
setelah sampai di rumah, Rifqi melihat Ara yang sedang duduk di sofa dengan wajah pucat nya.
"kita kerumah sakit sekarang yah?" tanya Rifqi.
Ara mengangguk
"tapi aku belum sempet packing mas" ucap Ara.
"memang nya apa saja yang perlu dibawa?" tanya Rifqi.
Ara menyebut kan barang yang di butuhkan sedangkan Rifqi langsung mencari barang yang dimaksud Ara dibatu oleh 2 orang maid.
"mass cepet!!" teriak Ara dari lantai bawah.
(padahal kan banyak maid yak??"😂
beberapa saat kemudian, Rifqi berlari tergopoh gopoh dengan membawa tas berisi keperluan melahirkan.
"udah yok berangkat"
Ara mengangguk
Rifqi segera membopong Ara dan mendudukan nya di jok mobil.
ia juga sudah mengabari dad Bayu dan momy Rina agar segera datang kerumah sakit.
ia menitipkan Qian pada asisten nya agar menjemput nya ke sekolah.
Beberapa saat kemudian mobil telah sampai dirumah sakit.
Ara segera di tangani dokter.
"Sudah pembukaan 6 nyonya" ucap dokter itu.
Ara menunggu pembukaan sempurna.
Kini Sudah pembukaan 7 namun belum ada tanda tanda air ketuban akan pecah.
__ADS_1
Dokter pun mengambil tindakan agar persalinan bisa lebih cepat.
4 jam kemudian, pembukaan telah sempurna.
Ara mengejan kuat.
"Arghhh" ara mengejan ke 4 kalinya.
"Oekkkk"
"Oekkkk"
Akhirnya buah hati Ara dan Rifqi telah terlahir di dunia.
"Perempuan tuan" ucap sang dokter.
Tak henti hentinya Rifqi menciumi dahi istrinya.
Ia melihat betapa besar nya pengorbanan istrinya untuk melahirkan buah hati mereka.
Ara hanya mengangguk lemas.
Setelah selesai di bersihkan, Rifqi segera mengadzani anak nya itu.
Ini pertama kali nya ia mendengar suara adzan suami nya.
Saat kelahiran Qian, Ara dalam keadaan masih menutup mata karna efek operasi caesar yang dijalani nya.
Ara meneteskan air mata nya haru.
Setelah selesai, Rifqi menyerahkan bayi itu pada dokter.
Dokter itu menyerahkan bayi pada Ara untuk di susu i.
Dokter dan perawat lain pun keluar dari ruang rawat Ara.
"Mau di kasih nama siapa mas?"
__ADS_1
"Mas juga bingung mau kasih nama siapa" jawab Rifqi.
"Ishh gimana sih kamu kan ayah nya" gerutu Ara.
Rifqi hanya terkekeh
"Bercanda yank, aku udah nyiapin nama dari jauh jauh hari"
"Siapa?" Ara penasaran.
"Arqianna Yulandres, gimana menurut kamu?"
"loh kok sama kayak namanya Qian? Kamu nggak kreatif banget sih mas, masak cuma ditambahi A?" Gerutu Ara.
"Tapi aku cari yang cocok cuma itu yank, aku punya beberapa pilihan, Arqiasya, Arqianna, Arqiara. Kalo aku kasih nama Arqiasya bingung manggilnya apa, masak asya aku nggak suka. Kalo Arqiara masak panggilnya Ara? Nanti sama dong kaya kamu. Ya udah aku pilih nama Arqianna biar bisa dipanggil Anna"
Jelas Rifqi.
Ara pun mengangguk mengerti
"Jadi kalo kita panggil mereka tinggal Qianna!!!"
" Mereka berdua harus langsung dateng" Rifqi terkekeh.
Ara memukul pelan lengan suaminya.
"Emang anak kita kucing kali dipanggil dua dua nya harus dateng" sungut Ara.
"Aku cuma bercanda yank"
beberapa saat kemudian, momy Rina, Dad Bayu, papa Reza mama Mela dan juga Bryan datang menjenguk Ara.
tampak Aldy dan Dilla juga turut menjenguk Ara.
"mamiii" teriak Qian yang datang bersama sang oma.
"sttt" Ara memberi isyarat pada anak nya agar tidak berisik.
__ADS_1