Cinta Tuan Arogan

Cinta Tuan Arogan
Elvaro Zayn Argadinata (DillAldy)


__ADS_3

"Aku uncle nya, aku juga berhak memberi sumbangan nama, lagi pula kau ini pelit sekali, lagi pula aku kan memberinya nama yang bagus"


"Dia anak ku, Aku yang membuatnya susah payah"


"Susah payah katamu? Bukankah kau menjadikan adikku sebagai budak mu" cibir Bryan.


"Dia istriku, aku berhak atas diri nya"


" Terserah, Aku akan tetap memberinya nama Elvaro walau kau menolak nya" jawab Bryan santai.


"Sudahlah, kalian berdua ini selalu saja bertengkar, Aldy, biarkan Bryan memberi anak mu nama. Lagian kan nama nya juga bagus, Elvaro" Bela mama Mela pada Bryan


"Tapi ma.."


"Udah, kamu nurut aja sama mama mu" papa Reza menengahi.


Mama Gita mengangguk ngangguk setuju


Tiba tiba baby Zayn yang sedang ada di gendongan mama Gita menangis, mama Gita menyerahkan baby itu pada bunda nya, Dilla.


Dan benar saja, bayi mungil itu langsung terdiam di gendongan Dilla.


naluri seorang ibu memang tidak pernah salah.


...


Para keluarga pamit pulang

__ADS_1


"Ingat perjanjian kita, aku belum melihat kebahagiaan di mata adikku" bisik Bryan pada Aldy sebelum meninggalkan ruang rawat itu.


Pagi hari, dokter datang ke ruangan Dilla.


Ia memeriksa keadaan ibu dan bayi nya.


"Keadaan bayi dan ibu nya baik dan stabil, hari ini juga sudah boleh pulang" ucap dokter itu.


Siang hari, Aldy membawa pulang istri dan anak nya setelah selesai menata barang barang nya.


Terlihat Aldy sedang mengendarai mobil nya dengan Dilla duduk di jok samping kemudi sambil memangku anak nya.


Dilla terus saja memandang wajah anak nya tanpa rasa bosan.


"Ganteng kan anak kita?" Tanya Aldy.


Dilla tersenyum


Aldy tersenyum


" Nanti kita buat cewek biar mirip sama kamu" ucap Aldy menggoda istrinya.


"Baru juga melahirkan mas udah mau buat lagi aja" Dilla cemberut.


"Iya, aku juga ngerti. Lagian aku juga masih trauma ngeliat orang lahiran" ucap Aldy serius.


Baby Zayn menggeliat.

__ADS_1


Dilla tau kalau anak nya akan menangis. Dilla segera memberi nya minum karna tau anak nya sedang kehausan.


Aldy tersenyum tipis melihat ketelatenan sang istri saat merawat Zayn.


Tak lama kemudian, mobil sudah sampai di mansion argadinata.


Aldy membukakan pintu untuk istrinya. Ia juga merengkuh pundak istrinya karna ia tau Dilla belum benar benar pulih.


Dilla dibawa ke kamar utama. Ia meletakan Baby Zayn yang sedang tertidur ke dalam ranjang bayi yang ada di kamar nya.


Malam hari, Zayn terus saja membuka mata nya. Bayi itu enggan tidur walau hari sudah menunjukan pukul 2 dini hari.


Dilla sudah merasakan matanya amat berat karna ia belum juga tidur dari tadi.


Aldy juga menemani Dilla untuk terjaga menemani si kecil.


Aldy mengambil Zayn dari gendongan Dilla.


Ia menimang nimang anak nya agar cepat tidur.


"Zayn harus tidur ya, bunda sama ayah udah ngantuk banget" ucap Aldy pada anak nya.


Aldy terus saja menimang Zayn, tak lama kemudian bayi itu tertidur pulas di gendongan Aldy.


Ia segera meletakan Zayn di box bayi. Ia melihat istrinya yang sudah tertidur duluan di ranjang.


Aldy menyusul istrinya tidur.

__ADS_1


Pagi hari, Aldy membuka matanya tapi sudah tak melihat Dilla dan Anak nya.


"Kemana mereka berdua?" Batin Aldy.


__ADS_2