
Berbeda dengan Zayn.
Sebenarnya Dilla masih belum tega membiarkan Zayn homeshooling karna umurnya yang masih sangat kecil. Ia ingin anaknya bergaul bersama teman temannya menikmati masa kecilnya terlebih dahulu.
Namun Zayn selalu memberi alasan kepada sang momy karna Zayn memanglah anak jenius yang sangat penasaran dengan bidang akademik.
Di umurnya yang masih lima tahun, Zayn sudah bisa membaca, berhitung dan menulis dengan baik. Kecerdasannya menurun dari gen Aldy dan juga Dilla karna memang orang tua nya sama sama cerdas dalam bidang akademik.
Tetapi Dilla membatasi anaknya belajar. Ia hanya memberi waktu 2 jam untuk belajar dalam sehari, sisanya Dilla menyuruh anaknya agar bermain dan bersosialisasi dengan teman teman nya. Ia tak mau anaknya tumbuh tanpa teman dan juga tanpa memiliki hubungan sosial yang buruk.
Dilla masuk ke kamarnya disusul dengan Aldy.
Aldy berusaha memecah kecanggungan diantara mereka.
"Apa aku boleh bertanya?" Tanya Aldy.
"Tanyakan saja"
"Apa yang bisa aku lakukan agar kau bisa memaafkanku sepenuhnya?"
Dilla mengedikan bahunya
"Menunggu" jawabnya singkat.
"Sudah 5 tahun, apakah masih kurang?"
Dilla tidak menjawab, ia malah membuka pintu balkon dan duduk di salah satu kursi di luar balkon itu.
1 bulan kemudian,
Hubungan Aldy dan Dilla masih sama sama dingin.
__ADS_1
Bryan dan mama Gita sudah pindah ke mansion yang baru saja dibeli Bryan.
bahkan Bryan sudah menikah
(nanti ada kisah nya)
Setelah mandi, Aldy segera ke walk in closet bersiap akan berangkat kerja.
Angga baru saja menelponnya mengabarkan salah satu penghianat di perusahaan Argadinata yang selalu mengambil uang perusahaan demi kepentingan pribadi nya.
Aldy berpamitan pada istrinya untuk berangkat ke kantor.
"Aku berangkat dulu, nanti siang kalau bisa antarkan makan siang untukku"
"Akan ku usahakan" jawab Dilla singkat.
Aldy melenggang pergi dari kamar. Sebenarnya hati Dilla memberontak. Ia rindu dengan kehangatan keluarganya dulu, namun ia ingin benar benar membuktikan bahwa Aldy memang serius meminta maaf dari nya.
Beberapa saat kemudian aang penghianat kantor itu dibawa masuk oleh Angga dan beberapa pengawal.
"Ini bos orangnya"
"Gilang?!" Aldy kaget dengan penghianat perusahaannya, laki laki kepercayaan nya setelah Angga.
Aldy memberi kode para pengawalnya agar meninggalkan ruangan itu.
Sekarang hanaya ada Gilang, Aldy dan juga Angga.
"Kenapa kau melakukan ini?"
"Karna aku suka" jawab Gilang asal.
__ADS_1
"Cihh, tapi kau merugikanku" bentak Aldy.
"Tapi karna kau lah perusahaan ayahku bangkrut" teriak Gilang.
"Itu karna ayahmu sendiri yang curang terhadap perusahaanku"
"Bawa dia keluar dan bawa dia ke kantor polisi" titah Aldy yang diangguki Angga.
Tanpa diduga, saat berbalik Gilang menendang Angga hingga tersungkur.
Tak lama berselang, Dilla datang membawa kotak makanan.
Ia membuka pintu ruangan Aldy.
Ia terbelalak kaget melihat suami nya diserang oleh seorang laki laki dan juga Angga sang asisten yang sudah tersungkur.
Dilla melihat dengan jelas laki laki itu mengeluarkan belati dari balik bajunya.
Baru Dilla ingin berteriak, tiba tiba
Blushhhh
Belati itu lebih dulu menancap di perut suami nya.
"Mas Aldy" teriaknya.
Dengan sengaja Gilang mencabut belati itu dan menancapkan yang kedua kalinya di perut Aldy.
Tubuh Dilla terasa kaku melihat adegan di depannya.
"mas Aldy!!!" teriak hati nya.
__ADS_1