Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
kecelakaan (DillAldy)


__ADS_3

Papa Reza langsung membopong Dilla dan membawa nya menuju rumah sakit yang sama tempat Aldy dirawat.


Beberapa saat kemudian, Dilla bangun dari pingsan nya. Ia menatap ke sekililing. Ia tau bahwa dirinya sedang dirumah sakit.


Papa Reza dan mama Mela mendekat.


"Kau sudah siuman nak?" Tanya mama Mela.


Seketika Dilla teringat dengan suami nya.


"Mas Aldy mana ma? Mas Aldy mana?" Teriak Dilla histeris.


"Sttt kamu tenag dulu, suami kamu sedang ditangani dokter"


Dilla terus saja histeris mencari suami nya. Mama Mela dan papa Reza berusaha menenangkan nya.


Setelah tenang, Dilla duduk di kursi roda yang di dorong papa Reza menuju ruang operasi Aldy.


Dilla seakan melupakan bahwa dirinya takut dengan kursi roda.


2 jam berlalu, dokter keluar dari ruangan Aldy.


"Bagaimana keadaan suami saya dok?" Tanya Dilla.


Dokter melihat Dilla yang sedang mengandung.


"Keluarga pasien"

__ADS_1


"Saya ayah nya dok" ucap papa Reza.


"Mari ikut ke ruangan saya" ucap Dokter.


"Kenapa tidak saya saja dok? Saya istrinya" tanya Dilla.


"Anda sedang mengandung nyonya, sebaiknya anda jangan terlalu stress" ucap dokter itu lalu berjalan menuju ruangan nya.


Papa Reza mengikuti langkah dokter itu.


"Bagaimana keadaan anak saya dok?" Tanya papa Reza ketika sudah berada di ruangan dokter.


"Keadaan tuan Aldy sudah melewati masa kritis saat ini pak, tetapi, benturan dikepalanya membuat ia tak sadarkan diri, mungkin akan sadar 2 atau 3 hari lagi pak"


"Apa dok?! "


"Iya pak, anak anda mengalami benturan di bagian kepala yang cucup parah. untung saja tidak terjadi pendarahan di otaknya. jika dalam waktu 3 hari tuan Aldy belum sadar, maka kami tim dokter akan menyatakan bahwa taun Aldy koma "


"Bagaimana keadaan mas Aldy pa?" Tanya Dilla.


"Aldy tidak apa apa nak, hanya saja kita harus menunggu nya bangun" ucap papa Reza menenangkan menantu nya.


Ponsel papa Reza kembali berdering.


"Ada apa ngga?" Tanya papa Reza pada Angga sang asisten Aldy.


"Maaf tuan, perusahaan semakin ditekan, saya takut jika perusahaan tak mampu bertahan"

__ADS_1


Dan banyak lagi obrolan lain


"Apa apa pa?" Tanya mama Mela.


"Kata Angga perusahaan semakin ditekan. Angga sudah mencari tau sebab nya namun belum ketemu. Papa nggak tau siapa yang akan menggantikan Aldy saat ia belum sadar. Jika aku yang memegang, para investor tak akan percaya karna papa sudah berumur" ucap papa Reza.


"Biar Dilla pa" sela Dilla.


"Tapi nak, kamu sedang hamil" tolak papa Reza.


"Tidak apa pa, Dilla yakin Dilla bisa" ucap Dilla yakin.


"Baiklah papa akan bilang ke Angga untuk mempersiapkan segala nya"


"Iyha pa, katakan padanya untuk mengadakan rapat investor besok. Dilla sendiri yang akan memimpin rapat itu"


Pagi hari..


Dilla sudah rapi dengan dres panjang berwarna army di padu dengan blazer hitam nya.




Ia berjalan dengan wibawa nya di ikuti asisten angga dibelakang nya. Ia berjalan menuju lift dan segera menuju ke ruang meeting.


Ia menuju ruang meeting. Ia memasuki ruangan yang sudah di isi beberapa kolega bisnis suami nya, begitu juga Alex dan Rendy.

__ADS_1


Angga mempersilahkan Dilla untuk membuka meeting kali ini.


"Selamat pagi semua" ucap Dilla dengan nada yang amat sangat berwibawa.


__ADS_2