Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
sayang papi


__ADS_3

tanpa disadari, ara sudah berdiri dibelakang rifqi. senyum bahagia tercetak jelas diwajahnya. hatinya menghangat saat ia melihat rifqi menimang nimang baby qian bahkan menyanyikannya sebuah lagu.


senyumnya tiba tiba pudar saat ia mengingat surat kontrak yang diberikan rifqi sebelum ia melahirkan qian.


air mata lolos begitu saja dari matanya. ia tak bisa membayang kan nantinya bila ia benar benar berpisah dengan rifqi.


'apa yang akan dirasakan anaknya nanti?'


'apa yang harus dijawab pada anaknya bila nanti ia bertanya sebab perpisahannya?'


'bagaimana ia menghadapi pertanyaan mama mela dan juga papa reza?'


'apa yang akan dikatakan orang orang padanya diusianya yang masih muda ia sudah menjadi janda?'


pikiran pikiran itu memenuhi otak ara.


tiba tiba ia dikejutkan oleh rifqi yang berdehem ke arahnya.


"ehemm"


ara langsung menghapus air matanya dan menghiasi wajahnya dengan senyum terindahnya.

__ADS_1


"makanan sudah siap mas, sini, biar qian aku gendong dulu" ucap ara mengulurkan tangannya. ia langsung menimang nimang anaknya.


ara membawa qian ke kamar nya. semenjak kelahirannya, qian ditempatkan satu kamar dengan ara dan rifqi. karna menurut rifqi masih terlalu dini jika dibiarkan tidur sendiri.


ara menyusui baby qian. setelah selesai, qian bukannya tidur malah membuka matanya sambil menggerakkan sedikit badannya dengan mata yang kesana kemari.


"anak mami kenapa? kok nggak tidur? seneng yha digendong papi? hemm.. jangan gitu kasian papi nya. biar papinya istirahat. nanti kalau qian sama mami pergi jauh biar nggak kangen berat sama papi" ucap ara kepada bayi nya.


"kamu tau nggak, mami sayang banget sama papi. qian juga sayang kan sama papi? tapi jangan banget banget, masak mami ngga kebagian sayangnya? tapi kita ngga bisa sama papi terus, nanti qian sama mami yha? nanti kalo udah gede baru boleh sama papi. nanti kalau kita pisah sama papi kamu jangan rindu, berattt qian ngga akan kuat, biar mami ajha😂"


jelas ara pada anaknya seolah olah ia berbicara pada orang dewasa.


tanpa disadari rifqi sudah berada diambang pintu kamar. senyum tipis tersungging diwajah tampan nya.


"eh m mas?" ara gugup


'duhh tadi mas rifqi denger nggak yha?' batin ara.


" qian belum tidur?" tanya rifqi.


"belum mas, abis minum susu malah nggak ngantuk" jawabnya.

__ADS_1


"siniin" titah rifqi meminta baby qian.


"tapi bukannya mas capek habis kerja?"


"udah jangan bantah cepat bawa sini" titah rifqi tak mau dibantah.


ara pun menyerahkan qian pada rifqi.


dengan telaten rifqi menggendong baby qian sambil menyanyikan lagu. diam diam ara mengambil gambar mereka berdua.


baby qian telah tertidur pulas di gendongan rifqi. ia meletakkan baby qian ke bok bayi nya. ia masih setia memandangi wajah anaknya yang mirip dengannya.


"mas, aku mau bicara penting"


" apa?"


"duduk sini dulu" ucap ara sambil menepuk sofa di kamarnya.


rifqi pun mendekat ke arah ara.


semenjak kelahiran baby qian, sikap rifqi menghangat. namun hanya berlaku pada qian dan juga apabila ada keluarga yang datang. selebihnya mereka seperti orang yang baru kenal.

__ADS_1


"makasih mas udah bantu aku memperpanjang hidupku. aku berhutang banyak padamu mas, tapi tenang saja mas, aku akan mengganti seluruh biaya rumah sakit kalau aku sudah punya uang nanti mas"


"apa alasanmu menyembunyikan penyakitmu?" tanya rifqi dengan wajah dinginnya.


__ADS_2