
"Lex, bisakah kau datang ke rumah sakit sekarang?"
"Wahh maaf sekali dil, aku sedang diluar kota" ucap Alex.
"Oh ya sudah gapapa. Bye lex"
Tuttt
Panggilan di akhiri.
Dilla memiliki ide untuk menelpon Rendy.
"Halo Dil, tumben menelponku?"
"Ren, bolehkah aku meminta bantuanmu?"
"Boleh, katakan saja"
"Bisakah kau datang kerumah sakit" ucap Dilla.
"Baiklah, tunggulah 5 menit aku akan sampai disana"
"Baiklah, terimakasih Ren"
Tut (panggilan diakhiri)
Dilla mematikan Tv nya. Ia masih menunggu kedatangan Rendy.
5 menit kemudian, Rendy sudah datang keruangan nya.
"Apa kendala apa Dil?" Tanya Rendy.
"Bisakah kau membantuku ke kamar mandi?" Tanya Dilla yang membuat Rendy mengangguk.
Dengan sigap Rendy membopong Dilla ke kamar mandi.
Dilla segera menyelesaikan kegiatannya di kamar mandi.
__ADS_1
Setelah itu, Rendy kembali menggendong Dilla dan membawa nya ke brankar rumah sakit.
"Apa luka tusuk nya masih sakit?" Tanya Rendy.
"Sudah tidak sakit, tapi aku masih lemah karna aku mengalami hiperemesis gravidarum yang membuatku sering mengalami hal seperti ini selama kehamilan ku"
"Benarkah? Lalu dimana suami mu?" Tanya Rendy.
"Dia lembur kerja hari ini" bohong Dilla.
Rendy mengangguk, sebenarnya ia tau Dilla berbohong, namun ia diam saja tak ingin bertanyanlebih jauh lagi.
Ia lalu menyerahkan sebuah plastik berisi buah buahan yang dibawa nya dari rumah tadi.
"Ini makanlah, aku tadi tidak sempat membeli apapun, jadi aku membawa ini dari rumah" ucap Rendy.
"Makasih Ren"
"Apakah kau ingin sesuatu? Biasanya ibu hamil suka meminta hal aneh" Tanya Rendy sambil terkekeh.
Dilla ikut tertawa
Dilla mengambil buah jeruk
"Makan lah buah pisang, jangan makan buah jeruk malam malam" ucap Rendy sambil menyerahkan buah pisang.
Dilla pun memakan buah pisang sesuai perintah Rendy.
"Aku tau semua tentangmu dil," ucap Rendy yang membuat Dilla menghentikan makan nya.
"Aku tau tentang hidupmu, karir mu, penikahanmu, hubunganmu yang sebenarnya dengan suami mu. Katakan saja bila nanti kau tak sanggup bertahan. Aku akan membantumu untuk keluar dari rumah itu dan membawamu kembali ke kakakmu tanpa diketahui Aldy" ucap Rendy yakin.
Dilla mengangguk
"Terimakasih atas tawaranmu Ren, aku akan memikirkan nya kembali"
Hari sudah menunjukan pukul 21.00
__ADS_1
Rendy pamit pulang karna hari sudah terlalu malam.
Setelah Rendy pulang, Dilla terlelap dalam tidurnya.
Pagi hari, Dilla sudah melihat Aldy dengan pakaian kerjanya.
"Mas" panggil Dilla yang membuat Aldy menoleh ke arah nya.
"Kemarilah mas" pinta Dilla.
"Kenapa?"
"Bantu aku ke kamar mandi" pinta Dilla yang membuat Aldy mengangguk.
Aldy pun membopong Dilla ke kamar mandi, setelah selesai, Aldy kembali menggendong Dilla ke ranjang nya.
Saat Aldy hendak beranjak, Dilla memegang pergelangan tangan Aldy.
"Kenapa lagi?" Tanya Aldy.
"Kumohon usaplah anak mu sebentar saja" pinta Dilla.
Aldy menghembuskan napas nya kasar.
Mau tidak mau Aldy mengusap perut buncit istrinya.
"Makasih mas" ucap Dilla, lalu Aldy pergi meninggalkan ruangan itu.
Dilla mengusap perutnya
"Tuh, kamu liat kan nak, ayah sangat menyayangimu" ucap Dilla pada janin diperut nya.
3 hari berlalu sudah.
Hari ini Dilla sudah di izinkan pulang dari rumah sakit.
Kondisi Dilla sudah membaik walau kadang masih merasakan pusing.
__ADS_1
jangan lupa like dan komen