
Suster itu keluar dari ruangan Aldy karna akan mengambil beberapa alat lagi.
Tangis Dilla semakin pecah. Badannya sudah lemas, tulangnya serasa tak mampu hanya untuk sekedar menopang tubuhnya.
Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruangan itu.
"Alhamdulillah operasi berjalan lancar, tetapi pisau yang menusuk tuan Aldy mengandung racun yang membuat pasien sempat kehilangan detak jantungnya. Tapi syukurlah tuhan masih berpihak pada kita, tuan Aldy di nyatakan selamat. Tetapi efek dari racun itu membuat tuan Aldy tidak sadar dalam beberapa waktu kedepan" papar dokter itu.
"Hah? Maksud dokter?"
"Mungkin 5 atau 6 hari lagi tuan Aldy akan sadar. Jika dalam waktu itu tuan Aldy belum sadar, maka kami para tim dokter akan menyatakan bahwa tuan Aldy mengalami koma"
"Baik dok, terimakasih" Rifqi mewaliki semua anggota keluarga.
Aldy dipindahkan ke ruang rawat.
Dilla berjalan dengan langkah gontai mendekat ke brankar suaminya.
Ia menarik kursi lalu menduduki nya. Ia menggenggam tangan suami nya.
"Bertahanlah mas, kau masih milikku dan tuhan belum boleh mengambilmu dariku" ucap Dilla dengan bibir bergetar menahan tangis nya.
6 hari kemudian
Dilla masih setia menemani suaminya yang masih terbaring lemah di atas brankar rumah sakit itu.
__ADS_1
"Kapan kau bangun mas? Apa kau tak ingin membuat baby queen seperti permintaan Zayn? Apa yang membuatmu betah disana? Apakah ada perempuan cantik disana hingga kau tak mau bangun?"
Dilla terus saja berbicara pada suaminya.
Air mata yang selalu ditahannya kini menetes.
Dilla menundukan wajahnya.
"Jangan menangis" ucap seseorang dengan suara lemah.
Dilla mendongak
"Kau sudah bangun mas?"
Dilla berbinar langsung mencium seluruh wajah suaminya. Mulai dari pipi, dahi, hidung dan juga bibir suaminya.
Aldy geleng geleng dengan tingkah istrinya yang menggemaskan.
"Syukurlah, keadaannya sudah stabil. Hanya tinggal menunggu proses pemulihan" ucap dokter itu setelah memeriksa keadaan Aldy.
"Bagaimana perasaanmu mas? Mana yang sakit?" Dilla bertanya heboh.
"Kenapa kau sampai seceroboh itu? Mana Aldy superheroku? Kenapa hanya di tusuk membuatmu dalam kondisi seperti ini. Kenapa kau slalu membuatku khawatir? Apa kau tau perasaanku saat mendengar jantungmu melemah? Kenapa kau selemah itu? Kenapa kau tak melawan rasa sakit itu!" Dilla mengomel banyak pada suaminya.
Aldy menggeleng
__ADS_1
"Apa kau takut jika aku benar benar mati?"
Dilla menekan kedua pipi suaminya hingga mulutnya berubah seperti bebek.
"Sekali lagi kau bilang mati akan ku cincang mulutmu" ancam Dilla.
"Memang kenyataannya seperti itu. Padahal aku sebenarnya ingin mati saja tapi kenapa kau malah menangisiku, kau sudah membuatku frustasi. Bahkan aku sudah berada diujung kemat..."
Dilla membungkam bibir suami nya dengan bibirnya.
"Sudah kubilang jangan bilang mati" kesal Dilla.
"Apa kau benar benar takut jika aku pergi?"
"Tidak, aku hanya takut jika kau tak memberikan warisanmu padaku" jawab Dilla asal.
"Baiklah kalau begitu aku akan memberikan seluruh warisanku padamu dan aku akan pergi sekarang" ucap Aldy.
" Pergilah jika berani" tantang Dilla.
Aldy mulai memejamkan matanya kembali. Dilla mulai panik.
"Jangan pergi!! Aku tak sanggup kehilanganmu" teriak Dilla.
Aldy masih menutup matanya. Ia berencana menggoda istrinya.
__ADS_1
"Mas, bukalah matamu. Bagaimana kau tega meninggalkanku dan Zayn sendirian. Bagaimana dengan permintaan Zayn tentang baby Queen?" Dilla mulai terisak kembali.