
rifqi memasuki mobilnya. ia melihat wajah pucat ara dengan keadaan menutup mata.
"dia pasti sangat lelah" batin rifqi sambil tangannya ter ulur mengelus perut ara.
rifqi mengira bahwa ara sedang tidur, padahal ara sedang pingsan.
30 menit kemudian, mobil rifqi sudah sampai di depan mansionnya. ia menmbunyikan klakson mobilnya dan tak lama lemudiam ada satpam yang membukakan gerbang mansionnya. rifqi memarkirkan mobilnya di garasi. setelah selesai, rifqi memanggil para maid untuk membantu membawa barang bawaannya.
rifqi membuka pintu penumpang depan. ia melihat ara masih menutup matanya. ia pun menggendong ara ala bridalstyle menuju ke kamar. ia merebahkan tubuh ara. sedangkan rifqi. langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
pagi hari
ara mengerjapkan matanya. yang pertama dilihatnya adalah rifqi suaminya. ia ingat bahwa kemarin ia pingsan di mobil. ia melihat tangan kekar rifqi melingkar tepat di perutnya dan kaki rifqi melingkar di pahanya. sungguh menggemaskan cara tidur rifqi yang seperti ini. rifqi tidur seakan menjadikan ara sebagai gulingnya. ara segera menyingkirkan tangan kekar rifqi yang memeluk perutnya karna ia takut janin nya akan merasa keberatan dengan lengan kekar rifqi. ketika sudah terlepas, rifqi kembali memeluk ara. justru kali ini tangan rifqi berada tepat di atas dadanya. ara tersentak kaget. ingin sekali ara segera menyingkirkan tangan rifqi dari dadanya dan juga kaki rifqi dari pahanya.
"massss" ara membangunkan rifqi.
"hmm" hanya deheman sebagai jawaban.
"bangun mass.. tanganmu ini lho"
rifqi semakin mempererat pelukan tangannya.
__ADS_1
ia menyentuh sesuatu yang kenyal disana. dalam mimpinya ia sedang meremas sebuah squisy.
ara tersentak kaget dengan tangan rifqi.
"apa ini?" gumam rifqi dalam tidurnya.
"ihh mas rifqi mesum" teriak ara.
rifqi pun mengerjapkan matanya bangun.
"apa sih ganggu orang tidur"
"tangan sama kakimu itu lho mas"
"ih mas rifqi apaan sih pake pegang pegang punyaku segala"
"yahh kan aku ngga sengaja" jawab rifqi polos dengan muka merah menahan malu.
"halah alesan" jawab ara lalu ia akan beranjak bangun.
baru setengah duduk, rifqi sudah kembali menarik ara sehingga ara terjatuh dalam pelukannya. rifqi kembali melingkarkan kakinya di paha ara dan tangannya di perut ara dengan kepala tepat disamping tangan ara.
__ADS_1
ara memberontak.
"mass lepasin aku mau masak"
"biarin gini dulu. lima belas menit lagi"
ara mengangguk setuju. tak dipungkiri ia merasa sangat nyaman dipelukan rifqi. ara memutar badannya menjadi miring menghadap rifqi dan secara otomatis wajah rifqi terbenam di dada ara.
"hmm sangat nyaman" gumamnya
"ihh mas rifqi apaan sih" omel ara sambil menahan malu.
rifqi malah semakin membenamkan wajahnya di dada ara.
"bahkan aku bisa saja meminta lebih dari ini" ucap ara di sela pelukannya.
ara diam mendengar penuturan rifqi. memang benar tentang apa yang dikatakan suaminya. rifqi memiliki hak penuh atas dirinya.
ara sama sekali tak menolak perlakuan rifqi. tangannya tergerak untuk mengusap rambut rifqi.
"apakah ini akan bertahan lama? apakah kebahagiaan ini hanya sementara? apa tuhan tak memberiku waktu untuk menikmati semuanya lebih lama lagi?" batin ara menjerit.
__ADS_1
15 menit berlalu. jam sudah menunjukan pukul 05.30.