
ia mengusap alis rifqi dan juga mata yang terpejam dengan bulu mata lentiknya. tangan nya beralih ke pipi mulus rifqi dan mulai melanjutkannya ke bibir rifqi yang menggoda iman nya itu.
sekilas, ara memberikan satu kecupan bibir di bibir rifqi.
cup
ara tersenyum sumringah. ternyata sang empu tidak bergerak sedikit pun.
ara mulai jail, ia mencium mata, kening, pipi kanan dan juga pipi kiri rifqi.
setelah puas mencium wajah rifqi, ara kembali menatap lekat wajah suaminya yang sangat mirip dengan anak nya.
"apakah setiap aku tidur kau selalu mencuri cium dariku?" suara rifqi dengan mata terpejam mengagetkan ara.
wajah ara tiba tiba merona karna malu.
"jadi dari tadi mas rifqi udah bangun" batinnya.
"bodoh bodoh.. malu banget akuuu" batinnya lagi.
"kenapa wajah mu memerah? kau malu? apa kau tidak ingat bahwa kita pernah melakukan lebih dari ini?" goda rifqi pada ara.
tangan ara ingin membekap mulut rifqi. namun rifqi malah menangkap tangannya. akhirnya pun bibir ara menabrak bibir rifqi. rifqi tak mau kehilangan kesemoatan emas nya.
ia melumatt bibir manis ara itu.
tiba tiba
__ADS_1
ceklekk
"ups, aku nggak liat" ucap orang yang baru saja datang yang tak lain adalah dilla dengan membawa baby qian karna momy rina, dad bayu, mama mela sekaligus papa reza sedang ada kepentingan bersama.
dilla langsung berbalik badan. aldy yang tadinya mengantarkan dilla terlihat mengerutkan dahi nya ketika melihat dilla berdiri membelakangi pintu.
"ada apa?" tanya aldy.
"jang....."
ucapan dilla terputus karna aldy langsung membuka pintu kamar rawat rifqi. ia kaget melihat sepasang insan yang masih asik berciuman itu.
"astagfirullah" ucap aldy yang langsung menutup pintu kasar membuat ara dan rifqi sadar bahwa ada seseorang yang memergoki aksi mereka.
mereka berdua sama sama melepas panggutan bibir itu.
ceklek
ara membuka pintu.
betapa kaget nya dia saat melihat aldy berdiri di depan pintu bersama dilla yang sedang menggendong qian.
"e ehh ka kak al aldy, dil dilla" ara begitu gugup. ia menyengir canggung.
aldy segera menerobos masuk ke ruangan itu dan di ikuti ara dan dilla.
"pagi pagi sudah bikin mata saya ternodai" ejek aldy pada rifqi.
__ADS_1
"wahh bro.. tenang saja, aku dan ara sudah halal. kamu ajha yang iri sama kita. bilang ajha kamu juga mau cium asisten kesayangan mu itu kan?" ejek rifqi balik.
"sialan kau!! kau sendiri yang memaksanya pindah ke argadinata grup" elak aldy.
baby qian menggeliat di gendongan dilla.
"sepertinya kalian cocok kalo punya baby sendiri" ejek rifqi lagi pada aldy.
"sekali lagi kau mengatakan itu, aku bukan hanya menyuruhmu menusuk lengan mu sendiri. namun aku sendiri yang akan menusuk tepat di jantung mu" ancam aldy.
"kau kira aku takut?!"
aldy maupun rifqi sama sama tak mau mengalah.
"sttt diam, kalian mengganggu tidur qian" ucap dilla menengahi.
"sini biar aku gendong" pinta ara pada dilla.
dilla menyerahkan qian pada ara. ara mencium wajah tampan anak nya itu.
"udah wangi yha anak mami?" ara berbicara pada anak nya.
" i i i i" oceh qian yang membuat semua yang disana tertawa.
"yang mandi in kamu yha dil?" tanya ara.
dilla mengangguk.
__ADS_1
"iyha ar, tapi masih di bantuin sama mbak risa, karna belom terlalu berani" jawab dilla jujur.