Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
pengakuan (DillAldy)


__ADS_3

"Mas, aku laper" rengek nya.


"Hmm" hanya itu yang keluar dari mulut Aldy.


"Ihh kok gitu sih, aku capek kalo harus jalan ke kantin"


Tidak ada sahutan dari Aldy.


Dilla mencium bibir suami nya itu.


"Jangan menggodaku Dil!" Aldy memperingatkan istrinya.


Dilla mengerucutkan bibir nya. Ia menyandarkan kepalanya di pundak Aldy.


"Tidak bisakah kau pergi dari pangkuan ku? Kau menggangu konsentrasi ku" ucap Aldy.


Dilla menggelengkan kepalanya dan bertambah mengeratkan pelukan nya.


Aldy mengehembuskan napas nya kasar. Ia memundurkan kursi nya.


"Mau apa hem?" Tanya Aldy halus yang membuat dada Dilla berdesir tak karuan.


Ceklek tiba tiba pintu ruangan Aldy dibuka oleh seseorang.


"Ups, maaf" ucap orang itu.


Dilla langsung berdiri dari pangkuan suami nya itu. Ia melihat orang yang masih berdiri diambang pintu sambil menutup mata nya.


"Alex?" Teriak Dilla kala tau siapa yang datang ke ruangan suami nya yang tak lain adalah Alex sahabat nya.


Alex yang mendengar suara yang tak asing bagi nya pun segera membuka matanya.

__ADS_1


"Dila?!" Alex juga sama sama kaget.


Ada banyak pertanyaan di benak Alex.


'duduk dipangkuan pemilik perusahaan?'


'wanita murahan?'


'pacar sang pemilik perusahaan?'


Pertanyaan buruk muncul dibenak Alex karna memang Alex tidak tau perihal pernikahan Dilla.


Dilla langsung berlari memeluk sahabat nya itu. Setelah beberapa saat Dilla melepaskan pelukan itu lalu memukul pelan lengan sahabat nya itu.


"Kemana saja kau selama ini? Kenapa kau tiba tiba menghilang tanpa kabar?" Tanya Dilla emosi kepada Alex.


"Ehemm" belum sempat Alex menjawab, namun deheman Aldy membuat keduanya diam.


Dilla pun keluar dari ruangan Aldy dan berjalan menuju kantin kantor untuk membeli beberapa makanan.


Beberapa saat kemudian, Dilla kembali ke ruangan nya. Dan nampak Alex sudah duduk di kursi depan meja nya.


"Widihh gercep juga elo" canda Dilla.


"Gua mau ngomong serius ke elo Dil"


"Bentar, gua mau ngasih ini makanan ke ruangan nya bos dulu" jawab Dilla lalu berjalan menuju ruangan aldy.


"Ini mas makanan nya" Dilla meletakan makanan itu di meja Aldy. Dilla pun melenggang keluar menuju ruangan nya sendiri yang sudah ada Alex di dalam nya.


"Mau ngomong apa?"

__ADS_1


"Gua tadi liat... "


"Oh itu, biasa aja kalee" potong Dilla yang tau arah pembicaraan sahabat nya itu.


"Hah?! Biasa maksudmu?! Jadi bener dugaanku?! Gua kira lho wanita baik baik Dil, tapi ternyata hmmm hnmm" teriak Alex terhenti saat Dilla membekap mulut Alex.


"Jangan kenceng kenceng teriaknya, gua bisa jelasin" ucap Dilla lalu membuka bekapan nya.


"Cepet jelasin" ucap Alex


"Gu gua u udah nikah" jawab Dilla tertunduk.


"Apa?! Maksud lo"


"Ma maaf lex, gua gak ngabarin elo, pernikahan nya mendadak"


"maksud nya lo nikah sama Aldy argadinta??' tanya Alex yang membuat Dilla mengangguk.


"Tapi kan elo bisa telpon gua dulu"


"Ceritanya panjang Lex"


"Coba ceritain dulu" alex mengalah.


Dilla pun menceritakan segala nya.


"Argghh kenapa bisa gitu sih Dil? Lo kan bisa telpon gua pas itu, gua juga pasti bakal bantuin elo" alex frustasi.


"Ta tapi gua emang cinta sama Aldy lex"


Alex memegang tangan dilla

__ADS_1


jangan lupa like


__ADS_2