dulu. Apalagi bila yang memperlakukan dengan buruk adalah anak ku sendiri" jawab papa Reza jujur.


Uhuk


Uhukk


Dilla tersedak makanan nya


Ia langsung menyambar air putih dan meminumnya hingga tandas.


"Kau tidak apa apa nak?" Tanya mama Mela khawatir.


"Tidak apa apa ma, Dilla hanya teringat sesuatu tadi" jawab Dilla cengengesan.

__ADS_1


__ADS_2