Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
jalan jalan pagi (DillAldy)


__ADS_3

Aldy langsung membuka mata nya.


Ia mencari istrinya ke walk in closet


'Tidak ada'


Aldy Langsung membersihkan tubuhnya. Setelah selesai ia langsung ke lantai bawah mencari istrinya.


"Dil"


"Dilla!!"


"Dill"


"Ada apa Al, kok teriak teriak?"


"Dilla ngga ada ma, mama tau nggak Dilla dimana?"


Mama Mela terkekeh mendengar pertanyaan Aldy.


"Tuh, istrimu sedang di ruangan sebelah kamar kalian, katanya mau dibuat kamar buat anak mu"


Aldy langsung lari menaiki tangga menuju lantai 3. Ia bingung kamar mana yang dimaksud, sedangkan ada banyak kamar di dekat kamar nya.


Aldy membuka satu persatu, ternyata Dilla ada di kamar tepat disamping kanan kamar Aldy.


Nampak Dilla sedang memandangi jendela luar.



Aldy memeluk Dilla dari belakang. Dilla langsung menoleh.


"Kamu ngagetin aku aja mas" ucap Dilla.

__ADS_1


"Kamu ngapain disini?" Tanya Aldy.


"Aku baru mau mikir ruangan anak kita mau di buat kayak apa"


"Kan ada desain interior, ngapain kamu susah susah mikir"


"Tapi aku pengen desain kamar anak kita sendiri mas" rengek Dilla.


"Iya deh, terserah kamu"


Mata Dilla berbinar bahagia.


Hari itu juga, Aldy membantu Dilla untuk menata barang barang di kamar itu dibantu oleh beberapa maid dengan Dilla sebagai MANDOR.


Mulai dari Sofa panjang, kursi untuk menyusui, lemari pakaian, box bayi, bahkan Ranjang king size di kamar itu.


Dan dalam beberapa jam saja kamar itu sudah disulap menjadi ruang bayi yang super mewah. Hanya tinggal ditambahi dapur sudah jadi rumah minimalis. Wkwk


Ketika sudah selesai, para maid pamit untuk keluar dari ruangan itu.


"Makasih ya mas" ucap Dilla tulus yang dibalas anggukan oleh Aldy.


Pagi hari, Aldy melihat istrinya yang sudah rapi dengan mengenakan dres rumahan berwarna hijau.



"Mau kemana?" Tanya Aldy.


"Aku mau jalan jalan mas, kandunganku udah besar, jadi dokter menyarankan untuk jalan jalan setiap pagi"


"Biar aku temani" ucap Aldy lalu beranjak ke walk in closet.


Ia memakai kaos nya dan sebuah celana training panjang.

__ADS_1


Aldy menemani Dilla untuk berjalan mengelilingi komplek perumahan nya.


Awalnya Aldy memaksa agar Dilla berjalan jalan di halaman atau sekedar memutari mansion, namun Dilla menolak keras dan ingin melihat suasana luar. Mau tak mau Aldy mengikuti kemauan istri nya itu.


Sepanjang jalan, orang orang melihat sepasang manusia itu. Mereka semua kagum dengan ketampanan Aldy dan kecantikan Dilla.


Mereka benar benar pasangan yang serasi.


Dilla berhenti di sebuah kursi, ia duduk di kursi itu karna kelelahan.


"Kau lelah?" Tanya Aldy.


Dilla mengangguk


Aldy menyerahkan botol minum yang dibawanya dari rumah.


Dilla menerima botol itu dan meminum air di dalam nya.


"Kalau gitu, ayo pulang sekarang" ajak Aldy.


Dilla mengangguk, Aldy membantu istrinya untuk berdiri karna perut Dilla yang sudah besar sebab usia kandungan nya yang sudah mendekati hari kelahiran.


Mungkin tinggal menunggu pagi atau sore (istilahnya karna memang sudah waktunya)


Aldy dan Dilla pulang ke rumah, Aldy segera membersihkan tubuhnya dan bersiap berangkat bekerja.


Saat ini mereka semua sudah berkumpul dimeja makan.


Dilla nampak kesulitan mengambilkan makanan untuk suami nya karna perut nya yang sudah besar menghalangi nya.


Aldy memegang lengan istrinya,


"Duduklah, biar aku ambil sendiri saja" ucap Aldy.

__ADS_1


Dilla menurut, karna memang ia tak mampu menggapai makanan itu.


__ADS_2