Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
rifqi sadar


__ADS_3

semua tercengang atas jawaban ara.


momy rina langsung berjalan mendekat ke ara. ia langsung memeluk ara dengan erat.


...


jam menunjukan pukul 8 malam,


ara masih setia menunggu rifqi bangun dari tidurnya. tak henti henti nya ara menangis di hadapan rifqi yang sedang terbaring lemah di atas brankar itu.


baby qian telah dibawa pulang oleh momy rina. karna tidak baik membawa balita ke rumah sakit.


ara masih saja menangis di samping rifqi. mulut nya masih saja mengoceh menceritakan kenangan mereka bersama.


,,


jari tangan rifqi menunjukan sebuah pergerakan. ara masih belum menyadari nya.


ara telah lelah seharian menangis. ia tertidur di kursi dengan kepala berada di ranjang rifqi.


rifqi mengerjapkan mata nya. ia melihat sekelilingnya.


hanya ada warna putih dengan dominasi bau obat obatan yang menyeruak.


ia malihat ara yang tidur di dekatnya. tangan rifqi ter ulur untuk mengusap bekas air mata di pipi ara.


ara yang merasa tidurnya ter usik pun mengerjapkan matanya bangun. ia melihat rifqi yang sudah membuka matanya.

__ADS_1


ara membelalakan matanya kaget. ia terus saja memgucek mata nya karna masih tidak percaya.


ia langsung memencet tombol nurse call. tak lama kemudian, seorang dokter datang ke ruangan rifqi. sang dokter langsung memeriksa denyut nadi rifqi, tekanan darah nya dan memberikan beberapa pertanyaan pada rifqi.


"keadaan tuan rifqi sudah stabil. mungkin 2 hari lagi bisa pulang" ucap sang dokter.


"baik dok, terima kasih banyak" jawab ara dengan senyuman ramah dan dijawab anggukan oleh dokter tersebut.


ara memandang lekat mata rifqi yang juga sedang memandang nya.


ia tak bisa berkata kata lagi. ia langsung memeluk suaminya itu.


rifqi tersenyum melihat ara memeluknya erat.


air mata ara kembali lolos. ia memukul pelan lengan suami nya itu.


"kau membuatku khawatir mas! kenapa kau sangat bodoh?! kau pikir bunuh diri bisa menyelesaikan masalah?" pekik ara yang hanya di jawab senyuman oleh rifqi.


"jadi kau mengkhawatirkan aku?" tanya rifqi menggoda ara.


pipi ara langsung merona merah karna malu.


"siapa bilang aku khawatir padamu? aku hanyaa ehmmm.." jawab ara sambil berpikir.


"hanya apa? takut kalau aku meninggalkanmu? tuhan masih memberiku kesempatan. aku saat itu berfikir bahwa aku akan maaa..." ucapan rifqi tertahan saat bibir ara menyentuh bibir nya.


"stt" ara meletakkan telunjuknya di depan bibir rifqi.

__ADS_1


"jangan katakan tentang hal itu" tegas ara.


ara kembali memeluk rifqi.


"apa kau memaafkan ku ar?" tanya rifqi serius.


ara melepaskan pelukannya. ia menatap lekat manik mata suami nya itu.


ara mengangguk membuat rifqi tersenyum sumringah.


rifqi menggeser tubuhnya dan menyisakan sedikit ruang di ranjang nya. ia menepuk nepuk ranjang kosong itu.


"lanjutkan tidurmu di sampingku" ucap rifqi.


ara pun mengangguk. ia segera naik ke pembaringan itu. ia langsung merebahkan badannya di samping rifqi.


"makasih sudah mau berjuang untuk tetap berada di sisi ku mas," ucap ara sambil memeluk rifqi.


"makasih juga sudah mengkhawatirkan ku ar," jawab rifqi.


mereka pun terlelap dengan posisi tidur saling ber pelukan.


,,,


pagi hari..


ara mengerjapkan matanya bangun. ia melihat rifqi yang masih memejamkan matanya.

__ADS_1


sejenak ia tersenyum simpul. ia memangdang lekat laki laki yang dicintai nya itu. tangan ara bergerak menyusuri wajah rifqi.


__ADS_2