
El langsung menghampiri momy nya.
Dilla dibuat kaget dengan anak nya yang sudah membawa paperbag berisi mainan.
"Mom, I just saw daddy"
(Mom, aku melihat dady)
"Hah??!" Dilla terpekik kaget.
"Dimana?" Tanya Dilla.
"Dia sudah pergi, aku bahkan tadi mengobrol dengan nya"
Dilla memang memperkenalkan Zayn dengan rupa sang ayah. Dilla selalu saja mengatakan pada Zayn yang notabe nya anak jenius tentang masalahnya dengan Aldy.
Walaupun Zayn masih kecil, tapi ia sangat tau persis keadaan orang tua nya dan Zayn tau bahwa ayahnya sangat menyayanginya dan juga sang momy.
"Lalu, dari mana kau mendapat mainan itu"
"daddy bought it for me"
(Dady membelikan nya untukku)
"Apakah kau mengatakan nama mu?"
"no, aku bilang namaku El bukan Zayn seperti perintah momy"
Dilla lega mendengar penjelasan anak nya.
"next time you meet your dady again say that your name is El okay?"
(Lain kali jika bertemu dengan dady mu lagu katakan bahwa namamu El, oke?)
"Yes momy" Zayn mengangguk.
Dilla selesai memilihkan beberapa mainan untuk anak nya yang sedang ulang tahun.
Dilla pun bergegas pulang. Pernyataan Zayn membuat Dilla sedikit takut jika Aldy benar benar disini untuk mencari nya.
__ADS_1
Sesampainya dirumah, Zayn sudah disambut dengan kue ulang tahun dan teman teman nya yang sudah datang.
"Mommy?" Zayn memandangi Dilla bertanya tanya.
"Surprise"
Tak lama, nyanyian selamat ulang tahun dari para teman teman nya pun menggema di ruangan itu.
Mama Gita memberi selamat pada cucunya.
"happy birthday my dear grandson"
(Selamat ulang tahun cucuku tersayang"
"thank you grandma"
Kini giliran Bryan memberi selamat
"Happy birthday boy"
"Thanks uncle, oh ya. Tadi aku melihat dady saat membeli mainan. Bahkan dia juga membelikanku mainan" cerita Zayn pada Bryan.
"Kamu serius?"
Zayn mengangguk.
"Sekarang Zayn mau apa dari momy?" Tanya Dilla mengalihkan perhatian Zayn.
"No mommy, momy udah membelikanku mainan baru" protes Zayn menolak penawaran Dilla.
"Apakah kau benar benar tak ingin sesuatu lagi?"
Zayn berfikir sejenak
"Aku ingin videocall dengan oma" ucap Zayn tiba tiba.
Dilla menatap Bryan meminta persetujuan. Bryan pun mengangguk.
Dilla memang memperkenalkan Zayn pada mama Mela dan papa Reza.
__ADS_1
Bahkan mereka sering kali videocall tanpa sepengetahuan Aldy.
Dilla mau mengenalkan Zayn pada mama Mela dengan syarat Dilla meminta mama Mela untuk tak memberitahu keberadaan Dilla dan mama Mela menyetujui nya.
Panggilan videocall tersambung
"Hallo oma,"
"Hallo my grandson, happy birthday to you"
"Thanks oma, dimana opa?" Tanya Zayn.
"Sebentar oma panggilkan"
Tak lama kemudian, munculah gambar papa Reza.
"Hallo opa,"
"Hallo Zayn, benarkah hari ini kau ulang tahun?" Tanya papa Reza.
"Yes opa"
"Happy birthday to you"
"Thank opa, oh yha, tadi aku melihat dady"
"Hah? Benarkah dimana?" tanya papa Reza.
"Di toko mainan opa, terus tadi aku nggak sengaja nabrak dady, terus dia nolong aku. Terus aku dibelikan robot helikopter yang bisa terbang" Zayn bercerita.
"wah benarkah?"
Zayn mengangguk sebagai jawaban.
Masih banyak lagi obrolan cucu dan oma opa nya itu.
Karna hari sudah larut, Dilla memutuskan sambungan telepone itu dengan alasan Zayn akan tidur.
Akhirnya sambungan videocall itu pun terputus.
__ADS_1