
"cih, seorang rifqi yulandres takut dengan belati? sejak kapan?" ucap aldy meremehkan rifqi.
"baiklah akan ku lakukan.."
blesss
belati telah menancap sempurna pada lengan rifqi. ia meringis menahan sakit yang dirasanya. ia sengaja tak mencabut belati itu agar darah yang keluar tidak banyak.
" cepat lepas belati itu dari lenganmu. bila kau sampai tak sadarkan diri, maka ku anggap kau gagal" ucap aldy.
rifqi langsung mencabut belati itu. darah segar mengucur deras dari lengannya. lantai kamar itupun di penuhi darah rifqi.
" syarat kedua.. apa kau sudah siap?" tanya aldy menaikan satu alisnya sambil masih tersenyum mengejek.
"cepat katakan sekarang" ucap rifqi tak sabaran.
" tancapkan belati itu tepat pada jantung mu" ucap aldy serius.
ara memelototkan matanya.
"kau benar benar sudah gila kak" ucap ara.
ara ingin mendekat ke arah rifqi. namun tangannya dicekal oleh aldy.
"apa kau benar benar mau melawanku?" tanya aldy pada ara yang membuatnya langsung beringsut mundur.
__ADS_1
"kau ingin membunuhku?!" bentak rifqi pada aldy.
aldy terkekeh sinis.
"akhirnya kau sadar, aku tak perlu susah sudah untuk mengotori tangan ku hanya untuk membunuh manusia bajingann sepertimu.. itu semua tak sebanding dengan penderitaan adikku"
"cepat lakukan atau tidak sama sekali" jawab aldy dengan seringai licik nya.
ara yang berdiri di belakang aldy sudah berderai air mata.
sejenak rifqi menatap ara dan aldy bergantian. ia lalu menghela napas nya.
"baiklah aku akan melakukannya.. tapi permintaan terakhirku.. bolehkah aku melihat anakku untuk terakhir kali nya?" tanya rifqi.
aldy langsung menyetujui nya. ia menelpon seseorang yang tadi ia tugaskan untuk menjaga qian.
orang tersebut langsung membawa qian ke kamar ara. ara terbelalak kaget melihat siapa yang masuk ke kamarnya. pasalnya ia tadi tak tau kepada siapa qian dititipkan aldy.
"dilla?!" ucap ara terlonjak kaget melihat dilla yang datang.
dilla yang masuk langsung terkaget melihat darah ber ceceran di lantai terutama di lengan rifqi.
" bos? darah?" tanya dilla yang disambut pelototan mata oleh aldy yang menyuruhnya diam.
dilla langsung menyerahkan qian yang sedang tertidur ke ara. rifqi segera mendekat ke arah ara.
__ADS_1
ia memandang wajah teduh anaknya. sekilas ia mencium pipi gembul anak nya itu. tak lupa ia memberikan kecupan mesra di dahi ara.
"maafkan papi" ucap rifqi memandang anaknya lalu menciumnya sekilas lagi.
" sudah cukup" ucap aldy.
ia langsung menarik ara kembali ke belakang tubuhnya.
"cepat lakukan perintahku" ucap aldy dingin.
dilla langsung beringsut mendekat tepat di belakang punggung aldy hingga badanya hampir menempel karna ia juga bergetar ketakutan.
"jika memang itu membuat aku mendapat maaf dari ara, aku akan lakukan. tapi kumohon, jika aku tiada, jagalah anak ku dengan segenap kasih sayangmu" ucap rifqi tulus pada aldy.
"aku akan melakukannya tanpa kau memintanya" jawab aldy dingin.
ara sudah berderai air mata melihat kenyataan bahwa orang yang dicintainya akan meregang nyawa.
"jangan ikuti ucapan kak aldy mas" teriak ara pada rifqi.
"tidak apa ar, jika ini memang takdirku. aku sanggup menerima karma hidupku atas perbuatanku padamu. rawatlah anak kita dengan baik"
ara menggeleng dengan mata yang sudah menganak sungai.
sekilas rifqi tersenyum ke ara.
__ADS_1
rifqi langsung mengangkat kembali belati yang ditangannya. ia mulai mengarahkan belati itu tepat di depan dada nya.