
Beberapa saat kemudian dokter kembali keluar.
"Perlu dilakukan tindakan operasi karna tusukan mengenai lambung nya dan sepertinya ada racun yang terkandung di pisau itu, maaf sekali nyonya mohon doa nya, detak jantung pasien semakin melemah. Operasi ini hanya memiliki 10% kesempatan hidup karna jetak jantung yang melemah dan juga darah yang terus saja mengalir" ucap dokter menjelaskan.
Hampir saja Dilla lunglai ke lantai mendengar penuturan dokter itu.
Ia jatuh terduduk di kursi di depan ruangan itu.
"Lakukan yang terbaik dok" jawab asisten Angga mewakili Dilla.
Ia tau istri bos nya sedang tidak baik baik saja.
Dilla sudah tak mampu lagi berkata kata. Tatapan nya kosong seiring dengan air mata yang terus menetes.
Tak lama kemudian Ara datang bersama Rifqi. Ia memutuskan untuk tidak memberi tahu mama Mela terlebih dahulu karna kondisi Aldy yang sangat parah akan membuat darah tinggi mama Mela kambuh dan bisa berpotensi stroke.
"Benarkah ini akhir dari segalanya. Kenapa dia akan meninggal kan aku secepat ini? Baru saja ia bercanda di dalam mobil tapi kenapa sekarang ia akan pergi?" Dilla berbicara sendiri dengan tatapan kosong nya.
Ara memeluk kakak iparnya itu.
__ADS_1
"Dia akan pergi Ar, bagaimana dengan aku dan Zayn? Apa dia akan melepas tanggung jawab nya begitu saja?"
"Kenapa tadi dia bilang ingin pergi dengan tenang? Apakah di dunia ini tak cukup membuat nya tenang?"
"Tuhan,, kembalikan Aldy ku padaku. Dia milik ku, kau belum memiliki hak untuk mengambil nya. Saat ini dia masih milik ku, ya Aldy Argadinata milik Ardilla Andriani. Kenapa kau akan mengambil nya? Kembalikan Aldyku"
Dilla masih berbicara sendiri dengan tatapan kosongnya.
" Tuhan kembali kan Aldy ku" teriak Dilla.
Ara berusaha menenangkan kakak iparnya
"Benarkah? Tapi kenapa ia tadi bilang ingin pergi. Kenapa tadi dia bilang ingin mempertanggung jawabkan masa lalu nya pada tuhan, kenapa dia tadi ingin menebus kesalahan nya dihadapan tuhan? Kenapa tadi dia bilang ingin pergi dengan tenang? " Dilla mulai histeris kembali.
"Aldy ku kembalilah padaku, aku dan Zayn masih membuhkan mu. Aku janji tidak akan menyakiti mu lagi, kumohon kembali lah pada ku"
Dilla berteriak sebelum akhir nya ia tak sadarkan diri.
Rifqi segera membopong Dilla ke ruang rawat dan
__ADS_1
Rifqi segera memanggilkan dokter dan Dilla pun ditangani dokter itu.
Karna suasana mulai tak kondusif, Rifqi dan Ara sepakat memberi tahu papa Reza terlebih dahulu agar memberitahu kan pada mama Mela secara pelan pelan.
Akhir nya papa Reza dan mama Mela menuju rumah sakit.
Mereka keruangan Dilla terlebih dahulu.
"Dimana mas Aldy? Cepat bawa aku untuk melihatnya" Dilla kembali histeris.
Mau tidak mau Dilla diantar ke depan ruang ugd yang masih tertutup rapat itu.
"Ma, pa mas Aldy akan kembali kan?" Dilla bertanya pada mertuanya dengan wajah yang sudah lesu.
"Pasti nak, doakan saja" jawab mama Mela sambil menangis melihat kondisi menantu nya yang sudah kacau.
Tak lama kemudian suster keluar dari ruangan itu.
"Bagiamana keadaan suami saya sus?"
__ADS_1
"Kata dokter tuan Aldy sedang kritis saat ini, dokter terus mengusahakan penyelamatan karna detak jantungnya kian melemah" ucap suster itu.