
wajah Dilla sudah tak karuan. wajah pucat dicampur dengan keringat dingin yang terus saja mengalir karna merasakan sakit yang teramat itu.
dokter mengatakan bahwa Dilla mengalami proses pembukaan yang lambat.
"Mas, Dilla nggak kuat" rintih Dilla.
Kata kata itu akhir nya lolos dari bibir istrinya.
Hati Aldy berdenyut mendengar rintihan istrinya itu.
Sudah beberapa kali infus Dilla diganti karna habis.
"operasi aja ya, biar lebih cepet?" tawar Aldy.
"enggak mau mass"
Aldy terus saja menggengam tangan istrinya. lengan nya pun menjadi korban cengkraman Dilla saat ia merasakan kontraksi.
Aldy mengusap perut istrinya.
"Cepet keluar ya nak, kasian bunda" bisik Aldy lalu mencium perut istrinya.
Tangan nya bergerak mengusap keringat dingin Dilla.
Tak lama kemudian Dokter datang ke ruangan Dilla.
"Pembukaan sudah sempurna" ucap Dokter itu. Para suster bersiap untuk kelahiran pewaris Argadinata itu.
(Tadi pas pembukaan 8 Dilla dibawa ke ruang persalinan.. vip pastinya, wkwk)
Hanya Aldy yang menemani Dilla di dalam ruangan itu.
Dokter memberikan instruksi agar Dilla mengejan.
__ADS_1
Aldy terus saja menggenggam telapak tangan istrinya.
"Arghhhh" teriak Dilla ke sekian kali nya.
Dilla merasa putus asa, ini adalah pertama kali nya ia menyerah.
"Mas, aku benar benar sudah tidak kuat" rintih Dilla dengan air mata yang sudah mengalir.
"Ayo kamu harus kuat, demi anak kita" ucap Aldy menyemangati istri nya lalu mengusap air mata istrinya.
Aldy sendiri pun sudah tidak karuan. wajahnya sudah pucat pasi karna menemani istrinya melahirkan.
"Ayho nyonya sedikit lagi" ucap dokter itu.
Arhgggg
Dilla kembali mengejan
"Oeeeeekkkk oekkkk" suara tangis bayi menggema di ruangan itu.
"Alhamdulilah" ucap Aldy.
Aldy meneteskan air matanya haru. rasanya seperti mimpi, akhirnya ia menjadi seorang ayah.
ia melihat istrinya yang masih lemas setelah melahirkan.
wajah yang dulu selalu membuatnya marah, membuatnya selalu ingin menyingkir kan nya. tapi sekarang wajah itu sudah pucat lemas.
tubuhnya tak bertenaga dengan keringat dingin mengucur di dahinya.
Aldy memandangi wajah pucat itu yang baru saja bertaruh nyawa demi melahirkan anak nya. darah daging seorang Aldy Argadinata, sang pewaris Argadinata.
Dokter langsung membersihkan bayi yang baru lahir itu.
__ADS_1
Aldy mengecup dahi istrinya.
"Terimakasih sudah melahirkan pewaris Argadinata" ucap Aldy.
Dilla tersenyum tipis karna tubuhnya benar benar lemah saat ini. Puluhan jam ia melewati proses kontraksi yang cukup berat.
Dokter menyerahkan bayi mungil itu pada Aldy. Aldy menenrima nya dan langsung mengadzani anak nya.
Dilla menangis bahagia mendengar adzan suami nya.
Aldy menyerahkan kembali ke dokter. Dokter itu pun menyerahkan pada ibu bayi agar mendapat asi.
Dengan cerdasnya bayi itu segera mencari sumber minuman nya. ia meminum asi langsung dari sumber nya.
Setelah selesai, Dilla menyerahkan bayi itu pada dokter.
Aldy terus saja mengusap punggung tangan istrinya.
Pandangan Dilla mulai kabur. Perlahan matanya terpejam.
Aldy memanggil manggil nama istrinya namun Dilla tak kunjung membuka mata nya.
"Dil, Dilla, Dill"
"Dok, istriku kenapa dok" Aldy mulai panik.
Dokter memeriksa detak jantung Dilla menggunakan stetoskop nya.
"Detak jantungmya melemah" ucap dokter itu.
"Nyonya Dilla mengalami pendarahan dok" lapor salah satu suster.
Deg
__ADS_1
Deg
yhokkk like nya yhokkkk.. jangan lupa komen biar author tambah semangat up nya.